Wartawan Indonesia Kunjungi Israel, MUI: Jangan Menjual Harga Diri dengan Murah

Image
Wednesday, 30 March 2016 | 12:25:35 WIB


Jakarta – Kunjungan wartawan Indonesia ke Israel beberapa waktu lalu mengundang reaksi banyak pihak. Ketua bidang luar negeri Majelis Ulama Indonesia, Muhyidin Junaidi pun angkat bicara. Menurutnya, kunjungan tersebut adalah bentuk pelanggaran konstitusi.

“Kunjungan wartawan Indonesia ke Israel bertemu dengan perdana menteri adalah pelanggaran konstitusi yang dipegang oleh republik Indonesia,” ujarnya saat dihubungi Kiblat.net pada Rabu (29/03).

Ia juga menilai bahwa kunjungan tersebut sangat melukai perasaan umat Islam Indonesia. “Kunjungan itu sangat melukai perasaan dan emosional umat Islam Indonesia, karena kita tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel,” imbuhnya.

Menurutnya, Israel itu sampai saat ini tetap negara penjajah yang menolak kemerdekaan penduduk Palestina. Oleh karena itu kita mengutuk kunjungan tersebut, dan meminta kepada kementerian luar negeri Indonesia agar segera memanggil mereka yang berkunjung ke sana, yang mengatasnamakan wartawan Indonesia.

“Dengan negara sebagai mayoritas penduduknya Muslim, apa yang dilakukan itu ada dampaknya sangat besar kepada hubungan internasional,” tuturnya.

Kunjungan tersebut, kata dia, perlawanan terhadap kesepakatan Organisasi Kerjasama Islam yang diadakan di Indonesia beberapa waktu lalu, tentang perlunya pemboikotan terhadap produk-produk Israel.

“Kunjungan tersebut secara tidak langsung mempromosikan Israel dengan segala kelicikannya, jadi sudah saatnya, kita bangsa Indonesia meningkatkan kewaspadaan. Memang banyak sel-sel Israel yang beroperasi di dalam negeri dengan berbagai macam kedok,” ungkapnya.

Maka, ia menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menjual harga diri bangsa Indonesia dengan harga yang murah. “Oleh karena itu, jangan sampai kita menjual kedaulatan negara kita, menjual harga diri kita, dengan harga yang murah,” tandasnya.(***)

Sumber :

Laporan :

Editor : 0

loading...