LPG Makin Langka Di Pekanbaru

Image
Monday, 05 October 2015 | 08:11:17 WIB


Pekanbaru- Penderitaan yang mendera warga Pekanbaru, Riau, sudah sangat luar biasa. Sejak dua bulan lalu mereka dipaksa menghirup 'racun' (asap tebal) setiap hari dan dua minggu belakangan ini mereka kesulitan pula mendapatkan gas elpiji.


Meski kelangkaan gas elpiji semakin menggila, namun belum terlihat upaya dari pemerintah daerah melalui instansi terkait untuk mengatasinya. "Daerah ini masih ada pemerintahnya atau tidak ya? Masa sudah dua minggu gas elpiji langka, tidak ada juga tindakan dari pemerintah mengatasinya. Buktinya, sampai saat ini kita masih sulit mendapatkan gas," kata Murni, warga Simpang Tiga, Bukit Raya, Pekanbaru, saat antre mendapatkan gas elpiji di tempat penjualan gas elpiji di Jalan Adi Sucipto, Pekanbaru, Senin (5/10/2015) siang.


Murni mengaku sudah berkeliling Simpang Tiga dan sekitarnya sejak beberapa hari lalu mencari gas elpiji 3 kilogram, namun tak berhasil mendapatkannya. "Kalau pun ada, harganya tak tanggung-tanggung, Rp40 ribu per tabung dijual orang kedai tu," ujarnya denga nada jengkel.


Sementara Mardi, warga Panam, Tampan, Pekanbaru, mengaku sudah 4 hari berkeliling mencari gas elpiji 3 kilogram, namun baru hari ini bisa menemukannya di Jalan Adi Sucipto. Itu pun mendapatkannya tidak mudah, harus berdesak-desakan dulu dengan ratusan warga lainnya. ''Harus berdesak-desakan dulu dengan ratusan orang, baru bisa dapat. Mungkin yang masih antre ini belum tentu semuanya bisa kebagian, karena stoknya juga terbatas tu," jelasnya.


Murni dan Mardi mengaku bersyukur karena hari ini bisa mendapatkan gas elpiji di Jalan Adi Sucipto dan harganya pun murah, hanya Rp18 ribu per tabung 3 kilogram. "Di tempat lain belum tentu ada ni. Kalaupun ada, harganya pasti sangat mahal,'' sambung Mardi.


Pantauan GoRiau.com, ratusan warga antre berdesak-desakan di tempat penjualan gas elpiji di Jalan Adi Sucipto, Senin siang. Bahkan ada yang berteriak-teriak, karena tak sabar berdesak-desakan terlalu lama. "Sudah hampir mati karena kabut asap, kini bertambah pula penderitaan kami dengan sulitnya mendapatkan gas," keluh seorang warga yang ikut antrean sambil menenteng tabung gas elpiji 3 kilogram.(goriau)

Sumber :

Laporan :

Editor : 0

loading...