Limbah Pasar Modren Meresahkan Warga, Tiga Anggota DPRD Rohul Lakukan Peninjauan

Image
Sunday, 15 November 2015 | 23:50:43 WIB 1399

ROKAN HULU- Limbah Pasar Modren, Dusun Kampung Padang, Desa Rambah Tengah Utara (RTU), Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) sudah meresahkan warga, tiga wakil rakyat melakukan peninjauan, Minggu (15/11).

Ketiga wakil rakyat tersebut yakni, Anggota Fraksi Partai Golongan Karya Kasmawati, Anggota Komisi IV Muksin, dan Wakil Ketua Fraksi Nurani Sejahtera, Wiranto, Ketua Dewan Pimpinan Daerah  Topan-RI Rohul Lakardius Manalu dan lainnya.

Ketiga wakil rakyat tersebut melakukan dialog dengan para pedagang ayam di Pasar Modren tersebut, mereka juga menyerap keluhan-keluhan pedagang itu, termasuk karena tidak terurusnya limbah pasar Modren itu.

Disampaikan Mukhsin yang juga Anggota Fraksi Partai Perstuan Pembangunan (PPP), Rohul menjelaskan kalai anggota DPRD Rohul sudah mendapatkan persoalan-persolan limbah, khusunya di Pasar Moddren.

"Kita sudah mendapat laporan terkait keresahan warga ini,  makanya kita turun langsung untuk melakukan peninjauan secara langsung, nanti kita akan pihak terkait seperti perwakilan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Rohul, pengelola pasar, Perusahan Rokan Hulu Jaya dan yang terkait dengan persoalan dengan limbah ini," beber Mukhsin yang membidangi persoalan tersebut.

Masih di tempat yang sama, disampaikan Winarto anggota DPRD Rohul dari Partai Hanura ini, limbah ini mengandung B3 atau limbah beracun, ini harus cepat diberikan solusi, apalagi keluhan masyarakat sudah sampai satu tahun. Namun herannya pihak terkait tidak berani melakukan tindakan.

"Kita akan koordinasi dengan pihak terkait, dari pada membahayakan masyarakat, lebih kita melakukan waspada, karena jelas ini sangat menganggu kesehatan masyarakat, karena bau busuk yang sangat menyengat," tuturnya.


Lanjut, Winarto, nanti pemanggilan yang akan dilakukan pihak legislatif dilaksanakan secara kolektif, tidak hanya Managemen Pasar Modren yang akan diminta penjelasan, termasuk Managemen Hotel Siapa Dia Pasir Pangarian, karena hotel ini juga ada laporan masyarakatnya.

"Kita ingin semua mematuhi aturan yang berlaku, limbah ini sangat berbahaya jadi perlu diwaspadai, kemudian apakah perusahaan di Rohul sudah mengurus izin limbah mereka, kita kan punya diut kenapa limbah ini dibiarkan begitu saja," tegasnya.

Sedangkan salah serorang Pedagang Daging Ayam, Ridho, mengaku kini akibat limbah yang tak diurus tersebut, pedagang sangat resah, selain bau busuk yang sangat menyengat juga ulat-ulat tak tanggung-tanggung banyaknya.


"Kami sudah meraskan ini selama 3 bulan yang lalu, kemudian di tempat lama pun kami meraskan hal yang sama, makanya kami minta pemerintah supaya bisa mengelola limbah ini dengan baik, sebab drainase dari air yang dari pasar itu tidak mengalir," ungkapnya.

Ditambahkanya, antisipasi awalnya ulat yang naik dari limbah itu, terpaksa disiram dengan minyak tanah, kalau tidak mereka naik ke atas. "Kita khawtir nanti masuk ke daging, sebab ulat-ulat banyak pak, kalau bisa dibersihkan kotoran pasar yang mengalir didrainase ini pak," tutupnya. (***)


Sumber :

Laporan :

Editor : 0


loading...