Menkes: Bukan karena Asap Orang Mati, kalau Begitu Sudah Bertebaran Dong

Image
Friday, 09 October 2015 | 09:10:15 WIB 719

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek membantah adanya upaya membatasi distribusi obat dan masker untuk masyarakat terdampak kebakaran hutan di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Ia menegaskan bahwa segala jenis bantuan kesehatan telah dikirim untuk dibagikan ke masyarakat setempat.

Nila menjelaskan, pemerintah telah mengirim bantuan obat-obatan, masker, dan oksigen sebanyak 27.595 ton. Dalam bantuan itu, terdapat juga masker jenis N95 meski jumlahnya jauh lebih sedikit dibanding masker kesehatan biasa.

"Oh enggak, kami tidak ada penghematan. Kan kita ada obat-obatan itu penyimpanan untuk kalau ada kejadian (luar biasa). Jadi kita selalu punya cadangan. Dan itu kita sudah keluarkan semua," ucap Nila, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/10/2015).

Meski demikian, kata Nila, dirinya menyadari bahwa bantuan yang digelontorkan belum mampu menekan jumlah masyarakat yang terkena infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Nila menyatakan bahwa jumlah masyarakat yang terkena ISPA semakin meningkat.

Menurut Nila, penyebab utama meningkatnya jumlah masyarakat yang terkena ISPA adalah karena masalah kabut asap akibat kebakaran yang tidak kunjung padam. Ia menyarankan masyarakat tetap berada di dalam rumah saat indeks pencemaran udara ada di angka berbahaya.

"Hari ini misalnya Anda yang ISPA, kemudian besok saya yang ISPA, besok lagi Anda. Jadi mungkin anda pulang sudah baik, saya yang besok (terkena). Jadi kumulatifnya akan tinggi," ungkap Nila.

Nila berharap tidak ada pihak yang tergesa menyimpulkan jatuhnya korban jiwa hanya disebabkan kabut asap akibat kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan. Ia memilih berpikir logis, jika penyebab kematian adalah asap, maka jumlah korban jiwa dapat lebih banyak dari saat ini.

"Misalnya penderita paru-paru yang jelek, begitu udara jelek saya keluar, akhirnya saya sesak, bisa mati saya. Jadi bukan karena asap terus kita mati. Kalau begitu, pasti sudah banyak yang bertebaran meninggal dong," pungkas Nila.(kompas)


Sumber :

Laporan :

Editor : 0


loading...