Perpisahan MAN Pasir Pengaraian Ditandai Linangan Air Mata

Monday, 02 May 2016 | 09:20:51 WIB 452

ROKAN HULU - Linangan ataupun Deraian air mata sedih dan bahagia, ditambah dengan peluk haru, antara murid dengan guru, antara guru dengan orang tua murid, antara murid dengan murid yang lainnya, menandai acara perpisahan dan penyerahan kembali siswa/i kepada orang tua murid yang ditaja oleh MAN Pasir Pengaraian, Kamis (28/4/2016) bertempat di kampus MAN Pasir Pengaraian.
 
Acara perpisahan tersebut, dihadiri oleh Bupati Rohul yang diwakili oleh Asisten Dua H Syaiful Bahri SSos MSi, Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, tokoh masyarakat Rohul Ketua FPI  Yulihesman SAg, tokoh pendiri MAN Pasir Pengaraian H Syafri SAg MPd, Ibu Nasko, Ketua Muhammadiyah Rohul Akhiruddin Nasution SAg.
 
Hadir juga Kapolsek Rambah, Kades Boter, Kepala MAN Pasir Pengaraian Dewi Sami Wardani SPd, Seniman Rohul Udin Sedunia, aktifis partai politik Samarita, Tokoh pendidikan Syafri Umar SAg, para orang tua murid, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, majelis guru, dan siswa/i MAN Pasir Pengaraian.
 
Syaiful Bahri dalam sambutan pengarahannya, memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada orang tua murid yang menyekolahkan anaknya di MAN Pasir Pengaraian, sebab pendidikan di MAN memiliki dua keunggulan, yaitu mendapatkan ilmu pengetahuan umum dan mendapatkan ilmu pengetahuan agama.
 
Syaiful Bahri bahkan akan meniru pendidikan madrasah untuk diterapkan dalam pendidikan sekolah, sebab kenakalan remaja yang saat ini marak di kalangan anak-anak muda, adalah disebabkan lemahnya pengetahuan, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan agama.
 
Hal inilah yang mendorong, didirikannya Pendidikan Diniyah Takmiliyah Wustha (PDTW) dan Pendidikan Diniyah Takmiliyah Ulya (PDTU) di setiap SMP dan SMU di Kab Rohul. Sehingga dengan demikian, anak didik memiliki filter yang kuat untuk menyaring setiap arus dan budaya negative yang masuk dari pihak luar.
 
Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, menyatakan bahwa pendidikan madrasah pada dasarnya adalah pendidikan modern dan bernuansa masa depan, sebab di madrasah anak didik, bukan hanya dididik untuk selamat di dunia, tetapi juga diberi pendidikan untuk selamat di akhirat.
 
Tidak ada satupun system pendidikan di Indonesia ini yang memiliki visi dan misi seperti madrasah. Pendidikan kita, hanya mengajari anak didiknya untuk memiliki keterampilan memperoleh kebahagiaan di dunia. Sedangkan pendidikan madrasah akan memberikan bekal hidup di dunia dan di akhirat sekaligus, papar Ahmad Supardi.(fr/rls/ash)


Sumber :

Laporan :

Editor : 0


loading...
rohul
Post
rohul
Post
rohul
Post
rohul
Post
Riau

7 Tips Agar Anak Suka Berkebun

1 tahun yang lalu 700
Post
Riau
Post
Riau

SD Juara Pekanbaru Gelar Pentas Seni

1 tahun yang lalu 548
Post
rohul
Post
rohul