BNPT Dan FKPT Provinsi Riau Kembali Adakan Dialog Radikalisme dan Terorisme

Monday, 07 December 2015 | 12:46:32 WIB 894

Pekanbaru - Sinergitas kelembagaan dan kemasyarakatan sangat penting di lakukan dalam upaya membangun kerjasama seluruh komponen bangsa dalam upaya pencegahan  radikalisme dan terorisme yang saat ini mulai melakukan infiltrasi ke berbagai lini kehidupan sosial.

Ini diungkapkan  Kepala Badan Nasional Pencegahan Terorisme di wakili Kepala Sub Bidang Deradikalisasi Terorisme  Andi Intang Dulung saat membuka Dialog Pencegahan Radikalisme Terorisme Bagi Tokoh Agama Provinsi Riau, Senin (7/12) di Hotel Alpha Pekanbaru Riau.

Ia menambahkan; jaringan Internasional Al-qaeda saat ini mulai menurun, tapi tantangan baru muncul kelompok baru yang disebut Islamic State of Iraq and Syam (ISIS). ISIS merupakan ancaman baru dan serius bagi keamanan dunia global termasuk juga Indonesia.

Menurut Andi ; ISIS melakukan gerakan brutal dengan melegalkan perampasan dan perampokan, pembunuhan dan kekerasan lain dan beranggapan bahwa mereka yang tidak berbaiat kepada ISIS sebagai kafir dan halal darahnya.

Fakta baru menurut Andi Intang  adalah ideologi radikalisme terorisme saat ini menjadi sangat rentan masuk dan menyebar, khususnya melalui rumah ibadah, lembaga pendidikan keagamaan, kampus dan sekolah yang seharusnya menjadi sarana pencerahan dan pendidikan karakter bangsa.

Kata Andi Intang, perekrutan pemuda dengan memanfaatkan sarana pendidikan dan agama menjadi salah satu modus dari kelompok radilkal teror untuk meregenerasi dirinya. Selain itu menurut Andi lemahnya semangat kebangsaan, pemahaman ajaran agama yang fanatis-sempit, melemahnya implementasi pendidikan kewarnegaraan dan tergerusnya nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan serta nilai kearifan lokal menjadi factor pendorongnya rentannya masyarakat dari pengaruh radikalterorisme, tutur Andi Intang.

Pada sisi lain kata Andi; tokoh agama dan masyarakat sangat strategis karena sebagai pintu awal pintu pendidikan dan pembinaan karakter ditengah masyarakat. Ia tambahkan; tokoh agama merupakan mitra strategis dalam upaya pencegahan paham radikal terorisme di tengah masyarakat.

Pada bagian lain menurut Andi Intang kepedulian dan keterlibatan seluruh masyarakat merupakan kunci utama bagaimana kita bersama mencegah aksi dan jaringan terorisme yang telah menyebar dan menyusup di berbagai lini kehidupan masyarakat. Sebaliknya kata Kasubbid Deradikalisasi Terorisme BNPT ini sikap acuh dan tidak peduli masyarakat merupakan wilayah rentan yang berpotensi menyuburkan jaringan terorisme berkembang biak secara leluasa. Ia ajak peserta dialog mari ciptakan tatanan masyarakat yang siaga terorisme.

Sementara itu menurut Syaifunnajar, Dialog Pencegahan Radikalisme Terorisme bagi Tokoh Agama Provinsi Riau diikuti 265 peserta, terdiri dari organisasi Dan lembaga keagamaan tingkat provinsi dan Kota Pekanbaru, dan juga dari media. Narasumber dari Dirbinmas Polda Riau Kombes Pol Dr. Sugiono dari Korem 031 Wira Bima Pekanbaru di wakili Kasrem Kolonel Czi I Nyoman Parwata, Abdurrahman Ayub dan Dr.Andi Jamaro.(***)


Sumber :

Laporan :

Editor : 0


loading...