Surau TV

Banner

Pembakar Lahan di Binamaju Rangsangbarat, Kepulauan Meranti, Riau Ditangkap Polisi

Image
Wednesday, 23 March 2016 | 04:40:05 WIB


SELATPANJANG - Warga Jalan Juremi Parit Sayang Dusun Parit Tengah, Desa Binamaju, Kecamatan Rangsang Barat Kepulauan Meranti, Riau, ditangkap polisi, Selasa (8/3/2016). Petani ini ditangkap lantaran kedapatan membakar lahan di Binamaju. Menurut pengakuan MS, ketika ditemui di Mapolres Kepulauan Meranti, Kamis (10/3/2016), Ia sebenarnya sudah tau ada larangan membakar lahan. Namun, Ia mengaku khilaf telah menempuh jalan pintas membersih lahan dengan cara membakar. "Namanya juga silap pak. Saya membersihkan lahan itu untuk ditanami padi dan kelapa,  " ujar bapak enam orang anak ini. Merasa menyesal dan tidak ingin petani lain berurusan dengan hukum, MS pun sempat memberikan imbauan. Kepada seluruh warga Meranti, Ia meminta untuk tidak membakar lahan apapun alasannya.

Sebab, Ia sudah merasa sendiri dampak dari melawan apa yang menjadi larangan. "Pada warga Meranti lainnya, jangan coba-coba bakar lahan. Cukuplah saya yang saat ini berurusan dengan hukum atas pembakaran lahan yang saya lakukan,  " ujarnya. Sementara itu, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, didampingi Kabag Ops Antoni L Gaol SH MSi dan Kasat Reskrim AKP Aditiya Warman, mengatakan sebenarnya pola edukasi dalam pencegahan karlahut telah mereka lakukan. Polisi telah membuat sosialisasi agar tidak membersihkan lahan dengan cara membakar, karena akan berdampak buruk seperti kebakaran lahan.

Dalam memberikan imbauan itu, juga dibuat dalam bentuk spanduk bertuliskan dalam tiga bahasa, Melayu, Jawa, dan Indonesia. "Pola edukasi telah kita terapkan. Hanya saja, kesadaran dari masyarakat itu lagi yang harus ada. Seperti Pak MS, Ia mengaku tau akan larangan, namun tetap saja membakar,  " kata Pandra. "Akibat aktivitasnya ini, lahan yang terbakar lebih kurang setengah hektar. Beruntung cepat dilakukan pemadaman oleh masyarakat dan polisi,  " tambah Pandra. Selain dalam bentuk spanduk, tambah Pandra pula, mereka juga telah membentuk tim terpadu penanganan karlaut, serta Forum Group Discussion (FGD). Menurut keterangan Pandra, pelaku membakar bekas tebangan kayu tanpa membuat sekat pembakar. Masyarakat yang melihat aktivitas MS ini cepat memberikan informasi ke Polisi. Setelah Polisi tiba di TKP, maka ditemukan pelaku beserta barang bukti berupa parang, korek api, dan ban dalam sepeda motor untuk membuat api. Polisi dan warga setempat langsung melakukan pemadaman. Kalau tidak dipadam, api akan cepat menjalar ke lahan lain.

Atas kejadian ini, MS dijerat dengan pasal 108 Jo pasal 56 ayat (1) UU RI No 39 tahun 2014 tentang perkebunan dan atau pasal 108 Jo pasal 69 ayat (1) huruf H UU RI No 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup Jo pasal 4 ayat (1) dan (3) peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 10 tahun 2010 tentang mekanisme pencegahan pencemarah dan atau kerusakan lingkungan hidup yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan.

(nusapos.com/Andra/rls)
 

SELATPANJANG[RiauMonitor.com] - warga Jalan Juremi Parit Sayang Dusun Parit Tengah, Desa Binamaju, Kecamatan Rangsang Barat Kepulauan Meranti, Riau, ditangkap polisi, Selasa (8/3/2016). Petani ini ditangkap lantaran kedapatan membakar lahan di Binamaju. Menurut pengakuan MS, ketika ditemui di Mapolres Kepulauan Meranti, Kamis (10/3/2016), Ia sebenarnya sudah tau ada larangan membakar lahan. Namun, Ia mengaku khilaf telah menempuh jalan pintas membersih lahan dengan cara membakar. "Namanya juga silap pak. Saya membersihkan lahan itu untuk ditanami padi dan kelapa,  " ujar bapak enam orang anak ini. Merasa menyesal dan tidak ingin petani lain berurusan dengan hukum, MS pun sempat memberikan imbauan. Kepada seluruh warga Meranti, Ia meminta untuk tidak membakar lahan apapun alasannya. 
 
Sebab, Ia sudah merasa sendiri dampak dari melawan apa yang menjadi larangan. "Pada warga Meranti lainnya, jangan coba-coba bakar lahan. Cukuplah saya yang saat ini berurusan dengan hukum atas pembakaran lahan yang saya lakukan,  " ujarnya. Sementara itu, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, didampingi Kabag Ops Antoni L Gaol SH MSi dan Kasat Reskrim AKP Aditiya Warman, mengatakan sebenarnya pola edukasi dalam pencegahan karlahut telah mereka lakukan. Polisi telah membuat sosialisasi agar tidak membersihkan lahan dengan cara membakar, karena akan berdampak buruk seperti kebakaran lahan. 
 
