Pencemaran Sungai di Desa Bedeng Sikuran Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuantan Singingi

Image
Friday, 25 March 2016 | 06:30:49 WIB 1143

TELUK KUANTAN – Limbah pabrik milik PT Gemilang Sawit Lestari (GSL) yang terdapat di Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuantan Siningi diduga telah mencemari sungai di desa Bedeng Sikuran dan beberapa desa lainnya di Kecamatan Inuman.

Hal ini membuat warga desa Bedeng Sikuran dan desa sekitarnya di kecamatan Inuman mengeluh karena berdampak pada aktivitas warga setempat yang menggunakan air sungai untuk berbagai keperluan selama ini.

Kenapa tidak, limbah yang yang berada didalam sungai membuat kondisi air sungai yang dulunya jernih sekarang menjadi berwarna kehitam-hitaman dan berminyak. Padahal selama ini, sungai tersebut digunakan untuk mandi, mencuci dan keperluan memasak. DPRD Kuansing yang menerima laporan warga pun geram atas kondisi ini.

"Iya, mau gimana lagi, sekarang air sungai sudah tidak bisa digunakan lagi, biasanya Warga setempat, atau pinggiran Sungai ini selalu mengunakan air Sungai ini untuk mandi, mencuci pakaian dan lainya, sekarang tidak bisa lagi," kata Sinta (20) warga Desa Bedeng Sikuran, kecamatan Inuman Kepada wartawan yang turut serta melakukan peninjauan kelapangan bersama rombongan Komisi B DPRD Kuansing, Kamis (24/3/2016) Siang.

Senada dengan Sinta, Rizki (27) juga mengeluhkan air sungai yang sudah tak bisa digunakan lagi alias tercemar. Kemudian lanjutnya saat limbah mencapai puncaknya akan banyak ikan yang mati serta tidak bisa digunakan untuk mandi karena bisa berakibat gatal-gatal pada seluruh tubuh.

" Kami Minta pihak perusahaan, agar mencari solusi mengatasi pencemaran air ini, seperti solusi bagaimana air sungai ini bisa digunakan lagi dan tidak tercemar lagi," harapnya.

Di sela-sela peninjauan anggota DPRD Kuansing,Jefri Antoni, ST kepada wartawan, menyesalkan perlakuan pihak perusahaan. Oleh sebab itu dirinya minta kepada pihak perusahaan dalam mengelola limbah agar tidak merugikan masyarakat. "  Kalau perusahaan tidak bisa menjaga limbah tersebut maka tutup saja langsung perusahaannya,"tegasnya.

" Sebab keberadaan perusahaan ini katanya menguntungkan bagi masyarakat, kalau kondisinya seperti ini berartikan merugikan bagi masyarakat, lebih baik ditutup saja," tegasnya.

Sastra Febriawan yang juga anggota DPRD KUansing, meminta kepada PT. GSL harus bertanggunggung jawab terhadap kerusakan lingkungan dan terhadap masyarakat pemanfaat Sungai. Dua anggota dewan ini bersuara keras karena mereka merupakan wakil rakyat dari Dapil III termasuk Inuman.

Sementara itu pihak PT. GSL belum dapat dikonfirmasi terkait masalah ini dan upaya yang akan dilakukan terhadap pengelolaan limbah kedepannya

(nusapos.com/Andra/rls)


Sumber :

Laporan :

Editor : 0


loading...
Post
rohul
Post
rohul
Post
Nasional
Post
Nasional

Harga Minyak Dunia Kembali Turun

1 tahun yang lalu 719
Post
rohul
Post
Riau

7 Tips Agar Anak Suka Berkebun

1 tahun yang lalu 700
Post
Riau

SD Juara Pekanbaru Gelar Pentas Seni

1 tahun yang lalu 548