Surau TV

Banner

Targetkan Penurunan Kemiskinan di Kabupaten Kampar, Riau

Image
Monday, 29 February 2016 | 03:10:31 WIB


KUBANG JAYA  - Program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) yang sedang menjadi contoh oleh masyarakat Kampar saat ini sudah mulai diterapkan di berbagai kecamatan dan desa. RTMPE memang terbukti sebagai salah satu kegiatan untuk menzerokan kemiskinan di Kabupaten Kampar.

Hal tersebut pernah disampaikan Bupati Kampar H Jefry Noer SH saat meninjau lokasi percontohan Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energy (RTMPE) bersama para Alumni P4S di RTMPE Kubang Jaya Siak Hulu.


Jefry menjelaskan bahwa dalam program RTMPE tersebut masyarakat bisa perpenghasilan di atas Rp 10 juta per bulannya, Sebab di RTMPE tersebut hasil dari penjualan biourine sapi sebanyak 6 ekor, pupuk organik cair, dan pupuk organik padat/bulan lebih kurang Rp 24 juta. Sementara dari lele lebih kurang Rp 2,7 juta/bulan serta penghasilan ayam telor minimal 50 butir/hari x 30 hari x Rp 2000 lebih kurang Rp 300 ribu.

Hanya di atas tanah seluas 1000 meter2  bisa menghidupi satu keluarga. Sebab di dalamnya terdapat bangunan rumah seluas 6x6M2, kandang sapi empat ekor seluas 4x6 meter, kandang ayam 60 ekor luas 5x6M2, kolam ikan lele seluas 4x6 meter isi 2000 ekor, untuk bio gas penampungan dan pengolahan kotoran padat sapi dan ayam 4x6M2, lahan untuk penampungan biourine sapi 1,5 meter x 4 meter.

Selain itu, lokasi tersebut juga tersedianya bangunan rumah jamur dan Green House, tanaman sayur mayur seperti tomat, cabai dan bawang dengan sistem tumpang sari, serta dapur hidup dari biogas. Sebenarnya yang paling menguntungkan dalam program ini kotoran dan urine sapi bukan dagingnya, selain bisa dijadikan pupuk padat, sebelumnya bisa diambil gasnya yang biasa disebut sebagai biogas, ujarnya.

Biogas tersebut dapat dimanfaatkan untuk memasak dan penerangan pengganti listrik.  Jadi masyarakat tidak perlu beli gas atau minyak tanah lagi untuk memasak, selanjut juga masyarakat tidak perlu pakai listrik PLN karena sudah ada biogas sebagai penerangan di rumah, mencapai 1.000 watt daya listrik.

Program tersebut nantinya akan dilaksanakan di setiap kecamatan dan desa sebagai contoh bagi masyarakat, sehingga masyarakat akan membuat dirumah masing-masing untuk peningkatan ekonominya masing-masing.

Apabila setiap masyarakat bisa membuat program ini, maka pada  akhir 2016 diharapkan zero dari kemiskinan akan terwujud di Kampar.

(nusapos.com/Andra/rls)

Sumber :

Laporan :

Editor : 0

loading...