Surau TV

Banner

Muhamamdiyah Siapkan Generasi Baru Dibidang Politik

Image
Thursday, 16 November 2017 | 08:15:12 WIB


PEKANBARU (nusapos.com)- Melihat kondisi perpolitikan bangsa saat ini dimana sangat banyak tokoh-tokoh senior dibidang politik yang tersandung berbagai kasus, Muhammadiyah mendorong generasi muda untuk bisa menjadi politikus berkualitas, bersih dan bermartabat.

Hal ini disampaikan Ketua PP Muhammadiyah Dr H Hajriyanto Y Thohari, MA, dalam acara Diskusi Publik dengan tema melahirkan pemimpin-pemimpin lokal yang berdaulat adil dan berkemajuan dalam proses yang bermoral serta bebas dari transaksional di Universitas Muhamamdiyah Riau, Rabu 15 November 2017.

Sebagai organisasi sosio keagamaan, organisasi Muhammadiyah tidak alergi dengan politik, setiap anggota Muhamamdiyah harus bisa menjadi bagian kegiatan politik.

"Muhammadiyah memainkan tiga peran, yang satu sama lain berkaitan. Pertama peranan sebagai reformis keagamaan. Peranan sebagai pelaku perubahan sosial dan peranan sebagai kekuatan politik," kata Dia.

Disebutkan, saat ini di Muhamamdiyah ada kegiatan Idiopolitor perlu dipertajam sasarannya untuk dipusatkan perhatiannya kepada kader muda belia Muhammadiyah, agar lebih peduli pada bidang politik. Karena saat ini melihat kecenderungan anak muda kita tidak pedulu politik.

"Ini bisa jadi dikarenakan anak-anak muda kita melihat bagaimana tokoh-tokoh politik bangsa ini yang terlibat dalam berbagai skandal, karena itulah mereka memandang dunia politik itu sebagai dunia yang kotor, hingga mereka tidak peduli dengan politik," kata Dia.

Karena itulah perlu dilakukan perubahan pola pikir generasi milenia ini untuk bisa mengubah pola pukir seperti itu, yang diharapkan hal itu dimualu dari generasi muda belia Muhamamdiyah.

Dijelaskan, selama ini biasanya pandangan, strategi dan taktik yang dipilih Muhammadiyah dalam memainkan perannya sebagai kekuatan politik, dapat disimpulkan bahwa setiap anggota Muhamamdiyah boleh saja berpolitik, tetapi harus mendirikan kelompok atau organisasi diluar Muhammadiyah.

"Menurut pendapat saya, Muhammadiyah perlu memberikan, bahkan mungkin mempusatkan perhatiannya pada pengkaderan politik untuk generasi muda Muhammadiyah berusia belia. Muhammadiyah terutama.generasi muda belia, harus dipersiapkan berpartisipasi aktif dan efektif dalam kehidupan politik bangsa," pungkasnya.

Namun demikian, lanjut Dia, generasi muda Muhamamdiyah harus memperluas dan memperdalam pemahaman perkembangan kehidupan politik tanah air dengan segala tantangan dan permasalahan yang dihadapi dari waktu ke waktu.

Mendorong berkembangnya pemikiran kritis dan kreatif serta integritas kepribadian sesuai dengan ajaran Islam menghadapi berbagai tantangan dalam mewujudkan kehidupan demokrasi.
Dan mendorong partisipasi lebih luas dan efektif dalam kehidupan sosial politik bersama dengan golongan lain demi persatuan bangsa dan kesejahteraan umum.

"Intinya saya ingin bagaimana kader Muhamamdiyah itu khususnya di Provinsi Riau ada yang jadi Gubernur, Walikota ataupun Bupati. Minimal disetiap momen politik, baik itu Pilpres dan lainnya, kader Muhammadiyah harus ada yang ikut bertarung, walaupun kalah akhirnya," ujar Hajriyanto sambil disambut tawa peserta diskusi.

Sementara Rektor Universitas muhammadiyah Riau, H Mubarak MSi mengatakan, meski Muhammadiyah tidak berpolitik namun pendidikan politik perlu diberikan kepada generasi muda. Hal ini bertujuan, agar para kader muda Muhammadiyah tidak terlibat ke dalam politik transaksional.

"Pengetahuan tentang ilmu politik semua warga negara memang wajib mendapatkannya, namun apakah anda-anda sekalian ingin terjun ke dunia politik, nah itu yang jadi pilihan. Kalau pun mau berpolitik, jangan sampai terlibat ke dalam politik transaksional," pesan Mubarak.

Selain menghadirkan Hajriyanto, narasumber lainnya dalam kegiatan tersebut adalah Dr Hasanuddin MSi dari PPS Ilmu Politik Universitas Riau.

Sumber : -

Laporan : nikmad

Editor : Red

loading...