Kemenag Rohul dan SNIP AUSAID Gelar FGD

Image
Thursday, 24 March 2016 | 01:52:59 WIB 820

ROKAN HULU - Dalam rangka mempercepat pelaksanaan akreditasi madrasah dan Pondok Pesantren di lingkungan kantor Kementerian Agama (kemenag) Kab Rohul, maka Kemenag Rohul bekerjasama dengan Sub Nastional Implementing Program (SNIP) kerjasama Australia Indonesia (AUSAID), gelar Forum Group Dicussion, Rabu (23/3/2016) bertempat di hotel Sapadia, Kota Pasir Pengaraian.
 
Rapat ini digelar sehubungan dengan telah berakhirnya (closing Program) percepatan akreditasi madrasah dan Pondok Pesantren, kerjasama Kemenag Rohul dengan SNIP AUSAID pada 10 madrasah dan Ponpes di Rohul, dengan hasil yang memuaskan, yaitu 3 meraih Akreditasi A, 5 Akreditasi B, dan 2 Akreditasi C.
 
FGD tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Rohul Drs H Achmad MSi yang diwakili oleh Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat H Syaiful Bahri SSos MSi, dihadiri oleh Advisor Senior AUSAID dari Jakarta Muhammad Ihsan, Direktur SNIP Kanwil Kemenag Prov Riau Drs H Syamsul, dan Pgs Kakanwil Kemenag Prov Riau Drs H Mahyuddin MA.
 
Rapat diikuti oleh 43 peserta, terdiri dari Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Kasi Pendidikan Islam Drs H Syahruddin, Kadis Dikpora yang diwakili oleh Kabid Dikmen, Kepoala Bappeda, Kabag Kesra, Kepala BRK Pasir Pengaraian, Kepala KUA, dan peserta lainnya dari berbagai instansi terkait.
 
Syaiful Bahri dalam sambutan pengarahannya menyatakan bahwa percepatan akreditasi madrasah memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat Rohul, sebab dengan adanya akreditasi ini, maka madrasah akan meningkat mutu dan kualitasnya, yang pada gilirannya meningkatkan kualitas outputnya.
 
Pgs Kakanwil Kemenag Riau Mahyuddin menyatakan bahwa Kanwil Kemenag Riau melakukan berbagai upaya dan terobosan untuk melakukan percepatan akreditasi madrasah dan Ponpes, salah satu diantaranya adalah melakukan kerjasama dengan pihak Australia, hanya saja kerjasama ini telah berakhir, sehingga diperlukan mencari alternative dsumber dana lain.
 
Advisor Senior AUSAID Muhammad Ihsan mengatakan bahwa pihaknya berminat melakukan ketrjasama dengan Pemkab Rohul, untuk melakukan kerjasama percepatan akreditasi madrasah, dengan memanfaatkan assessor dan mentor yang telah disiapkan secara berkualitas, untuk selanjutnya membimbing madrasah dari sisi manajemen dan pengelolaannya.
 
Kerjasama juga dapat dilakukan dalam peningkatan mutu dan kualitas sumberdaya manusia (SDM) madrasah dan Ponpes, khususnya para guru dan tenaga administrasi yang mengelola keuangan dan administrasi, sehingga mempercepat kesiapan akreditasi madrasah dan Ponpes.
 
Kepala SNIP Kanwil Kemenag Riau Drs H Syamsul dalam laporannya mengatakan bahwa saat ini program AUSAID telah berhasil dengan baik dan menjadikan Madrasah Nurul Ilmi dari Mahato Tambusai Utara sebagai madrasah terbaik dari 62 madrasah yang menjadi sasaran program.
 
Sementara itu Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, mengatakan bahwa pihaknya sangat berterima kasih kepada pihak Australia yang telah membantu percepatan akreditasi madrasah di Rohul dengan hasil yang sangat memuaskan, dan salah satu madrasahnya meraih prestasi terbaik dari yang lainnya.
 
Untuk itu, Ahmad Supardi berharap agar program ini dapat ditindaklanjuti dalam bentuk lain, dengan mencari dana di luar bantuan dari Negara Australia, tetapi tetap sejalan dengan program yang telah digariskan bersama Pemerintah Australia dan Indonesia, sehingga terwujud madrasah dan Ponpes yang berkualitas.
 
Pihasknya akan berupaya secara maksimal untuk mendapatkan sumberdana baru baik dari Pemerintah Pusat melalui APBN, dari Pemkab Rohul melalui APBD, dari perusahaan dan dunia usaha/Industri melalui dana CSR, dari Komite Madrasah/Ponpes, dari masyarakat secara umum, dan lain sebagainya.
 
Menurut Ahmad Supardi yang mantan Kasubag Humas dan Perencanaan Kanwil Kemenag Prov Riau ini, madrasah dan Ponpes memiliki empat sumberdana potensial, yaitu Pemerintah Pusat melalui APBN, Pemerintah Daerah melalui APBD, Dunia Usaha/Industri seperti perbankan, perusahaan, perkebunan, dan sebagainya, Komite madrasah/Ponpes, dan dari  masyarakat secara umum.(fr/rls)


Sumber :

Laporan :

Editor : 0


loading...