Hari AIDS Sedunia 1 Desember : Memperhatikan Kehidupan Manusia dengan AIDS

Image
Tuesday, 01 December 2015 | 01:35:38 WIB 868

PEKANBARU - Kirab dalam mempeingati Hari AIDS Sedunia, dimulai pagi 1 Desember 2015, di depan kantor Gubernur Riau,
bergerak ke jl. Jend. Sudirman, dengan dihadiri oleh para peserta umumnya ibu-ibu dengan berseragam merah putih,
berkerudung merah, menandakan begitu urgensinya perhatian masyarakat Riau akan pemberantasan AIDS di Riau.

Hari AIDS Sedunia yang diperingati tiap tanggal 1 Desember, setiap tahunnya, belum menyisakan suatu pola kesadaran yang
berarti bagi masyarakat Indonesia akan tindakan untuk mengurangi angka pengidap AIDS yang rata-rata adalah generasi muda.
Begitu ironis, di negara yang berupaya memperkuat norma-norma agama, terutama Islam, masih ada juga generasi muda yang
luput dari perhatian orang tua, sehingga mereka terjerumus menjadi pengidap penyakit AIDS.

Kuncinya sederhana, untuk menghindari terjangkitnya atau terkenanya penyakit AIDS.
Pola hidup sehat adalah tindakan utama dan pertama. Menghentikan pergaulan bebas, dengan tidak berhubungan di luar nikah.
Pendidikan seks yang sehat dan terarah sangat diperlukan oleh generasi muda umur 15 - 20 tahun. Serta yang paling penting,
generasi muda harus senantiasa beribadah dan mengikuti tuntunan ajaran agamanya agar tidak tersesat dengan glamoritas
kehidupan dunia.

Kepala Rumah Sakit Khusus Infeksi Universitas Airlangga (RSKI-Unair), Prof Dr Boerhan dr SpA(K) mengatakan bahwa sebagian
penyakit infeksi ini masuk ke dalam program Millenium Development Goals (MDGs).
Namun sampai saat ini kasusnya masih tinggi. Di antaranya yang tertinggi adalah HIV/AIDS, tuberkolosis (TB), dan malaria.

“Tiga penyakit tersebut menjadi target dari MDGs, tapi sampai saat ini penanganan dan program mengurangi kasus dan korban
penyakit ini belum menunjukkan hasil yang positif,” kata Boerhan.

Untuk penyakit AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) yang disebabkan infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang
menyebabkan hilangnya kekebalan tubuh sehingga penderita mudah terjangkit penyakit infeksi Indonesia berada pada posisi
nomor tiga sedunia untuk jumlah penderitanya, dan Indonesia juga menjadi negara dengan persebaran HIV/ AIDS tercepat di
dunia.

Jika sampai akhir tahun 2015 target tidak tercapai atau jumlahnya tidak menurun maka HIV/AIDS bukan lagi masuk target MDGs,
tapi menjadi Suistanable Development Goals.

Pada September 2014, jumlah kumulatif HIV yang dilaporkan sebanyak 150.296 orang dan AIDS 55.799 orang.

Prevalensi HIV di Indonesia adalah sebesar 0.16% dari populasi penduduk Indonesia. Indonesia termasuk dalam negara epidemik
HIV. Prevalensi HIV terus meningkat khususnya pada populasi yang beresiko tinggi dan menjadikan pertumbuhan epidemi HIV
Indonesia sebagai salah satu yang tercepat di Asia.

Epidemi yang berawal dari komunitas pemakai jarum sunti atau injecting drug users (IDU) di Jakarta, Jawa Barat dan Bali,
sekarang ini menyebarkan HIV kepada partner seksual mereka. Prevalensi HIV di antara tahanan penjara dan pekerja seks
komersial terus meningkat. Demikian juga, pemakai jasa pekerja seks komersial. Diperkirakan sekitar 70.8% pemakai IDU di
Depok dan Jakarta, 23% pekerja seks komersial di Papua dan 25% tahanan penjara di Jakarta dilaporkan terinfeksi virus HIV
pada tahun 2006. Berdasarkan pada data – data yang tersedia dan para ahli, menyebutkan bahwa karekteristik pola penyebaran
virus HIV ini ada tiga, yaitu: Peningkatan prevalensi khususnya pada populasi yang beresiko tinggi seperti pengguna IDU,
pekerja seks komersial, homoseksual, waria dan tahanan penjara. Peningkatan prevalensi penyakit menular seksual khususnya
di kalangan pengguna IDU dan partner seksualnya, di antara pekerja seks komersial dan pelanggannya, homoseksual dan di
antara waria.

Epidemi di daerah Papua dan Papua Barat akan terus meningkat oleh karena seks yang tidak aman. Diperkirakan jumlah orang
dengan HIV / AIDS (ODHA) di Indonesia mencapai 400,000 orang dan 100,000 orang akan meninggal karena AIDS. Pada tahun 2015
jumlah ODHA di Indonesia akan meningkat menjadi 1 juta penderita dan diperkirakan pula akan ada 350,000 kematian akibat
AIDS pada tahun yang sama. Jumlah kasus AIDS baru yang tercatat pada tahun 2006 mencapai 2873 kasus, jumlah ini meningkat
lebih dari 2 kali lipat dibandingkan dengan jumlah kasus 17 tahun sebelumnya. Dari kasus baru yang dilaporkan, 82% terjadi
pada laki – laki dan 74% di antaranya berumur di bawah 30 tahun. Sementara itu, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia
melaporkan bahwa ada sekitar 171,000 sampai 219,000 ODHA di Indonesia.

(nusapos.com/Andra)


Sumber :

Laporan :

Editor : 0


loading...
Post
Riau

Poligami? Jangan Asal Mau Saja!

1 tahun yang lalu 823
Post
Nasional
Post
Nasional

Wawancara Khusus: Prabowo Subianto

2 tahun yang lalu 882
Post
Nasional

Indonesia Siap Menghadapi MEA 2016

2 tahun yang lalu 2873
Post

Amrizal Ditunjuk Ketua MUI Bengkalis

2 tahun yang lalu 1009