Berusaha Kabur

Paha Pelaku Transaksi Senpi Ilegal Ditembus Timah Panas

Image
Wednesday, 11 October 2017 | 15:35:24 WIB 351

SIAK (nusapos.com)-Anggota Unit Reskrim Polsek Kandis terpaksa menembak BH (18) saat akan transaksi jual beli senjata api rakitan ilegal di Kabupaten Siak, Riau. Selama ini, dia diincar polisi karena terindikasi menjual senpi tersebut.

Paha kanan pelaku bolong akibat peluru petugas yang ditembakkan saat penangkapan di Jalan Lintas Pekanbaru - Duri kilometer 80 Kelurahan Kandis Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.

Kapolres Siak AKBP Barliansyah mengatakan, remaja itu berdomisili di RT 02 RW 06 Desa Kandis Godang Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak. Saat akan dilakukan penangkapan, pelaku yang membawa senpi itu berusaha kabur.

"Tapi petugas mengejar dan memberikan tembakan peringatan, pelaku tak menggubris dan membahayakan petugas saat itu, lalu ditembak paha kanannya," kata Barliansyah, Selasa (10/10).

Meski demikian, pelaku masih saja berusaha lari dengan kaki terpincang-pincang. Polisi pun mengejar pelaku dan berhasil menyergapnya. Kemudian petugas membawa pelaku ke Puskesmas Kandis untuk diobati.

"Setelah itu, pelaku dibawa ke Polsek Kandis untuk dilakukan pemeriksaan bersama seorang temannya yang akan menjadi saksi,” jelas Barliansyah.

Dari penyergapan itu, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa 1 pucuk senpi rakitan warna hitam, gagang plastik warna coklat mirip jenis Revolver dengan lobang silinder sebanyak 6 buah. Serta, di dalam silinder ditemukan 1 cartridge kuningan.

Polisi juga menemukan 1 tas sandang warna biru terbuat dari kain yang berisikan 9 butir cartridge, ujungnya tertempel peluru jenis senapan angin, serta 1 batang besi bulat padat sepanjang 15 cm.

"Kepada petugas, pelaku mengaku senpi rakitan tersebut diperoleh dari almarhum ayahnya yang sudah meninggal satu tahun lalu," kata Barliansyah.

Dari rumah tersangka, Polisi juga menemukan 1 pucuk benda mirip senjata api yang terbuat dari plastik warna hitam. Ada juga 52 butir cartridge kuningan yang di ujungnya ditempelkan jenis peluru senapan angin.

Bahkan 104 butir Cartridge kuningan merek Super Fix PL 22 yang berisi mesiu ditemukan petugas, selain itu ada juga 1 kotak peluru senapan angin yang terbuat dari timah dan 200 butir peluru senapan angin yang terbuat dari timah.

"Tersangka dijerat pasal 1 Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman pidana 20 tahun penjara," ujar perwira menengah jebolan Akademi Kepolisian tahun 1996 ini.


Sumber : parasriau

Laporan : -

Editor : Red


loading...
Post
Nasional
Post
Nasional