Kakan Kemenag Rohul Tinjau USBN PAI di SMUN 1 Rambah

Image
Friday, 25 March 2016 | 10:06:18 WIB 538

ROKAN HULU -Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Kab Rokan Hulu (Rohul) Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, didampingi Kasi Pendidikan Islam Drs H Syahruddin MSy, tinjau pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Pendidikan Agama Islam (PAI) pada SMUN 1 Rambah Pasir Pengaraian, Kamis (24/3/2016).
 
USBN SMU dilaksanakan di seluruh SMU dan SMK yang ada di Rohul, yang dilakukan oleh masing-masing sekolah, dengan soal yang dibuat oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) Rohul, dengan berpedoman pada kisi-kisi yang ditetapkan secara nasional oleh Kemenag RI.
 
Ahmad Supardi yang mantan Kepala Humas dan Perencanaan Kanwil Kemenag Prov Riau ini, lebih lanjut menyatakan bahwa pelaksanaan USBN PAI ini adalah bahagian yang tidak terpisahkan dari Ujian Nasional (UN) yang akan dilaksanakan beberapa waktu ke depan, dan menjadi salah satu komponen penilaian akhir lulus sekolah.
 
Dikatakannya, bahwa pelaksanaan USBN PAI ini bersamaan dengan pelaksanaan mata pelajaran lainnya, dengan waktu yang telah disusun oleh Disdikpora Rohul bekerjasama dengan Kemenag Rohul, sehingga pelaksanaanya serentak, untuk menghindari adanya kebocoran soal dan jawaban.
 
Ahmad Su[pardi yang alumni Pondok Pesantren Musthafawiyah Purbabaru Sumatera Utara ini, menyatakan bahwa USBN pada SMUN 1 Rambah diikuti sebanyak 272 orang, dengan perincian beragama Islam 264 orang, beragama Kristen 4 orang, dan beragama Katolik sebanyak 2 orang.
 
Berdasarkan pantauannya di lokasi pelaksanaan, USBN PAI berjalan dengan tertib, aman, dan tepat waktu. Hal yang sama juga berlaku bagi SMU dan SMK lainnya se Rohul, sesuai dengan pantauan staf dan Pengawas Pendidikan agama dan keagamaan Kemenag Rohul.
 
Ahmad Supardi Hasibuan kepada wartawan mengatakan, bahwa pihaknya berharap agar USBN PAI ini berjalan dengan jujur, para siswa/i yang ujian dan mengerjakan soal, sedangkan guru melakukan pengawasan. Hal ini sangat penting sebab kejujuran adalah modal yang sangat berharga bagi kehidupan seorang anak didik di masa depan.
 
Untuk apalah kita memiliki nilai yang tinggi, tetapi hasil dari ketidak jujuran, tentu tidak ada manfaatnya bagi kita. Selain itu, justru akan merugikan diri kita sendiri. Yang rugi bukan hanya diri yang bersangkutan, tetapi negarapun akan rugi, karena gereasi mudanya lahir dari ketidak jujuran.(fr/rls)


Sumber :

Laporan :

Editor : 0


loading...
Post
rohul
Post
Riau

7 Tips Agar Anak Suka Berkebun

1 tahun yang lalu 707
Post
Riau
Post
Riau

SD Juara Pekanbaru Gelar Pentas Seni

1 tahun yang lalu 559
Post
rohul
Post
rohul