34 KPU Provinsi se Indonesia ikut saksikan launching

Si Remo Jadi Maskot Pilgub Jatim 2018

Image
Thursday, 30 November 2017 | 22:25:17 WIB 314

SURABAYA (Nusapos.com) - Launcing tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2018 yang berlangsung, Rabu (29/11) malam di JX Internasional Surabaya berlangsung meriah dan istimewa. Pasalnya,  kegiatan ini sebagai peneguhan kepada publik bahwa tahapan Pilgub 2018 sudah berlangsung dan bisa diamati oleh masyarakat luas.

Menjadi istimewa karena kegiatan ini tidak hanya dihadiri oleh KPU RI dan anggota, melainkan juga disaksikan langsung oleh komisioner KPU Provinsi seluruh Indonesia, dan komisioner 38 KPU Kabupaten/Kota se-Jatim.

Tidak hanya segi tamu undangan yang berkualitas. Isi acara Launching Pilgub Jatim 2018 juga tidak kalah berbobot. Berbagai acara dan penampilan dengan nuansa seni budaya khas Jatim juga ditampilkan untuk menghipnotis para tamu undangan yang hadir. Beberapa diantaranya akan ada penampilan Reog Ponorogo, Tarian Tradisional Jatim seperti Remo, Gandrung, Salepok, Gandrung dan Geleng Ro’om. Bahkan musik Band dari anak-anak berkebutuhan khusus (disabilitas) juga ikut meramaikan.

“Launching kami kemas dengan nuansa Jawa Timuran. Tidak hanya isi acara berupa seni dan budaya, souvenir yang kami berikan juga ala Jawa Timur juga. Pokoknya dalam launcing ini serba Jatim,” ujar Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat (SDM dan Parmas) KPU Provinsi Jatim, Gogot Cahyo Baskoro, dalam press realease, Rabu (29/11) malam.

Peresmian launching tahapan Pilgub Jatim 2018 ditandai dengan pemukulan alat musik Jimbe secara bersama-sama seluruh tamu undangan VIP yang hadir. Diantaranya Ketua KPU RI, Arief Budiman, Asisten I Sekdaprov Jatim, Soepriyatno, ketua KPU Jatim Eko Sasmito bersama anggota, ketua Komisi A DPRD Jatim, Freddy Poernomo, Sekjen KPU RI dan masih banyak lagi.

Sebagai bentuk apresiasi dari KPU Jatim dalam acara launching juga akan diserahkan penghargaan (reward) kepada tiga orang yang telah memberikan kontribusi pemikiran dan karya berupa Maskot, Jingle dan Mars. Untuk reward Maskot, diberikan kepada Hernawan Windaryanto (Magetan) atas karyanya berupa “Si Remo”, reward Jingle berjudul “Jatim Nyoblos” diberikan kepada Fajar Setya Kurniaji (Sampang), serta reward Mars berjudul “Pilgub Jatim Guyub Rukun” diberikan kepada  Muhammad Radityo (Magetan).

"Mereka berhak mendapat piagam dan penghargaan senilai Rp10 juta per orang, sudah dipotong pajak," terang mantan komisioner KPU Jember.

Maskot “Si Remo” Karya Heryawan Windaryanto, dipilih dengan berbagai pertimbangan dan masukan dari berbagai pihak melalui forum diskusi kelompok (FGD). “Si Remo” sendiri memiliki dua simbol yakni Tugu Pahlawan dan Tari Remo. Untuk makna Tugu Pahlawan, merupakan simbol perjuangan dan persatuan masyarakat dalam merebut kemerdekaan RI, diharapkan semangat persatuan dan perjuangan bisa juga terjadi dalam Pilgub Jatim 2018.

Sedangkan makna dari Tari Remo merupakan simbol kegagahan dan kesatria Jawa Timur dengan sikap tegas, lugas, luwes dan dinamis. Secara konsep, makna filosofi dari Maskot Si Remo yakni semangat Pilkada harus mewakili jiwa dan semangat para pahlawan seperti yang digambarkan dalam tugu pahlawan. Pakaian warna-warni merupakan keberagaman Jatim dan pemimpin yang terpilih lahir dari, oleh dan untuk masyarakat Jatim.

Kemudian makna filosofis Tugu Pahlawan berkolaborasi dengan tari remo adalah menggambarkan keserampakan masyarakat Jatim dalam menyukseskan Pilkada dengan semangat persatuan dan kesatuan. Tari di jari menggambarkan  kejujuran, tanggung jawab, disiplin dan bermartabat, menjadi pemilih aktif. "Pose sengaja dibuat mengikuti gerakan Tari Remo untuk membuat karakter, muka tersenyum ceria dan bersahabat untuk menggambarkan kegembiraan dan semangat menyambut Pilkada," ungkap Gogot 

Sementara, untuk Semboyan Pilgub Jatim 2018 sendiri adalah “Guyub Rukun”. Tentu tidak sembarang membuat dan menentukan, ada beberapa pertimbangan makna dan nilai filosofis. "Makna dan Nilai Filosofi Guyub adalah kehendak untuk bersama dalam kebersamaan. Atau dalam istilah Bahasa Jawa dikenal “Uwur, tutur lan sembur” sebagai bentuk kontribusi keguyuban dan kebersamaan. Uwur artinya benda atau materi, tutur adalah ide, nasehat dan gagasan, sedangkan sembur maknanya doa," katanya.

Lantas makna dan nilai filosofi Rukun yakni suatu kondisi tanpa pertikaian. Makna rukun juga mengisyarakatkan pesan perdamaian, keamanan, jauh dari rasa kecemasan, ketakutan dan intimidasi. Selain itu, rukun juga selalu menghargai setiap perbedaan yang muncul, jika hal tersebut terjadi dapat diselesaikan dengan musyawarah mufakat.

"Rukun mengandung arti menghargai setiap perbedaan pilihan. Mengisyaratkan pesan perdamaian dalam Pilkada, harus terlaksana dengan damai dan aman.
Pilkada yang dilaksanakan harus bebas dari rasa ketakutan, kecemasan dan bebas dari berbagai intimidasi," pungakas Gogot. (ud)

 


Sumber : -

Laporan : Try

Editor : Try Wahyudi Ary Setyawan


loading...