Dalam memberikan imbauan itu, juga dibuat dalam bentuk spanduk bertuliskan dalam tiga bahasa, Melayu, Jawa, dan Indonesia. "Pola edukasi telah kita terapkan. Hanya saja, kesadaran dari masyarakat itu lagi yang harus ada. Seperti Pak MS, Ia mengaku tau akan larangan, namun tetap saja membakar,  " kata Pandra. "Akibat aktivitasnya ini, lahan yang terbakar lebih kurang setengah hektar. Beruntung cepat dilakukan pemadaman oleh masyarakat dan polisi,  " tambah Pandra. Selain dalam bentuk spanduk, tambah Pandra pula, mereka juga telah membentuk tim terpadu penanganan karlaut, serta Forum Group Discussion (FGD). Menurut keterangan Pandra, pelaku membakar bekas tebangan kayu tanpa membuat sekat pembakar. Masyarakat yang melihat aktivitas MS ini cepat memberikan informasi ke Polisi. Setelah Polisi tiba di TKP, maka ditemukan pelaku beserta barang bukti berupa parang, korek api, dan ban dalam sepeda motor untuk membuat api. Polisi dan warga setempat langsung melakukan pemadaman. Kalau tidak dipadam, api akan cepat menjalar ke lahan lain. 
 
Atas kejadian ini, MS dijerat dengan pasal 108 Jo pasal 56 ayat (1) UU RI No 39 tahun 2014 tentang perkebunan dan atau pasal 108 Jo pasal 69 ayat (1) huruf H UU RI No 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup Jo pasal 4 ayat (1) dan (3) peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 10 tahun 2010 tentang mekanisme pencegahan pencemarah dan atau kerusakan lingkungan hidup yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan.
- See more at: http://riaumonitor.com/read-6535--bakar-lahan-warga-binamaju-rangsangbarat-ditangkap-polisi-.html#sthash.VQzvV8Px.dpuf
SELATPANJANG[RiauMonitor.com] - warga Jalan Juremi Parit Sayang Dusun Parit Tengah, Desa Binamaju, Kecamatan Rangsang Barat Kepulauan Meranti, Riau, ditangkap polisi, Selasa (8/3/2016). Petani ini ditangkap lantaran kedapatan membakar lahan di Binamaju. Menurut pengakuan MS, ketika ditemui di Mapolres Kepulauan Meranti, Kamis (10/3/2016), Ia sebenarnya sudah tau ada larangan membakar lahan. Namun, Ia mengaku khilaf telah menempuh jalan pintas membersih lahan dengan cara membakar. "Namanya juga silap pak. Saya membersihkan lahan itu untuk ditanami padi dan kelapa,  " ujar bapak enam orang anak ini. Merasa menyesal dan tidak ingin petani lain berurusan dengan hukum, MS pun sempat memberikan imbauan. Kepada seluruh warga Meranti, Ia meminta untuk tidak membakar lahan apapun alasannya. 
 
Sebab, Ia sudah merasa sendiri dampak dari melawan apa yang menjadi larangan. "Pada warga Meranti lainnya, jangan coba-coba bakar lahan. Cukuplah saya yang saat ini berurusan dengan hukum atas pembakaran lahan yang saya lakukan,  " ujarnya. Sementara itu, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, didampingi Kabag Ops Antoni L Gaol SH MSi dan Kasat Reskrim AKP Aditiya Warman, mengatakan sebenarnya pola edukasi dalam pencegahan karlahut telah mereka lakukan. Polisi telah membuat sosialisasi agar tidak membersihkan lahan dengan cara membakar, karena akan berdampak buruk seperti kebakaran lahan. 
 
Dalam memberikan imbauan itu, juga dibuat dalam bentuk spanduk bertuliskan dalam tiga bahasa, Melayu, Jawa, dan Indonesia. "Pola edukasi telah kita terapkan. Hanya saja, kesadaran dari masyarakat itu lagi yang harus ada. Seperti Pak MS, Ia mengaku tau akan larangan, namun tetap saja membakar,  " kata Pandra. "Akibat aktivitasnya ini, lahan yang terbakar lebih kurang setengah hektar. Beruntung cepat dilakukan pemadaman oleh masyarakat dan polisi,  " tambah Pandra. Selain dalam bentuk spanduk, tambah Pandra pula, mereka juga telah membentuk tim terpadu penanganan karlaut, serta Forum Group Discussion (FGD). Menurut keterangan Pandra, pelaku membakar bekas tebangan kayu tanpa membuat sekat pembakar. Masyarakat yang melihat aktivitas MS ini cepat memberikan informasi ke Polisi. Setelah Polisi tiba di TKP, maka ditemukan pelaku beserta barang bukti berupa parang, korek api, dan ban dalam sepeda motor untuk membuat api. Polisi dan warga setempat langsung melakukan pemadaman. Kalau tidak dipadam, api akan cepat menjalar ke lahan lain. 
 
Atas kejadian ini, MS dijerat dengan pasal 108 Jo pasal 56 ayat (1) UU RI No 39 tahun 2014 tentang perkebunan dan atau pasal 108 Jo pasal 69 ayat (1) huruf H UU RI No 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup Jo pasal 4 ayat (1) dan (3) peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 10 tahun 2010 tentang mekanisme pencegahan pencemarah dan atau kerusakan lingkungan hidup yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan.
- See more at: http://riaumonitor.com/read-6535--bakar-lahan-warga-binamaju-rangsangbarat-ditangkap-polisi-.html#sthash.VQzvV8Px.dpuf

Sumber :

Laporan :

Editor : 0

loading...