Menteri Agama Minta Aktifis Rohis Hindari Intoleransi dan Radikalisme

Image
Monday, 09 May 2016 | 01:38:52 WIB


ROKAN HULU – Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin (LHS) mengharapkan agar siswa/i SMA/SMK yang tergabung dalam aktifis Rohani Islam (Rohis) se Indonesia, dapat menghindari sikap intoleransi terhadap penganut agama lain, dan berfaham radikalisme, yang pada akhirnya berujung pada perbuatan teroris, yang dapat menghancurkan keamanan dan kedamaian.
 
Sikap intoleransi, eksklusifisme, radikalisme, dan bahkan terorisme, adalah sifat-sifat dan faham-faham yang dapat merusak kehidupan berbangsa dan bernegara, yang bukan hanya merusak multikulturalisme dan kerukunan antar umat beragama, tetapi juga dapat membahayakan kertukunan intern umat beragama.
 
Untuk itu, Menteri LHS mengharapkan agar kualitas pembinaan rohani Islam di SMA/SMK seluruh Indonesia ditingkatkan, sebab jika anak-anak didik tidak mengetahui ilmu agama Islam dan tidak memiliki akhlakul karimah, maka mereka akan mudah dirayu dan dibujuk orang lain untuk ikut terlibat secara langsung dalam hal radikalisme dan bahkan terorisme.
 
Demikian disampaikan Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin (LHS) ketika membuka secara resmi perkemahan Rohani Islam (Rohis), Selasa (3/5/2016), yang diikuti siswa/i SMA/SMK se Indonesia pada tanggal 3 s/d 5 Mei 2016, bertempat di bumi perkemahan Cibubur, Jakarta.
 
Menteri LHS lebih lanjut mengharapkan, agar anak-anak didik memiliki wawasan kebangsaan dan keislaman sekaligus, sehingga mereka memiliki kepribadian yang utuh dan bisa hidup berdampingan dalam suasana perbedaan dan terhindar dari sikap intoleransi, serta terhindar dari narkoba dan sifat-sifat terlarang lainnaya.
 
Pgs Kepala Kanwil Kemenag Riau Drs H Mahyuddin MA mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting bagi aktifis Rohani Islam, sebab mereka itu adalah generasi muda harapan masa depan bangsa ini, yang diharapkan kelak mampu membawa angin segar perubahan, untuk perbaikan bangsa ini di masa depan.
 
Sementara itu, Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, usai acara pembukaan mengatakan bahwa kegiatan perkemahan ini sangat penting dan bermanfaat bagi siswa/i SMA/SMK se Indonesia, setidaknya mereka bisa bersilaturrahim, menjalin persaudaraan sesame generasi muda Islam.
 
Mereka-mereka ini adalah generasi muda harapan bangsa, calon pemimpin umat dan bangsa di masa depan, serta agen-agen perubahan ke arah yang lebih baik, untuk melanjutkan perjuangan bangsa Indonesia menjadikan insane-insan yang utuh antara material dan spitual secara bersamaan, tandas Ahmad Suipardi.(fr/ash)

Sumber :

Laporan :

Editor : 0

loading...