187 Desa Terserang Wabah Difteri, Dinkes Jatim Tetap KLB

Image
Thursday, 07 December 2017 | 20:31:58 WIB 230

SURABAYA (Nusapos.com) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provnsi Jatim mencatat ada 187 lokasi (tingkat Desa/Kelurahan) tersebar di 35 Kab/Kota di Jatim yang mengalami wabah Difteri. Karena itu Pemprov Jatim menyatakan status Kejadian Luar Biasa (KLB) terhadap wabah Difteri.

“Kalau ditotal jumlah kasus Difteri sejak Januari sampai Desember 2017 sebanyak 318 kasus dan 12 anak meninggal,” ujar  Kepala Dinkes Jatim, Dr Kohar Hari Santoso, dikonfirmasi, Kamis (7/12) kemarin.

Diantara 35 Kab/Kota di Jatim yang terserang wabah Difteri, kata Kohar meliputi Kabupaten Bangkalan, Sumenep, Sampang, Lamongan, Sidoarjo, Gresik, Kota batu, Malang, Kota Surabaya, Madiun, Nganjuk, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kota Blitar, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Tuban, Lumajang, Magetan, Kota Mojokerto, dan Nganjuk.

"Dari 35 kab/kota itu, terbanyak adalah Kabupaten Pasuruan sebanyak 46 kasus Difteri. Disusul Kab Sampang 31 kasus, Kab Gresik 26 kasus, Kab Nganjuk 19 kasus, dan Kota Surabaya 18 kasus," ungkap Kohar.

Dinkes Jatim, kata Kohar, telah melakukan beberapa langkah untuk penanggulangan KLB Difteri. Diantaranya, melakukan intensifikasi sosialisasi kewaspadaan Difteri, pencarian aktif suspek maupun kasus tambahan, tata laksana kasus Difteri sesuai standar dan harus dirawat inap di ruang khusus infeksius di puskemas atau rumah sakit, evaluasi cakupan imunisasi Difteri di lokasi penemuan kasus utk mengetahui populasi rentan, dan  pemberian pengobatan profilaksia kepada kontak erat penderita difteri.

"Ini dilakukan agar kasus Difteri tidak menyebar luas, mengingat penyakit itu mudah menular dan menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan segera," beber Kohar. 

Pencegahan lainnya yang dilakukan yakni Dinkes Jatim akan menyiapkan dan mendistribusikan logistik antara Anti Sifteri Serum (ADS) dan antibiotik serta vaksin DPT Hib, DT, Td, Lalu memfasilitasi pemeriksaan spesimen utk menetapkan diagnosa ke lab rujukan nasional BBLK di Surabaya. "Kalau terjadi KLB, maka yang harus dilakukan adalah pemberian imunisasi Difteri (DPT HIb atau DT atau Td tergantung umur sasaran) tanpa memandang status imunisasi difteri sebelumnya," imbuhnya.

Terpisah, anggota Komisi E DPRD Jatim, Agatha Retnosari meminta agar penanganan Difteri di Jatim dilakukan dengan preventif dan promotif dengan melibatkan puskesmas dan juga ponkesdes. Hal ini agar penanganan difteri dapat dilakukan dengan cepat dan tanggap.

"Kalau perlu Dinkes bersama Puskesmas dan Ponkesdes melakukan jemput bola ke masyarakat. Jika perlu datang ke rumah-rumah penduduk yang memiliki anak - anak usia yang membutuhkan imunisasi. Sehingga melakukan imunisasi menyeluruh dan diharapkan dengan demikian Difteri dapat ditekan," ujar Agatha politisi asal Fraksi PDIP Jatim ini.

Berdasarkan data Dinkes Jatim, kata Agathakasus difteri di Jatim selalu diatas angka 300 an/tahun mulai sejak 2011- 2017. Dimana korban meninggal dunia ada di kisaran  7 - 12 jiwa. Untuk mengatasi difteri tersebut jika perlu Dinkes harus melakukan program ORI (Outbreak Response Immunitation) seperti yang sudah dilakukan di Blitar beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, masyarakat maupun pihak swasta juga perlu dilibatkan untuk memerangi dan menanggulangi penyakit difteri ini.  Hal ini  sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomer 12 tahun 2017 pasal 44. Diantaranya ikut melakukan sosialisasi, turut serta melakukan Imunisasi dan pemantauan imunisasi.

Senada, Wakil ketua Komisi E DPRD Jatim Suli Daim menambahkan Dinkes Jatim dan kabupaten/kota harus melakukan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui jumlah sesungguhnya sebaran difteri.  "Bisa diketahui sebaran kontak erat (sentuhan langsung) penderita difteri," harap politisi asal PAN.

Jika nantinya sudah diketahui sebarannya, kata Suli daim,maka perlu dilakukan imunisasi massal di daerah yang rawan sebaran difteri tersebut. "Pemerintah harus menggelar imunisasi massal Difteri mengingat penularannya sangat mudah sekali," pungkasnya. (Tis)

 


Sumber : -

Laporan : Try

Editor : Red


loading...
Post
Jatim
Post
Jatim
Post
Jatim
Post
Jatim
Post
Jatim
Post
Jatim

Si Remo Jadi Maskot Pilgub Jatim 2018

2 minggu yang lalu 313
Post
Jatim

Pakde Karwo Tutup Program RTLH 2017

2 minggu yang lalu 220
Post
Pekanbaru
Post
kampar

Ucapan Duka Cita Buat Ananda Hayfiah

1 bulan yang lalu 328
Post
Inhil
Post
Adv Pemprov Riau
Post
Nasional
Post
Adv Pemprov Riau