6 orang jadi korban, 6 orang belum ditemukan

Pemprov Jatim Bentuk Tim URC Tangani Banjir Pacitan

Image
Wednesday, 29 November 2017 | 18:11:15 WIB 270

SURABAYA (Nusapos.com) - Pemprov Jatim langsung membentuk Unit Reaksi Cepat (URC) untuk menangani banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Pacitan. Pembentukan URC ini dengan mengumpulkan tujuh BPBD yang ada di sekitar daerah ujung Barat Jatim.

Gubernur Jatim, Soekarwo mengatakan, saat ini proses evakuasi menuju ke lokasi bencana masih terhenti karena jalan raya Ponorogo - Pacitan tepatnya di Dusun Bukul, Desa Wates, Kecamatan Slahung, Ponorogo, tertutup longsor. 

Kondisi tersebut diperparah lagi Jalan Lintas Selatan (JLS) juga terputus karena tertutup longsor. "JLS juga longsor sehingga harus menunggu 2 jam," ujar Pakde Karwo sapaan akrab Soekarwo saat ditemui di sela pelantikan pengurus DPC Partai Demokrat Kota Surabaya, Selasa (28/11) malam.

Pakde Karwo mengaku telah mendapat informasi bahwa data sementara ada 6 orang meninggal dunia akibat banjir di Pacitan. Namun pihaknya mengetahui identitas yang pasti apakah orang dewasa, atau anak-anak.

Berdasarkan data BMKG Jatim, lanjut Soekarwo kondisi cuaca saat ini tergolong ekstrim. Hanya saja penentuan darurat bencana ditentukan dari pemerintah kabupaten yang terkait. "Kata BMG Sepertinya itu. Hujannya melebihi daripada hujan rata-rata," tegas mantan Sekdaprov Jatim ini.

Untuk mengantisipasi cuaca ekstren tersebut, kata Pakde Karwo, opsi yang pertama yang akan dilakukan adalah menyelamatkan penduduk dengan menambah perahu karet. Sementara untuk jembatan yang putus dibuatkan jembatan bailey (darurat).

"Untuk penanganan longsor, kita kirim ekscavator.Tujuh BPBD di sekitarnya dikumpulkan. Namun saat ini terhenti di Slahung," tambahnya.

Gubernur Jatim mengaku belum bisa mengkalkulasi anggaran yang dibutuhkan, karena belum ngecek ke lokasi yang terdampak kebutuhan apa saja yang diperlukan. "Dana yang diperlukan bersifat unlimited," imbuhnya.

Sementara untuk kesehatan, Pakde Karwo menjelaskan bahwa para korban bencana langsung dikirim ke rumah sakit milik Pemprov Jatim, RSUD Soedono Madiun karena dinilai paling dekat.

Terpisah, Kadis PU Bina Marga Jatim Gatot Hendro menambahkan Pemprov Jatim mulai hari ini akan melakukan normalisasi beberapa infrastruktur yang  rusak akibat banjir dan longsor di Kabupaten Pacitan, khususnya perbaikan jalan yang menghubungkan Kab. Ponorogo – Kab. Pacitan yang terputus karena longsor.

Dengan normalisasi tersebut, lanjut Gatot,  bantuan kepada masyarakat dan perbaikan-perbaikan akibat terdampak bencana diharapkan segera bisa dilakukan, selain agar roda perekonomian dapat tetap berjalan.

Sementara itu, BPBD Provinsi Jatim Sudarmawan bersama timnya tadi malam telah meluncur ke Pacitan, tetapi terhenti di Ponorogo karena akses ke Pacitan terputus. Oleh karena itu, BPBD Jatim menangani banjir Ponorogo dulu, yang menimpa sekitar 22 KK atau 80 jiwa terpaksa harus diungsikan.

BPBD Provinsi Jatim dan BPBD kabupaten di wilayah Baperwil Madiun menuju ke Pacitan karena akses jalan Wonogiri-Pacitan yang sudah dapat dilalui. Mengenai logistik untuk masyarakat sementara ini dipenuhi dari buffer stock yang ada di Pacitan.

