67.737 Siswa SMA Sederajat di Riau Hari Ini Ikuti UN

Image
Monday, 04 April 2016 | 01:03:21 WIB


PEKANBARU  - Sebanyak 67.737  peserta dari Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasyah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) dan Program Kesetaraan paket C, se Riau, besok Senin 4 April 2016 akan mengikuti Ujian Nasional.

Mata Pelajaran yang akan diujian pada UN hari pertama ini untuk SMA/MA/SMALB/SMK dan Paket Kesetaraan adalah pada jam pertama, bahasa Indonesia untuk Jurusan IPA, IPS dan Bahasa, baik yang menggunakan Computer Basic Test (CBT) maupun sistem LJk atau manual.

Dan pada jam kedua, jurusan IPA mata pelajaran Kimia, Jurusan IPS, mata pelajaran Geografi dan Jurusan Bahasa, Sastra Indonesia/Bahasa dan Sastra Indonesia. Sedangkan untuk jurusan keagamaan, mata pelajaran Hadis, Kitab Suci dan Alkitab. 

Ketua Panitia UN 2016 Provinsi Riau Drs H Abdul Kadir menjelaskan, dari 67.737 peserta tersebut terdapat di 1.001 Sekolah, baik Negeri maupun swasta, dengan rincian SMA 38.268 peserta. SMK, 14.151 peserta. MA 9.052 peserta. SMALB 32 peserta. Dan Program Kesetaraan Paket C, 6.234 peserta. 

"Untuk soal, telah kita distribusikan sejak Senin 28 Maret hingga Kamis 31 Maret 2016. Soal-soal tersebut ditempat dimasing-masing posko yang disiapkan oleh Kabupaten dan Kota, dan pada pagi hari H pelaksanaan UN, akan dijemput masing-masing sekolah," jelas Kadir, Minggu (3/4).

Kadir menjelaskan, Untuk persiapan pelaksanaan UN sendiri, persiapan sekolah menggunakan UN CBT sejauh ini tidak ada kendala. Bahkan, pihaknya sudah mensosialisasikan kepada sekolah yang menerapkan CBT tersebut. 

"Sekolah di Riau menggunakan ujian CBT berjumlah 57 sekolah, yakni SMA 17 sekolah dengan peserta 3.615 siswa, dan SMK 40 sekolah dengan 9.180 siswa," sebutnya.

Meski hasil UN ini tidak merupakan satu-satunya penentu kelulusan, Kadir tetap berpesan kepada seluruh peserta untuk dapat mengikuti pelaksanaan Un ini dengan sungguh-sungguh dan agar dapat mengerjakan soal dengan baik, hingga mampu meriah hasil optimal.

Dia juga berpesan agar peserta untuk tidak mempercayai jika ada yang mengatakan memiliki lembar jawaban, karena untuk saol UN ini dijaga ketat oleh pihak keamanan, yang dimulai dari saat proses pencetakan atau penggandaan soal, hingga pada saat sekolah mengambil soal, dimasing-masing posko UN di daerah, hingga sampai LJk dikirimkan.(fr/rls)

Sumber :

Laporan :

Editor : 0

loading...