Surau TV

Banner

Ini Kondisi Riau Yang di "Tenggelamkan" Oleh Asap, 45.668 Jiwa Terjangkit ISPA

Image
Tuesday, 06 October 2015 | 00:14:26 WIB


Pekanbaru- Kabut asap disebagian wilayah Riau semakin pekat, Senin (5/10/2015) . Bahkan jarak pandang kian menurun hingga mencapai angka 80 meter. Seiring dengan itu, 10 titik pantauan juga menunjukan bahwa kualitas udara menurun dan sudah melewati level berbahaya.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Senin petang melaporkan, kepekatan asap membuat jarak pandang sejumlah wilayah terganggu. "Pekanbaru jarak pandang 600 meter, Dumai 300 metern Pelalawan 300 meter dan paling parah di Rengat, hanya 80 meter," sebut kepala BMKG Pekanbaru, Sugarin.

Sementara itu, data BLH Provinsi Riau mencatat, 10 titik pantauan kualitas udara menunjukkan kualitas udara sudah melewati level berbahaya, diantaranya Pekanbaru (kota), dimana alat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menunjukkan level berbahaya, dengan angka 701 Psi (particular standar indeks).

Kualitas udara di Rumbai pada level berbahaya, dimana alat ISPU mencatat 492 Psi, kualitas udara di Petapahan Kabupaten Kampar pada level berbahaya, dengan angka 449 Psi, kualitas udara di Siak dan Minas dalam kategori berbahaya, dengan angka 500 dan 402 Psi, kualitas udara di Dumai juga dalam level berbahaya, dengan angka 364 Psi.

Kemudian di Libo dan Bangko di Kabupaten Rohil, dimana dua kawasan ini kualitas udaranya berstatus berbahaya, dengan angka masing-masing 404 dan 423 Psi. Terakhir di Duri Camp dan Duri Field, alat ISPU disana mencatat kualitas udara juga berbahaya, dengan angka 396 dan 367 Psi.

Walhasil, puluhan ribu orang mengalami berbagai penyakit akibat terpapar asap. Data dinas kesehatan menyebutkan, 45.668 jiwa terjangkit Ispa, 2.096 terserang asma, 2.798 terkena infeksi mata, 3.634 jiwa terkena penyakit kulit, dan 778 jiwa terserang Pneumia. (had)

Kabut asap disebagian wilayah Riau semakin pekat, Senin (5/10/2015) malam. Bahkan jarak pandang kian menurun hingga mencapai angka 80 meter. Seiring dengan itu, 10 titik pantauan juga menunjukan bahwa kualitas udara menurun dan sudah melewati level berbahaya.


Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Senin petang melaporkan, kepekatan asap membuat jarak pandang sejumlah wilayah terganggu. "Pekanbaru jarak pandang 600 meter, Dumai 300 metern Pelalawan 300 meter dan paling parah di Rengat, hanya 80 meter," sebut kepala BMKG Pekanbaru, Sugarin.


Sementara itu, data BLH Provinsi Riau mencatat, 10 titik pantauan kualitas udara menunjukkan kualitas udara sudah melewati level berbahaya, diantaranya Pekanbaru (kota), dimana alat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menunjukkan level berbahaya, dengan angka 701 Psi (particular standar indeks).


Kualitas udara di Rumbai pada level berbahaya, dimana alat ISPU mencatat 492 Psi, kualitas udara di Petapahan Kabupaten Kampar pada level berbahaya, dengan angka 449 Psi, kualitas udara di Siak dan Minas dalam kategori berbahaya, dengan angka 500 dan 402 Psi, kualitas udara di Dumai juga dalam level berbahaya, dengan angka 364 Psi.


Kemudian di Libo dan Bangko di Kabupaten Rohil, dimana dua kawasan ini kualitas udaranya berstatus berbahaya, dengan angka masing-masing 404 dan 423 Psi. Terakhir di Duri Camp dan Duri Field, alat ISPU disana mencatat kualitas udara juga berbahaya, dengan angka 396 dan 367 Psi.


Walhasil, puluhan ribu orang mengalami berbagai penyakit akibat terpapar asap. Data dinas kesehatan menyebutkan, 45.668 jiwa terjangkit Ispa, 2.096 terserang asma, 2.798 terkena infeksi mata, 3.634 jiwa terkena penyakit kulit, dan 778 jiwa terserang Pneumia. (goriau)

Sumber :

Laporan :

Editor : 0

loading...