Anggiat, Pasien Paru di Dumai Butuh Perhatian Pemerintah dan Masyarakat

Image
Friday, 27 November 2015 | 00:00:49 WIB 916

Dumai- Puskesmas Kelurahan Bumi Ayu Kecamatan Dumai Selatan Kota Dumai, Provinsi Riau, intensifkan penanganan medis terhadap Anggiat Simanjuntak, seorang warga penderita sakit paru-paru yang sebelumnya diduga mengalami gizi buruk.

Kepala Puskesmas Bumi Ayu, Nia Arandhita menyebutkan, warga atas nama Anggiat Simanjuntak tersebut terus dipantau kesehatan oleh tim medis selama hampir tiga bulan terakhir.

“Dia bukan mengalami gizi buruk melainkan sakit paru-paru yang tergolong parah sehingga tubuhnya menjadi kurus, dan tim Puskesmas telah menangani pasien ini dengan memberi obat dan asupan gizi,” ujar Nia, Selasa (24/11) lalu.

Warga yang hidup sebatang kara di gubuk papan tidak terawat tersebut diduga menderita penyakit paru–paru, karena semasa hidup bekerja sebagai tukang pahat dan menghirup abu kayu tanpa alas penutup mulut.

Dijelaskan wanita berjilbab itu, tim medis juga mengajak partisipasi masyarakat sekitar agar ikut peduli dan membantu pasien dalam hal memenuhi kebutuhan makan dan minum sehari-hari supaya asupan gizi Anggiat tetap terjaga.

“Kami juga terus memberikan susu formula dan memantau berat badan pasien untuk melihat perkembangan selama dalam penanganan medis,” beber dokter Nia.

Sebelumnya, Penjabat Walikota Dumai Arlizman Agus meminta instansi terkait untuk terus memantau kesehatan dan memberi perlindungan kepada warga yang diduga mengalami gizi buruk.

Dia menginginkan tidak ada warga mengalami gizi buruk, karena itu aparatur terkait agar bekerjasama menanggulangi kondisi pria paruh baya tersebut dengan maksimal.

“Seluruh instansi agar cepat melakukan penanganan medis dan perlindungan maksimal kepada Anggiat pasien yang diduga gizi buruk tersebut,” harap Arlizman.

Keberadaan seorang warga Dumai diduga gizi buruk ini tersebar luas ke masyarakat setelah muncul postingan foto dan kisah Anggiat di sejumlah media sosial untuk mengunggah kepeduliaan para netizen, khususnya warga Dumai. (***)


Sumber :

Laporan :

Editor : 0


loading...