Seorang Bocah di Riau Minta Presiden Jokowi Kirim Uang untuk ke Dokter

Image
Tuesday, 06 October 2015 | 07:00:33 WIB


Pekanbaru- Aksi 'Melawan Asap' terus digaungkan masyarakat Indonesia, khususnya yang terkena dampat kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan. Baru saja, laman salah satu pengguna Facebook mempublis foto seorang anak.

Kedua tangannya memegang secarik kertas yang berisikan 'Pak Presiden, kalau tak bisa matikan asap, kirimkan kami uang untuk ke dokter #SAVE RIAU'.

Hingga Selasa (6/10/2015) pukul 12.20 WIB, foto yang dipulis dengan tag 'Pak Presiden, Tolong Baca Ini' tersebut telah menyeret 'like' 109.682 penguna akun, 27.341 share dan 2.665 komentar.

Foto ini menggambarkan begitu parahnya asap yang tengah mendera wilayah si Anak sehingga membuat dirinya berinisiatif untuk langsung berbicara dengan Presiden Joko Widodo.

Namun laman tersebut, si pemilik akun tidak mempublis secara detil dimana lokasi, siapa nama anak tersebut dan kapan foto itu diambil.

Secara terpisah, masyarakat Riau bersama organisasi-organisasi lingkungan, Selasa (6/10/2015) mulai bersuara keras, karena tidak adanya solusi konkrit yang bisa diberikan oleh pemerintah.

Meraka menggelar Class Action dan akan membawa masalah ini ke ranah hukum, menuntut pemerintah pusat, daerah, hingga perusahaan-perusahaan 'penjahat' lingkungan.

Class action tersebut digagas sejumlah pihak, mereka sudah habis toleransi, dimana berbulan-bulan lamanya asap Riau tak teratasi. Tiga jalur akan diupayakan, diantaranya Citizen Law Sweet, Class Action, dan Legal Standing. "Class action kita mulai sejak hari ini. Kita selanjutnya akan mendirikan posko pengaduan bagi warga yang merasa dirugikan," sebut Ketua DPH LAM Riau, Al Azhar.

Class action ini digagas melalui hastag #melawanasap, dan dilanjutkan pertemuan di kantor Walhi, Jalan Cempedak I, Pekanbaru Riau. Setelah ini, pihak-pihak yang tergabung dalam Class action akan melanjutkan dengan menempuh jalur hukum (Citizen Law Sweet).

"Ini diwakili warga yang merasa dirugikan baik materil dan kesehatan. Kita menunjuk pengacara Heri Budiman," ketus Al Azhar.

Aksi ketiga, yakni upaya Legal Standing yang diwakili Jikalahari. "Dengan tiga aksi tersebut, kita secara resmi menggugat pemerintah daerah dan pusat, serta perusahaan yang lahannya terbakar agar dihukum berat. Upaya hukum tergantung persiapan matang, output yang dihasilkan berupa perbaikan tata kelola yang jadi akar masalah selama ini," tutupnya, Selasa (6/10/2015).

Direktur Walhi, Riko Kurniawan menegaskan, untuk class action akan segera dibangun posko pengaduan, diantaranya di kantor Walhi, kantor Jikalahari, rumah budaya, kantor LAM Riau, di Panam, Rumbai dan beberapa titik lainnya. Di posko ini seluruh masyarakat bisa melaporkan kerugian yang diderita, untuk dikumpulkan lalu digugat ke pemerintah.

"Menang kalah bukan malasah, tapi persoalan adalah melawannya, peluang keberhasilan buat kita tak jadi soal, kita hanya ingin menunjukkan bahwa masyarakat Riau tidak pasrah. Kita juga punya hastag #melawanasap. Ini perang kita mendesak pemerintah bertanggung jawab baik moril dan materil. Kita harap dukungan seluruh masyarakat," tukasnya.(goriau)

Sumber :

Laporan :

Editor : 0

loading...