Lama Tak Hasilkan PAD

Akhirnya Disnakbun Pelalawan Kelola RPH Kemang Secara Profesional

Image
Tuesday, 14 November 2017 | 05:10:43 WIB 166

PANGKALANKERINCI (nusapos.com)-Sebelum ini pengelolaan Rumah Potong Hewan (RPH) milik Pemkab Pelalawan yang berlokasi dijalan Lintas Timur didesa Kemang kecamatan Pangkalan Kuras boleh dikatakan terhenti pengoperasiannya yang berdampak pada macetnya pemasukan Retribusi dari pos RPH untuk pemasukan keuangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemkab Pelalawan.Dengan kondisi itu,sekarang pihak Dinas Peternakan Perkebunan (Disnakbun) Pelalawan mulai kelola RPH Kemang secara professional guna bisa mendatangkan pemasukan keuangan PAD secara maksimal.

Sebelumnya,anggota Komisi II DPRD Pelalawan Baharudin melalui media sempat minta pihak Disnakbun Pelalawan supaya segera mencari solusinya supaya RPH Kemang bisa kembali dioperasikan agar bisa mendatangkan PAD bagi Pemkab Pelalawan. "Selain dengan dioperasikan kembali RPH Kemang untuk memanfaatkan peluang dengan baik memanfaatkan kualitas hewan potong dari peternak local akan membantu para peternak kita dan juga akan bisa menambah PAD kita nantinya," tegas ketua Fraksi partai Golkar DPRD Pelalawan.

Terjadi kemacetan pengoperasian kegiatan pemotongan hewan di RPH di Desa Kemang Pelalawan sebelum ini diakui Kepala Dinas Peternakan perkebunan (Disnakbun) pelalawan melalyui Kabid Kesehatan Hewan (keswan) Dinas Peternakan perkebuanan (Disnakbun) Pelalawan Ir Asmedi Amri kepada media ini saat ditemui diruangkerjanya (13/11/2017) diPangkalan Kerinci menegaskan bahwa pengelolaan pengoperasian RPH diKemang sebelum ini belum dikelola secara professional karena selama ini belum ada unit khusus yang ditunjuk pihak Disnakbun Pelalawan sendiri untuk mengelola dan mengoperasikan RPH tersebut.

”Selama ini, selain ada kendala lain, pihak Disnakbun dalam pengelolaannya belum secar professional karena hanya pengoperasikan RPH dengan cara perbantukan petugas bukan dengan menempatkan unit khusus untuk kelolanya.Sekarang,pihak Disnakbun pelalawan sendiri sudah mulai mengelola RPH kemang itu secara professional dengan membentuk dan menempatkan unit petugas pengelolaan khusus yaitu ada ditunjuk dan ditempatkan kasubag yang di PLT-kan yang ditunjuk bersama para stafnya oleh dinas untuk bisa secara maksimal mengelola dan mengoperasikan RPH kemang tersebut,”tegas Asmedi Amri .

Kemudian sebut Asmedi kabid keswan Disnakbun Pelalawan,disamping pihak dinas tempat bekerjanya itu sudah menempatkan unit khusus dalam pengelolaan pengoperasian RPH Kemang juga pihaknya kini telah menggandeng pihak swasta untuk bekerjasama dalam melakukan kegiatan pemotongan hewan secara rutin di RPH kemang tersebut. “Dengan penempatan para petugas unit khusus dan menggangdeng pihak swasta mengoperasikannya,sehingga RPH Kemang tersebut kini sudah mulai mendatangkan pemasukan keuangan retribusi PAD bagi Pemkab Pelalawan meskipun hingga kini realisasinya masih dibawah 50 persen dari yang ditargetkan tahun ini oleh Pemkab Pelalawan,”terang Asmedi Amri.

kata Asmedi, pada tahun ini, pihak dinasnya oleh Pemkab Pelalawan berikan target Penerimaan PAD dari pos retribusi kegiatan pemotongan hewan setiap harinya dari RPH Kemang itu sebesar Rp 20 juta.”Kita optimis hingga akhir tahun akan dating ini, realisasi PAD dari retribusi RPH kemang bisa tercapai seratus persen. Karena kegiatan pemotongan hewan di RPH kemang dari bulan januari hingga Juli 2017 lalu belum berjalan dan baru dibulan agustus-Oktober kemarin hingga kini baru beroperasi kegiatan pemotongan hewan di RPH tersebut.Dengan beroperasi RPH selama tiga bulan itu, maka telah menghasilkan realisasi pemasukan PAD dibawah 50 persen yang didapat dari retribusi Rp 35 ribu/ekor hewan dipotong dan hingga akhir tahun target PAD bisa tercapai,”tukasnya.

Sekarang sebut Asmedi, ada dua pihak swasta yang telah bekerjasama dengan pihak Disnakbun Pelalawan untuk melakukan kegiatan pemotongan hewan di RPH kemang tersebut.Namun dari dua pihak swasta yang telah menyatakan bekerjasama melakukan pemotongan hewan di RPH itu, baru satu pihak swasta yang telah secara rutin melakukan pemotongan 2 ekor hewan setiap harinya.”Kalau kedua pihak swasta yang kita gandeng itu sudah maksimal melakukan pemotongan hewan maka kegiatan pemotngan hewan setiap harinya minimal sebanyak 3 ekor,”ujarnya.


Sumber : -

Laporan : Suhemri Hasan

Editor : Red


loading...
Post
rohul
Post
Nasional

Waspadai Stroke di Usia Muda

1 tahun yang lalu 619