Pilot Tempur Hawk TNI AU Pekanbaru Berhasil Paksa Mendarat Pesawat Penyusup

Image
Saturday, 06 February 2016 | 09:40:33 WIB


PEKANBARU - Pilot handal pesawat Hawk 100/200 Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin Pekanbaru-Riau, berhasil melakukan force down terhadap satu pesawat tak dikenal yang coba-coba melakukan penyusupan di wilayah udara NKRI.

Upaya penyelinapan oleh Lasa X (pesawat tak dikenal) tersebut terjadi Jumat (5/2/2016), di radial 360 derajat dengan jarak 120 nautical mile. Mengetahui ini, Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Pangkosekhanudnas) III memerintahkan untuk melaksanakan penyergapan.

Perintah penyergapan tersebut diberikan langsung dari pusat kepada Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru, dimana melibatkan seluruh unsur, seperti Skadron Udara 12, Satpomau, Staf Intelijen, hukum, kesehatan, Yonko 462 Paskhas, serta pilot tempur handal pesawat pemburu Hawk.

Atas ketangguhan para penerbang ini, pesawat tak dikenal inipun berhasil di Force Down dengan cepat oleh pilot pesawat tempur Hawk milik Lanud Roesmin Nurjadin. Pesawat ini lalu dipaksa mendarat di pangkalan, sedangkan sang pilot diamankan oleh personil Pomau.

Pilot tersebut kemudian diintrogasi oleh staf intelijen terkait alasannya melakukan penyusupan di wilayah pertahanan udara Republik Indonesia. Sedangkan pesawatnya, dikandangkan di shelter Lanud Roesmin Nurjadin untuk dilakukan pemeriksaan.

Demikian sekelumit cerita dalam skenario atau simulasi pada pelaksanaan latihan penanganan Force Down yang dilakukan oleh Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru kemarin. Tujuan simulasi itu untuk melatih kesiap-siagaan prajurit apabila sewaktu-waktu mengalami hal ini.

Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Rsn Kolonel Pnb M Yani Amirullah mengatakan, latihan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi serta meningkatkan koordinasi dan kerjasama antar seksi dalam penanganan Force Down.

Sementara itu, Danlanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Henri Alfiandi menyebut kalau latihan ini juga merupakan sebuah hal penting yang harus terus dilakukan oleh setiap prajurit.

"Karena tugas utama prajurit adalah untuk mempertahankan negara, tentunya dengan berlatih, kemampuan para prajurit akan meningkat, menjadikan mereka sebagai garda terdepan dalam menangkal segala hal yang mungkin saja menjadi ancaman bagi kedaulatan negara," tegasnya.

 

(nusapos.com/Andra/rls)

Sumber :

Laporan :

Editor : 0

loading...