Resahkan Masyarakat

Warung Remang-remang Sepanjang SM Amin Harus Segera Ditertibkan

Image
Thursday, 09 November 2017 | 22:30:15 WIB 234

PEKANBARU (nusapos.com)-Keberadaan warung remang-remang yang berkedok karaoke khususnya yang beroperasi di sepanjang Jalan SM Amin dikhawatirkan akan berdampak terhadap peredaran narkoba dan maksiat. Untuk menertibkannya, Pemko melalui Satpol PP sudah melakukan penertiban.

"Saya sudah perintahkan Kasatpol PP untuk melakukan penertiban. Jangan sampai keberadaan warung remang-remang di sana malah menimbulkan konflik," tegas Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, Selasa (7/11) kemarin.

Katanya, untuk mencegah menjamurnya warung remang-remang di Jalan SM Amin, pihak terkait mulai dari tingkat RT/RW, Lurah dan Camat harus segera melakukan tindakan. "Jadi kalau sudah bertindak, kesannya tidak ada pembiaran. Tapi kalau dibiarkan, malah jadi menjamur dan bebas membuka usaha. Untuk itu, ini harus segera ditindaklanjuti," pintanya.

Sementara itu, Kepala Satpol-PP Kota Pekanbaru, Zulfahmi Adrian dengan tegas menyebutkan, pihaknya akan segera menurunkan personil guna penertiban warung remang-remang yang selama ini sudah sering dikeluhkan masyarakat.

"Kita sudah rencanakan untuk tertibkan warung remang-remang yang ada di Kecamatan Payung Sekaki. Bahkan, pihak kecamatan juga sudah minta bantuan untuk segera menertibkan keberadaan warung remang-remang di sana," jelasnya.

Saat disinggung kapan pihaknya akan menertibkan warung remang-remang yang disinyalir menyediakan minuman keras dan wanita penghibur, Zulfahmi hanya menjawab diplomatis. "Dalam waktu dekatlah. Kami belum bisa laksanakan sekarang karena kegiatan kami masih banyak," ujarnya.

Di tempat terpisah, anggota DPRD Pekanbaru, Fathullah mengatakan, warung remang-remang seperti itu memang rawan disalahgunakan. Apalagi ada perempuan seksi yang berada di tempat hiburan tersebut.

“Ini akan menjadi masalah. Apalagi masyarakat sudah resah dengan keberadaah hiburan kelam tersebut. Dikhawatirkan bisa jadi tempat prostitusi terselubung,” ujarnya.

Fathullah meminta Pemko langsung melakukan pemantauan ke lapangan. Jika dibiarkan, tempat hiburan remang-remang tersebut bisa tumbuh subur dan semakin ramai. “Ini tentu bertentangan dengan slogan Madani yang dipakai Walikota. Sebagai daerah yang mayoritas Islam, nilai Islami harus ada di dalam kehidupan,” sebutnya.

Fathullah juga meminta agar Pemko melalui Satpol PP bisa tegas menanggapi laporan masyarakat tersebut. Karena menurutnya, tidak hanya usahanya yang bertentangan dengan norma kesusilaan, bisa jadi kegiatan usahanya tidak berizin. “Ini harus segera ditindaklanjuti. Jika perlu usaha remang-remang seperti itu segera ditutup karena bertentangan dengan Budaya Melayu,” tutupnya. 


Sumber : parasriau

Laporan : -

Editor : Red


loading...
Post
Riau
Post
Riau
Post
Riau