Surau TV

Banner

Percontohan di Kabupaten Kampar: Bidang Pertanian bisa Buat Rakyat Riau Kaya

Image
Sunday, 18 October 2015 | 19:00:39 WIB


KAMPAR - Bupati Kampar, Riau, Jefry Noer menyatakan sudah sejak lama menerapkan program untuk "Bela Negara". Bela Negara tidak harus berkorban, namun juga menghasilkan hingga menjadi kaya raya.

"Namanya Bela Negara bidang pertanian," kata Kepala Polisi Resort Kota Pekanbaru Kombes Pol Aris Syarief Hidatullah, akhir pekan lalu.

Ia menyataan Program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Kampar merupakan bentuk bela negara bidang pertanian.

"Inilah bela negara bidang pertanian," kata Aris saat berkunjung ke kawasan lahan percontohan RTMPE di Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Kubang Jaya, Siak Hulu bersama Direktur Polair Polda Riau, Kombes Pol Deny Pudjianto yang di dampingi Bupati Jefry Noer, Sabtu (17/10).

Kapolresta Pekanbaru kembali mengatakan, pelatihan pertanian terpadu ini merupakan salah satu bentuk bela negara, bukan saja aparatur keamanan, tetapi petani juga bisa ambil bagian melalui bidang pertanian, dan sekaligus ikut membantu pemerintah dalam menyediakan kebutuhan masyarakat.

Dalam motivasinya kepada para peserta P4S, dia mengatakan pelatihan pertanian  ini sangat penting karena aparat keamanan seperti  polisi juga nanti memasuki masa pensiun.

"Alangkah baiknya apabila pensiunan polisi juga ikut pelatihan ini, agar mereka setelah pensiun mampu mengkaryakan dirinya, sekaligus menambah pemasukan bagi dirinya sendiri," kata Kombes Arief Syarief Hidayatullah.

Sementara itu Direktur Polair Polda Riau, Kombes Pol Deny Pudjianto pada kesempatan sama mengatakan bahwa kepolisian juga seharusnya ikut dalam pelatihan pertanian ini, agar jangan terjadi "post power syndrom" atau  yang biasanya sehari harinya bertugas sebagai polisi dan apabila memasuki masa pensiun merasa kaget dan stress karena tidak melakukan kegiatan apapun.

"Dengan ikut pelatihan dan sekaligus mempratekkannya, pensiunan polisi punya kegiatan dan dapat menambah pendapatan mereka sendiri," kata dia.

Dir Poleir juga mengharapkan Pemda Kampar memberikan izin kepada Kepolisian Riau untuk dilibatkan serta diikutsertakan dalam pelatihan pertanian terpadu seperti ini. "Kami kepolisian juga ingin  menambah penghasilan apabila kami telah masuk masa pensiunan nanti," katanya.

Bupati Kampar Jefry Noer menjelaskan bahwa salah satu program yang sedang digiatkan adalah Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE). Kampar membangun pondok-pondok sederhana di atas lahan 1.000 dan 1.500 meter persegi.
'Ini adalah lahan percontohan yang nantinya akan kita realisasikan pembangunannya di desa-desa sehingga masyarakat dengan mudah belajar dan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat desa," kata Jefry.

Jefry Noer juga  memaparkan bahwa dari pengalaman situlah, kemudian pihaknya men-Amati Teliti dan Modifikasi (ATM). "Karena misi kita membangun Kampar dengan lima pilar dan dikerucutkan dengan zero kemiskinan, zero pengangguran dan zero rumah kumuh, untuk itulah Pemda Kampar mulai mendata kemiskinan yang ada di Kampar," katanya lagi.

Pada tahun 2012, demikian Jefry, tercatat ada sebanyak 22,48 persen masyarakat miskin di Kampar dengan kategori anak 1 penghasilan di bawah Rp1,3 juta/bulannya.

"Setelah 2013, alhamdullah kemiskinan berkurang 3 persen serta awal 2014 juga berkurang sebanyak 6 persen," ungkap Jefry di hadapan Kombes Pol Deny Pudjianto dan Kombes Aris syarief Hidatullah .

Kemudian untuk terus menekan angka kemiskinan, lanjut kata Jefry, Pemda Kampar mulai melaksanakan kegiatan Pusat Pelatihan Petanian Pedesaan Swadaya Masyarakat (P4S) Kubang Jaya, dimana pelatihan dikhususkan untuk masyarakat miskin selama dua pekan dengan nantinya diberikan pinjaman modal dana bergulir dari Bank BPR Sarimadu serta dana KKPE dari Bank Riau Kepri.

Untuk mewujudkan tri zero diatas saat ini pemda dengan hasil ATM Bupati Kampar membuat trobosan program terbaru yang sederhana tetapi menjanjikan yang disebut Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE).

"Dimana dalam RTMPE masyarakat yang sudah mengikuti pelatihan P4S disegerakan membuat RTMPEnya agar nantinya dia orang miskin jadi kaya dan masuk surga," ujar Jefry Noer.

Bagaimana tidak,  Jefry mengatakan dengan lahan yang hanya seluas 1.000 meter serta modal Rp120 juta yang dipinjamkan dari Bank BPR Sarimadu atau Bank Riau Kepri serta bantuan CSR perusahaan, keluarga mandiri akan bisa menghasilkan Rp10 juta sampai Rp 25 juta/bulannya.

"Dimana dalam RTMPE terdapat enam ekor sapi, 100 ekor ayam petelor, ikan lele, kebun bawang dan cabe masing-masing seluas 200 meter, serta sayur-sayuran lainnya," kata dia.

Dengan demikian, lanjutnya, dari beberapa yang terdapat dalam RTMPE tersebut yang menjanjikan adalah hasil dari urine dan kotoran sapi yang bisa menghasilkan uang Rp15 juta/bulan, ditambah ayam petelor minimal Rp 3 juta/bulan,dan juga dari hasil bawang dengan bibit 50 kg akan menghasilkan 500 kg di luar hasil dari anak sapi enam ekor/tahunnya.

"InsyaAllah tahun ini 1.200 RTMPE akan tersebar di setiap kecamatan, untuk itu kedepan kita akan bisa swasmbada sapi, ayam, telor, ikan, bawang dan cabai," pungkas Jefry Noer. (MC Riau/hrd)

Sumber :

Laporan :

Editor : 0

loading...