Pakde Karwo Bantah Khofifah Soal Kemiskinan

Image
Saturday, 09 December 2017 | 00:32:21 WIB


Pakde Karwo Bantah Khofifah Soal Kemiskinan

SURABAYA (Nusapos.com) – Pernyataan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa tentang angka kemiskinan pedesaan di Jatim yang masih tertinggi di Indonesia tidak sepenuhnya dibenarkan oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Pasalnya, prosentase penurunan kemiskinan di Jatim justru tertinggi dibandingkan dengan provinsi lain.

"Hanya saja kalau angka absolut memang kita tertinggi mencapai 4,6 juta dari total jumlah penduduk Jatim 39,8 juta. Bukan prosentasenya, justru prosentase kemiskinan di Jatim turun tinggal 11,77 persen," ujar Pakde Karwo sapaan akrab Soekarwo di kompleks kantor gubernur Jatim, Jumat (8/12) kemarin

Pernyataan orang nomor satu di Provinsi Jatim tersebut, sekaligus membantah pernyataan Menteri Sosial bahwa tingginya peningkatan PDRB Jatim yang mencapai Rp. 1800 triliyun tidak diiringi dengan menurunnya angka kemiskinan. Sehingga angka kemiskinan di Jatim hingga kini dianggap masih tertinggi di Indonesia.

Sejak pertama memimpin memimpin Jatim bersama dengan Gus Ipul pada 2008 silam,  prosentase kemiskinan mencapai 18,51 perseb dari jumlah penduduk di Jatim yang mendekati 40 juta jiwa. Kendati demikian angka tersebut, ternyata masih lebih rendah dibanding Provinsi Jateng 13 persen dan DIY 14 persen.

Bahkan dengan Jabar, turunnya angka kemiskinan di Jatim jauh lebih banyak. "Sepuluh tahun lalu kemiskinan di Jabar sebesar 11,8 persen, sekarang tinggal 8 persen. Kalau Jatim dari 18,51 persen turun menjadi 11,77 persen. Jadi, kalau penurunan angka kemiskinan di Jatin paling ekstrim yakni 30 persen," dalih mantan Sekdaprov Jatim.

Turunnya prosentase kemiskinan di Jatim yang disampaikan Pakde Karwo tersebut, sesuai dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim. Berdasar data BPS, jumlah masyarakat miskin terus mengalami penurunan, dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2011, jumlah penduduk miskin di jatim sekitar 5.251.450 orang atau 13,85 persen. Tahun 2012 jumlah warga miskin sekitar 4.992.750 jiwa atau 13.08 persen. Tahun 2013 jumlah warga miskin 4.893.010 orang atau 12,73 persen.

Kemudian di tahun 2014 jumlah warga miskin 4.748.420 orang atau 12,28 persen. Tahun 2015 jumlah warga miskin 4.775.970 orang atau 12,28 persen. Dan Tahun 2016 jumlah warga miskin 4.638.530 orang atau 11,85 persen. "Jadi, sejak saya jadi gubernur, turunnya paling tinggi," pungkas Soekarwo. 

Sebelumnya, saat penyampaian visi misi dihadapan pengurus PPP se Jatim, Khofifah optimis bisa mengatasi persoalan kemiskinan dan indek gini Jatim yang masih rendah. Sebab pengalaman selama menjabat Mensos RI banyak mendapat pujian dari dunia internasional, Indonesia penanganan kemiskinannya paling baik di banding negara-lain. (Tis)  

 

Sumber : -

Laporan : -

Editor : Try Wahyudi Ary Setyawan

loading...