Surau TV

Banner

Ibu Hamil dan Miliki Balita Ingin Dapat Dana Kemensos Rp 1,2 Juta

Image
Wednesday, 30 March 2016 | 14:39:08 WIB


DURI - Ibu hamil dan miliki balita di Indonesia bisa mendapatkan dana Rp1,2 juta dari Kementrian Sosial Republik Indonesia. Namun baru 2016 ini informasi tersebut digadang-gadangkan oleh Menteri Sosial Khofifah Indar dan diketahui oleh masyarakat banyak. Sehingga masyarakat penasaran apa itu dana PKH dan bagaimana mendapatkannya.

Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program perlindungan sosial yang memberikan bantuan tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) dan bagi anggota keluarga RTS diwajibkan melaksanakan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Program ini, dalam jangka pendek bertujuan mengurangi beban RTSM dan dalam jangka panjang diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan antar generasi, sehingga generasi berikutnya dapat keluar dari perangkap kemiskinan. Tujuan ini berkaitan langsung dengan upaya mempercepat pencapaian target Millennium Development Goals (MDGs).

Adapun persyaratan untuk mendapatkannya, secara umum berupa kehadiran di fasilitas pendidikan (misalnya bagi anak usia sekolah), ataupun kehadiran di fasilitas kesehatan (misalnya bagi anak balita, atau bagi ibu hamil).

Seperti yang dikutip GoRiau.com dari www.tnp2k.go.id, PKH diberikan kepada Keluarga Sangat Miskin (KSM). Data keluarga yang dapat menjadi peserta PKH didapatkan dari Basis Data Terpadu dan memenuhi sedikitnya satu kriteria kepesertaan program berikut, yaitu:


1. Memiliki ibu hamil/nifas/anak balita.
2. Memiliki anak usia 5-7 tahun yang belum masuk pendidikan dasar (anak pra sekolah).
3. Anak usia SD/MI/Paket A/SDLB (usia 7-12 tahun).
4. Anak  SLTP/MTs/Paket B/SMLB (Usia 12-15).
5. Anak 15-18 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar termasuk anak dengan disabilitas.

Sebagai bukti kepesertaan PKH, KSM diberikan Kartu Peserta PKH.Uang bantuan dapat diambil oleh Pengurus Keluarga di Kantor Pos terdekat dengan membawa Kartu Peserta PKH dan tidak dapat diwakilkan.

Peserta penerima PKH wajib di Resertifikasi pada tahun kelima (5) kepesertaan PKH dengan melihat kondisi sosial ekonomi serta syarat kepesertaan rumah tangga PKH. Rumah tangga yang tidak memenuhi persyaratan akan keluar dari program (Lulus), sementara itu untuk mereka yag masih memenuhi persyaratan akan menerima tambahan program selama tiga tahun (Transisi).

Rumah Tangga Transisi diwajibkan untuk mengikuti kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan keluarga (P2K2) dengan memperoleh pengetahuan mengenai; Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga. Rumah Tangga yang Lulus (Graduasi) direkomendasikan untuk menerima program perlindungan sosial lainnya.

(nusapos.com/Andra/rls)
 

Sumber :

Laporan :

Editor : 0

loading...