Suparman Minta Warga tak Buru-buru Tolak Pembangunan Waduk di Batu Lompatan Harimau

Image
Tuesday, 28 November 2017 | 23:55:24 WIB


ROKAN IV KOTO (nusapos.com) - Bupati Rokan Hulu (Rohul) Suparman minta masyarakat yang ada di Kecamatan Rokan IV Koto tak perlu risau terkait rencana pemerintah pusat ingin membangun waduk di Batu Lompatan Harimau yang ada di kecamatan ini.

Menurut Suparman, pembangunan waduk yang merupapakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) di Riau ini, khususnya di Rohul hendaknya perlu didukung, bukannya ditolak oleh sebagian elemen masyarakat.

"Hari ini ada rencana program strategis nasional. Salah satunya di Rohul ini. Pembangunan waduk ini hendaknya kita dukung," kata Suparman, disela-sela peresmian Jembatan Sungai Mentawai di Rokan IV Koto, oleh Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Senin 27 November 2017.

Mantan Ketua DPRD Riau ini mengilustrasikan bagaimana ketika pemerintah pusat membangun waduk PLTA Koto Panjang di Kecamatan XIII Koto Kampar. Ada sebagian elemen menolak rencana besar pemerintah pusat tersebut.

Soal bakal adanya kawasan tertentu yang terpaksa ditenggelamkan untuk membangun waduk tersebut adalah konsekuensi. Tapi setelah itu, yang terjadi justru daerah sekitaran PLTA Koto Panjang sekarang menjadi maju.

Kehidupan di sana, jauh lebih baik karena bangkitnya perekonomian setelah waduk tersebut dibangun. Karena itu, masyarakat Rokan IV Koto di Rohul ini pun diharapkan tidak cepat menolak, hanya karena takut daerahnya terdampak akibat pembangunan waduk.

"PLTA Koto Panjang di Kampar, setelah ada PLTA baru nampak kemajuan, ekonomi bergerak. Jadi tak ada tujuan pembangunan yang dilakukan pemerintah untuk meyengsarakan masyarakannya, tidak ada program pemerintah bertujuan untuk menelantarkan masyarakatnya," ujar Suparman.

Karena itu, Suparman mengaku khawatir desakan penolakan sebagian elemen masyarakat atas rencana pembangunan waduk di Batu Lompat Harimau di Kecamatan Rokan IV Koto ini, sebaiknya dipikirkan kembali.

"Jangan pernah menolak program pembangunan yang dilakukan pemerintah. Kalau kita tolak, justru khawatirnya inilah berkah yang diberi Tuhan. Saya yakin, dengan akan dibangunnya waduk Batu Lompat Harimau ini akan berdampak baik kepada masyarakat di sini," ujar Suparman.

Sementara masyarakat yang diwakili Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cipang Kiri Hilir, Revika Putra, saat memberi menyampaikan keluh kesahnya dihadapan Gubernur Riau dan Bupati Rokan Hulu mengaku khawatir karena dampak yang ditimbulkan akibat rencana pembangunan waduk tersebut.

Selain itu, disampaikan juga kekhawatiran karena adanya konsekuensi harus menenggalamkan kawasan dalam membuat waduk tersebut. Revika mengkalim, keluh kesah yang disampaikannya tersebut adalah suara hati masyarakat tempatan yang tak mau bernasib sama dengan masyarakat PLTA Koto Panjang, yang haru terusir dari kampung halamannya.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Riau Dadang Eko Purwanto menyatakan, rencana pembangunan waduk oleh pemerintah pusat ini adalah bagian dari PSN yang ada di Rohul. Salah satunya adalah pembangunan waduk, selain Jalan Tol Pekanbaru-Dumai yang saat ini sudah berjalan proses pembangunanya.

Menurutnya, berdasarkan data yang ada di Badan Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) milik Kementerian PUPR di Riau, rencana pembangunan waduk tersebut seluas 4 ribu hektar. Sementara areal kawasan yang akan dibebaskan seluas 5 ribu hektar lebih.

"Rencana pembangunan waduk ini tak seperti yang ada di PLTA Koto Panjang. Menurut data yang ada di BWSS, cuma 4 ribu lahan yang dibutuhkan untuk waduk, tapi total lahan yang akan dibebaskan 5 ribu hektar lebih," ujar Dadang.

Sumber : -

Laporan : nikmad

Editor : Red

loading...