Kamis Pagi 17 Maret 2016, Kabut Asap Tipis Efek Kebakaran Lahan Tutupi Langit Dumai

Image
Thursday, 17 March 2016 | 01:25:09 WIB 879

DUMAI - Kabut asap hasil kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Dumai, Riau, kembali menyerang pagi ini. Berdasarkan pantauan , kabut asap tipis kembali menyelimuti hampir keseluruhan wilayah Kota Dumai, Kamis pagi (17/3/2016) sekitar pukul 06.00 WIB.

"Saya pikir kabut (embun, red) pagi. Tapi baunya seperti asap kayu yang terbakar. Anak-anak pun terpaksa saya pakaikan masker. Takut partikel kecil terhirup, melalui hidung," ujar Mastri warga Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat, Dumai.

Selain itu, dirinya juga sudah melakukan antisipasi kabut asap, dengan menyediakan masker di rumah. "Saya sudah sediakan masker untuk jaga-jaga terjadinya kabut asap," bebernya.

Sementara itu Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Dumai saat dihubungi belum dapat merilis level pencemaran udara di Kota Dumai.

"Kami mendapatkan informasi ISPU dari PT Chevron Pacific Indonesia Dumai. Karena kita (KLH) tak miliki alat ukur pencemaran udara," ujar Kasi Lingkungan Hidup KLH, Pahlawani.

(nusapos.com/Andra/rls)

Kabut asap hasil kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Dumai, Riau, kembali menyerang pagi ini. Berdasarkan pantauan , kabut asap tipis kembali menyelimuti hampir keseluruhan wilayah Kota Dumai, Kamis (17/3/2016) sekitar pukul 06.00 WIB.

"Saya pikir kabut (embun, red) pagi. Tapi baunya seperti asap kayu yang terbakar. Anak-anak pun terpaksa saya pakaikan masker. Takut partikel kecil terhirup, melalui hidung," ujar Mastri warga Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat, Dumai.

Selain itu, dirinya juga sudah melakukan antisipasi kabut asap, dengan menyediakan masker di rumah. "Saya sudah sediakan masker untuk jaga-jaga terjadinya kabut asap," bebernya.

Sementara itu Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Dumai saat dihubungi belum dapat merilis level pencemaran udara di Kota Dumai.

"Kami mendapatkan informasi ISPU dari PT Chevron Pacific Indonesia Dumai. Karena kita (KLH) tak miliki alat ukur pencemaran udara," ujar Kasi Lingkungan Hidup KLH, Pahlawani.

- See more at: http://www.potretnews.com/berita/baca/2016/03/17/pagi-ini-kabut-asap-tipis-efek-kebakaran-lahan-tutupi-langit-dumai/#sthash.ODFiUTFE.dpu
Kabut asap hasil kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Dumai, Riau, kembali menyerang pagi ini. Berdasarkan pantauan , kabut asap tipis kembali menyelimuti hampir keseluruhan wilayah Kota Dumai, Kamis (17/3/2016) sekitar pukul 06.00 WIB.

"Saya pikir kabut (embun, red) pagi. Tapi baunya seperti asap kayu yang terbakar. Anak-anak pun terpaksa saya pakaikan masker. Takut partikel kecil terhirup, melalui hidung," ujar Mastri warga Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat, Dumai.

Selain itu, dirinya juga sudah melakukan antisipasi kabut asap, dengan menyediakan masker di rumah. "Saya sudah sediakan masker untuk jaga-jaga terjadinya kabut asap," bebernya.

Sementara itu Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Dumai saat dihubungi belum dapat merilis level pencemaran udara di Kota Dumai.

"Kami mendapatkan informasi ISPU dari PT Chevron Pacific Indonesia Dumai. Karena kita (KLH) tak miliki alat ukur pencemaran udara," ujar Kasi Lingkungan Hidup KLH, Pahlawani.

- See more at: http://www.potretnews.com/berita/baca/2016/03/17/pagi-ini-kabut-asap-tipis-efek-kebakaran-lahan-tutupi-langit-dumai/#sthash.ODFiUTFE.dpuf
Kabut asap hasil kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Dumai, Riau, kembali menyerang pagi ini. Berdasarkan pantauan , kabut asap tipis kembali menyelimuti hampir keseluruhan wilayah Kota Dumai, Kamis (17/3/2016) sekitar pukul 06.00 WIB.

"Saya pikir kabut (embun, red) pagi. Tapi baunya seperti asap kayu yang terbakar. Anak-anak pun terpaksa saya pakaikan masker. Takut partikel kecil terhirup, melalui hidung," ujar Mastri warga Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat, Dumai.

Selain itu, dirinya juga sudah melakukan antisipasi kabut asap, dengan menyediakan masker di rumah. "Saya sudah sediakan masker untuk jaga-jaga terjadinya kabut asap," bebernya.

Sementara itu Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Dumai saat dihubungi belum dapat merilis level pencemaran udara di Kota Dumai.

"Kami mendapatkan informasi ISPU dari PT Chevron Pacific Indonesia Dumai. Karena kita (KLH) tak miliki alat ukur pencemaran udara," ujar Kasi Lingkungan Hidup KLH, Pahlawani.

- See more at: http://www.potretnews.com/berita/baca/2016/03/17/pagi-ini-kabut-asap-tipis-efek-kebakaran-lahan-tutupi-langit-dumai/#sthash.ODFiUTFE.dpuf
Kabut Asap Tipis Efek Kebakaran Lahan Tutupi Langit Dumai - See more at: http://www.potretnews.com/berita/baca/2016/03/17/pagi-ini-kabut-asap-tipis-efek-kebakaran-lahan-tutupi-langit-dumai/#sthash.ODFiUTFE.dpuf
Kabut Asap Tipis Efek Kebakaran Lahan Tutupi Langit Dumai - See more at: http://www.potretnews.com/berita/baca/2016/03/17/pagi-ini-kabut-asap-tipis-efek-kebakaran-lahan-tutupi-langit-dumai/#sthash.ODFiUTFE.dpuf


Sumber :

Laporan :

Editor : 0


loading...
Post
Nasional
Post
Nasional
Post
Nasional

Harga Minyak Dunia Kembali Turun

1 tahun yang lalu 728
Post
Riau

7 Tips Agar Anak Suka Berkebun

1 tahun yang lalu 706
Post
rohul
Post
Nasional
Post
Riau
Post
Nasional
Post

50 Eks Gafatar Diinapkan di Rusunawa

1 tahun yang lalu 995
Post
Nasional

Sunaryo : APBD 2016 Tinggal Pergub

1 tahun yang lalu 907
Post
Riau