Kurs Mata Uang Hari Ini: Rupiah Terlemah Kedua di ASEAN

Image
Monday, 30 November 2015 | 02:00:14 WIB 1088

JAKARTA— Bloomberg Dollar Index mengemukakan saat dibuka hari ini, Senin (30/11/2015) Rupiah menguat 7 poin atau 0,05% ke Rp 13.794/US$.
Bagaimana pergerakan rupiah selanjutnya? Ikuti lajunya secara live hingga penutupan.

LIVE REPORT

06.43 WIB


Bloomberg Dollar Index mengemukakan pada Jumat (27/11/2015) rupiah ditutup melemah 59 poin atau 0,43% ke Rp13.801 per dolar AS.
Rupiah menghadapi tekanan kemungkinan kenaikan Federal Reserve menaikkan suku bunganya pada Desember.
Apalagi besok sudah mulai memasuki bulan Desember, dan bank sentral AS akan menggelar rapatnya pada 16—17 Desember 2015.

07.38 WIB

Indeks dolar Amerika Serikat pada pada pagi ini, Senin (30/11/2015) bertahan di level 100.
Indeks dolar AS yang menjadi acuan kekuatan terhadap 10 mata uang utama pada pk. 07.02 WIB menguat 0,08% ke level 100,100, dan bergerak di kisaran 100,060-100,14. Indeks dolar nyaris menyentuh level tertinggi dalam lima tahun yaitu yang dicapai pada 13 Maret 2015 yang bertengger di angka 100,100. Gerak dolar menyoroti kebijakan Bank Sentral Eropa yang diperkirakan akan meningkatkan stimulus moneter.

Sementara itu Federal Reserve mendapat kesempatan terakhir untuk meneliti data gaji AS sebelum pertemuan 15-16 Desember. Direncanakan sebelumnya Gubernur Fed Janet Yellen akan tampil.
Yellen dijadwalkan menghadiri Club Ekonomi Washington pada 2 Desember dan tampil di depan komite kongres pada 3 Desember, sehari sebelum data pekerjaan November dirilis. Semua itu menentukan jalan dolar.
The Bloomberg Indeks Dollar Spot diperdagangkan mendekati tertinggi. "Kembali ada momentum dan yang mendorong posisi dolar. Laporan payrolls harus terus menunjukkan jika pertumbuhan lapangan kerja masih berkembang kokoh di AS," kata Lee Hardman, Analis Mata Uang Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd seperti dikutip Bloomberg, Senin (30/11/2015).

ECB rencananya menggelar rapat pada 3 Desember untuk membahas kebijakan moneter. Bank sentral sedang mempertimbangkan pemotongan suku bunga deposito di bawah nol dan menambah program pelonggaran kuantitatif.
Rencana tersebut kontras dengan AS, mengingat Fed berencana menaikkan suku bunganya pada Desember.

07.40 WIB

NH Korindo Securities Indonesia memperkirakan kurs tengah Bank Indonesia nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini, Senin (30/11/2015) bergerak di kisaran Rp13.738-Rp 13.765.
Kepala Riset NHKSI Reza Priyambada mengatakan laju pelemahan pada rupiah masih berlanjut di akhir pekan.
“Masih maraknya penilaian terhadap ECB yang akan melonggarkan pengetatan moneternya melalui stimulus moneter yang akan diluncurkan, membuat laju euro terdepresiasi terhadap dolar AS,”kata Reza dalam risetnya.
Di sisi lain, ujarnya, laju dolar AS makin menanjak setelah berita Swiss National Bank yang kemungkinan akan melakukan pemangkasan suku bunga sehingga berimbas pada penurunan CHF terhadap dolar AS.
Tentu saja peningkatan laju USD tersebut berimbas pada melemahnya laju rupiah. Terpantau di akhir pekan, laju euro, poundsterling, dolar Australia, yen, dan beberapa lainnya mengalami pelemahan.

Kondisi yang tidak memungkinkan untuk laju rupiah dapat berbalik menguat setelah sentimen yang ada lebih mendukung laju dolar AS untuk dapat bergerak positif.
“Tetap mencermati sentimen yang ada dan mewaspadai akan masih adanya potensi pelemahan lanjutan,” kata Reza.
Laju rupiah, ujarnya,, di bawah target support 13.745.

08.04 WIB
Bloomberg Dollar Index mengemukakan saat dibuka hari ini, Senin (30/11/2015) rupiah menguat 7 poin atau 0,05% ke Rp13.794/US$.

08.48 WIB
Rupiah diperdagangkan di atas Rp13.800 setelah bursa saham dibuka, melemah 32 poin atau 0,23% ke Rp13.833 per dolar AS

09.02 WIB
Samuel Sekuritas Indonesia memprediksi nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini, Senin (30/11/2015) masih menghadapi tekanan penguatan dolar AS.
“Hari ini pelemahan rupiah berpeluang berlanjut, melihat belum surutnya penguatan dollar di pasar global walaupun sentimen positif dari inflasi November 2015 yang rendah bisa membawa sentimen positif.,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta dalam risetnya yang diterima hari ini, Senin (30/11/2015).

Dikemukakan kombinasi antara buruknya data ekonomi Jepang dan Zona Euro yang mendorong pelemahan yen serta euro, berhasil memicu sentimen penguatan dolar yang ditunjukkan oleh dollar index yang bertahan di atas 100.
Akan tetapi, di sisi lain data ekonomi AS juga belum segitu baiknya sehingga menyisakan harapan kenaikan suku bunga the Fed sebagai fondasi utama penguatan dollar - imbal hasil US Treasury relatif stabil di kisaran 2,2%.
“Dollar index bertahan di atas 100, FOMC meeting perlahan jadi fokus,” kata Rangga.

09.42 WIB
Mata uang di Asia Tenggara mayoritas melemah, hanya baht Thailand yang mampu menguat (+0,04%).
Lainnya emelmah, yaitu dolar Singapura (-0,07%), peso Filipina (-0,09%), ringgit Malaysia (-0,44%), dan rupiah melemah 35 poin (0,25%) ke Rp13.836.

 

 

(nusapos.com/Andra)


Sumber :

Laporan :

Editor : 0


loading...
Post
Nasional

Wawancara Khusus: Prabowo Subianto

2 tahun yang lalu 930
Post
Nasional

Indonesia Siap Menghadapi MEA 2016

2 tahun yang lalu 2915