Gubri Senang Desa Rambah Muda Jadi Pilot Project Varietas Salak Pusaka

Image
Wednesday, 22 November 2017 | 10:05:53 WIB 280

ROKAN HULU (nusapos.com)-Gubernur Riau, Ir H Arsyadjuliandi Rahman mengaku senang Desa Rambah Muda, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu jadi pilot project varietas Salak Pusaka. Salak Pusaka ini sendiri, merupakan varietas terbaru, dari hasil perkawinan Salak Gading dari Jawa dan Salak Pondoh.

Pantauan di lapangan Desa Rambah Baru, tampak orang nomor satu Riau tersebut melakukan penanaman bibit salak serta bibit Lada di lokasi tak jauh dari lapangan desa setempat. Kemudian, Gubri Andi Rahman sapaan akrab Gubernur juga memberikan bantuan guna perbaikan jalan menuju lokasi penanaman bibit Salak Pusaka.

Selain Gubri Andi Rahman, tampak hadir Bupati Rohul, H Suparman SSos MSi, Asisten II Sekdaprov Riau, H Masperi SSos MSi, Plt Kepala DLH Riau, segenap Forkopimda, Kepala Dinas, Badan dan Kantor OPD Rohul, Upika Rambah Hilir, Kepala Desa Rambah Muda, Rian Deny Setiawan SIp, tokoh masyatakat dan ratusan pelajar setingkat SD dan SMP.

Gubri Andi Rahman mengapresiasi terobosan terbaru Pemerintah Desa Rambah Muda terkait alih komoditi dari Komoditi Sawit menjadi Salak Pusaka serta Lada. Sehingga perekonomian masyarakat desa bisa meningkat.

Menurutnya, inovasi ini juga menjadi sejarah buat Kabupaten Rohul. Untuk Provinsi Riau saat ini juga tengah melakukan pengembangan beragam mmusi varietas, seperti musim matoa, manggis dan lainnya. "Kedepan kita akan patenkan varietas sehingga menjadi milik Desa Rambah Muda," janji Gubri Andi Rahman, Selasa (21/11/2017).

Senada disampaikan Bupati Suparman mengaku, kalau warga Rohul tidak harus terpaku dengan komoditas sawit. Ia mencontohkan, Kabupaten Kampar berani alih komoditi dengan padi dan buah-buahan, sehingga mereka tidak berpengaruh dengan harga sawit yang anjlok. 

"Saya yakin dan percaya kalau warga berani beralih ke komoditi lain seperti buah-buahan, perekonomian warga akan meningkat dimasa mendatang," pesan Bupati.

Sementara Kepala Desa Rambah Muda, Rian Deny Setiawan SIp menjelaskan, Salak Pusaka ini cukup menggiurkan dibandingkan dengan Sawit. Kalau 1 hektar Sawit bisa menghasilkan Rp40 juta, Salak Pusaka bisa mengahasilkan 50 hingga 60 juta setiap panennya. 

Ia menambahkan, dirinya sudah melakukan kunjungan ke Bangka Belitung melihat langsung penanaman bibit Lada. Usia tanam hingga panen lada ini bisa 4 hingga 5 tahun. 

"Lada ini juga punya nilai ekonomis yang besar, di Bangka Belitung para petani di sana mengaku bisa menghasilkan 200 hingga 300 juta sekali panen," terangnya.


Sumber : MC Riau

Laporan : -

Editor : Red


loading...
Post
kampar
Post
Adv Pemprov Riau
Post
Adv Pemprov Riau
Post
Adv Pemprov Riau
Post
Adv Pemprov Riau
Post
Adv Pemprov Riau
Post
Adv Pemprov Riau

Gubernur Komit Bangun Desa

1 bulan yang lalu 304
Adv Pemprov Riau
Post
Inhil
dumai
Riau

Pertumbuhan Ekonomi Riau 2,85 Persen

1 bulan yang lalu 282
Post
bengkalis
Post
Adv Bank Riau Kepri
Post
Adv Pemprov Riau
Post
Adv Pemprov Riau
Post
Adv Pemprov Riau
Post
Adv Bank Riau Kepri

Mahasiswa Diajak Tangkal Radikalisme

1 bulan yang lalu 311
Post
Adv Pemprov Riau