"Kebutuhan-kebutuhan dasar bagi korban bencana, seperti selimut, makanan siap saji, genset, family kid, alat konunikasi, perahu karet, telah disiapkan bersamaan dengan kedatangan BPDB Jatim dan rombongan," ujar Sudarmawan.

Beberapa jalur menuju Pacitan saat ini yang terputus karena longsor, yakni Ponorogo-Pacitan terputus di Slahung,  Ponorogo – Ngrayun – Tulakan – JLS karena longsor di desa Ngadirojo,  Ponorogo – Gemaharjo (Pacitan),  dan Purwantoro (Jateng) putus jembatan di Kecamatan Nawangan.

Sedangkan yang terputus akibat banjir yakni Ponorogo – Ngadirojo (Wonogiri) – Pacitan. “Sebagian besar wilayah masih dilakukan pemadaman listrik, sehingga komunikasi dengan tenaga teknis di Kabupaten Pacitan ada gangguan," tambahnya. Lokasi pengungsian sementara di Pacitan, di tempatkan di GOR Pacitan dan Masjid Sinorboyo.

Penangan para korban bencana, secara prinsip Pemprov Jatim dan Pemkab Pacitan hadir di masyarakat. "Sesuai arahan Pak Presiden, negara hadir di masyarakat," tambah Sudarmawan. Ini dibuktikan dengan kehadiran para petugas dan bantuan yang dibawa BPBD Jatim dan Kabupaten se-Baperwil Jatim di Madiun.

Terkait dengan apakah korban diberikan santunan saja, atau termasuk rumah dan tunjangan hidup seperti penanganan bencana di Ponorogo beberapa waktu lalu, Pakde Karwo menyatakan sangat bergantung dari laporan Kepala BPBD Jatim dan Bupati Pacitan. "Kita yakinlah bahwa Pak Gubernur sangat peduli terhadap masyarakat," ujarnya.
 
6 Orang Meninggal Korban Banjir dan Longsor          

Akibat bencana longsor dan banjir di Kab. Pacitan tercatat 6 orang dinyatakan meninggal. Sementara itu, masih terdapat 6 warga yang dinyatakan hilang. “Data tersebut dilaporkan pertanggal 29 Nopember 2017, pukul 02.00 WIB,” ujar Kepada BPBD Jatim Sudarmawan.

Korban jiwa yang sudah berhasil diidentifikasi karena tanah longsor terdiri dari Fitri (3 tahun), Temu (57 tahun), Siti Kalimah (22 tahun) dan Darto. Sementara itu, korban akibat banjir yakni Maryati warga Desa Kayen dan Mujiono warga desa Sukoharjo.

Selanjutnya, 6 orang yang dinyatakan hilang atau belum ditemukan, untuk korban tanah longsor yaitu Parno (73 tahun), Kasih (70 tahun), Rozak (17 tahun) dan Katemi. Sedangkan, korban banjir yang belum ditemukan yaitu, Eko dan Amri.

Kemudian terkait banjir yang melanda tiga kecamatan di Sidoarjo, yakni Porong, Tanggul ,Angin, dan Candi Sidoarjo, kata Sudarmawan juga sudah tertangani dengan baik. "Hasil rapat antara Pemkab Sidoarjo dan Pemprov. Jatim, penanganan untuk masyarakat terdampak banjir dapat dihandle oleh Pemkab Sidoarjo," pungkasnya.(tis)


Sumber : -

Laporan : Try

Editor : Try Wahyudi Ary Setyawan


loading...
Post
Lampung
Post
Internasional
Post
Riau
siak
Post

Nasib Kampar Yang Terendam

1 tahun yang lalu 1091
Post
inhu

Banjir Mulai Rendam Kabupaten Inhu

1 tahun yang lalu 1173
Post

Jangan Ada Korban Lagi !

2 tahun yang lalu 961