Banjir Berlanjut Ke Tambang dan Siakhulu, BPBD Pekanbaru dan Siak Bantu Evakuasi

Image
Thursday, 11 February 2016 | 10:05:11 WIB 1038

Kampar -Musibah banjir belum juga berlalu dari Kabupaten Kampar. Di saat sejumlah kecamatan belum lepas dari banjir, musibah berlanjut dalam kondisi yang cukup parah di Kecamatan Tambang dan air juga sudah mulai masuk ke wilayah Kecamatan Siakhulu.

Sementara itu, di Kecamatan Tambang, banjir melanda 12 desa dan merendam ribuan rumah di wilayah yang berbatasan langsung dengan Kota Pekanbaru tersebut. Sama halnya dengan kondisi yang dialami ketika banjir mulai melanda wilayah Bangkinang hingga Kecamatan Kampar Utara, kepanikan masyarakat juga tak kalah hebatnya di wilayah Kecamatan Tambang.  Sebagian  masyarakat sudah mengungsi secara mandiri, namun ada juga yang dievakuasi oleh  tim gabungan posko Pemkab Kampar dan diungsikan ke rumah warga yang tidak terkena banjir.

Desa-desa di Kecamatan Tambang yaitu Desa Tambang, Kuapan, Balam Jaya, Palung Raya, Kemang Indah, Parit Baru, Gobah, Pulau Permai, Aur Sati, Padang Luas, Terantang, Kualu dan Teluk Kenidai. Ketinggian air di pemukiman masyarakat berkisar antara satu hingga dua meter.  

Untuk membantu evakuasi masyarakat,  tim gabungan Posko Induk Kabupaten Kampar dibantu oleh personil dari BPBD Pekanbaru dan BPBD Siak. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengirimkan tiga unit perahu, Pemkab Siak sebanyak dua unit. Evakuasi dilakukan secara berturut turut mulai Selasa pagi (10/2) hingga malam hari. Upaya untuk menjangkau daerah-daerah yang jauh terus dilakukan, seperti  Desa Gobah, Kemang Indah, Aur Sati, Parit Baru, Padang Luas, Terantang dan Teluk Kenidai. “Saat ini bantuan untuk perlengkapan evakuasi sudah sampai di Tambang yaitu dari Pemko Pekanbaru dan Pemkab Siak. Kami terus berupaya menjangkau daerah-daerah yang jauh dari ibu kota Kecamatan, untuk mencegah agar jangan sampai ada masyarakat yang terkurung banjir terlalu lama,’’ucap Camat Tambang Mulatua.

Di samping memfokuskan evakuasi warga, Tim Posko  Induk tingkat Kecamatan yang berada di Tambang juga menyalurkan bantuan berupa makan siang kepada masyarakat, serta  mengkoordinir pendirian dapur umum di setiap desa. “Untuk makan siang sudah dikirimkan dalam bentuk nasi bungkus, dan untuk konsumsi selanjutnya diupayakan melalui dapur umum,’’ucapnya.

 Salah satu desa yang cukup parah terkena banjir di Kecamatan Tambang yaitu Desa Aur Sati. Sebanyak 670 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 3115 jiwa terendam. Lahan persawahan yang terendam sebanyak 250 hektare, kebun 70 hektare,  ternak sapi 690 ekor, kerbau 90 ekor, unggas dan ayam 3000 ekor, sekolah sebanyak 4 unit, Mushalla 7 unit, Pusat Kesehatan Desa (Puskesdes), Posyandu, Kantor Desa,  Kawasan RTMPE sebanyak 8 unit, konveksi, jalan aspal yang rusak mencapai 3KM dan 10 hektare kebun bawang. “Banjir merendam desa kami hingga mencapai 95 persen, bahkan sebagian rumah warga hanya tampak atap,’’ungkap Kepala Desa Aur Sati Abdul Razak.(fr/rls/van)


Sumber :

Laporan :

Editor : 0


loading...