Alumni MTs Batu Belah Minta Yadi di Pindahkan

Image
Wednesday, 13 December 2017 | 22:20:07 WIB

BANGKINANG (nusapos.com) -Alumni Madrasah Tsanawiyah (MTs) Desa Batu Belah Kecamatan Kampar tidak terima prilaku atau sikap salah seorang guru di sekolah tersebut Mulyadi atau dikenal dengan sebutan "Ocu Yadi", yang telah menista dan menghina ulama Ustad Abdul Somad (UAS) di media sosial.  Untuk itu Alumni MTs Desa Batu Belah mendesak agar pelaku Mulyadi segera dipindahkan dari sekolah tersebut. 


Demikian disampaikan salah seorang alumni MTs Batu Belah Ashadi Ainun kepada media massa,  Rabu (13/12/17). "Kami selaku alumni merasa malu dengan prilaku dan sikap Mulyadi yang menista ulama, tidak pantas seorang guru berbuat demikian,  ini merusak almamater,  ia harus segera dipindahkan, " ujar Ashadi.


Ashadi mengaku telah mendatangi sekolah. Namun yang bersangkutan tidak ada disekolah.  Ashadi diterima oleh Kepala sekolah dan majelis guru.  Tuntutan alumni ini telah ia sampaikan ke pihak sekolah. 


Disampaikan Ashadi bahwa kalau yang bersangkutan tetap dipertahankan disekolah tersebut maka ini akan membawa preseden buruk bagi sekolah.  "Ia telah merusak citra sekolah,  ia harus segera dipindahkan,  tidak pantas ia mengajar di sekolah kami, " ujarnya. 


Ditegaskan Ashadi kalau yang bersangkutan

tidak dipindahkan maka,  mereka akan menempuh jalan lain yakni akan dibawah keranah proses hukum.  "Meskipun antara dia dan Ustad Abdul Somad sudah saling memaafkan,  namun prilaku dia tidak pantas lagi mengajar disana. Kalau tak pindah akan dibawa ke proses hukum, " tegasnya. 


Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar H. Alfian, MAg ketika ditemui diruang kerjanya,  Rabu (13/12), mengaku sangat menyayangkan sikap provokatif yang dilakukan oleh Yadi di media sosial. "Selaku pimpinan saya sangat menyayangkan sikapnya itu, apalagi yang dihina seorang ulama, " ujar Alfian. 


Alfian berjanji akan melakukan pembinaan kepada yang bersangkutan.  "Kita sudah mencoba untuk menghubunginya,  tapi sampai saat ini belum bisa dihubungi, " ujar Alfian. 


Menurut Alfian ketika di konfirmasi kepada kepala sekolah,  memang yang membuat status di media sosial facebook itu adalah yang bersangkutan Mulyadi atau "Ocu Yadi". "Kepada kepala sekolah ia mengaku khilaf", ujar Alfian. 


Ketika disinggung keinginan alumni agar yang bersangkutan dipindahkan, menurut  Alfian tergantung nanti apakah yang bersangkutan dibutuhkan atau tidak disekolah.  "Kalau tidak dibutuhkan ya tentu tidak dipertahankan," ujarnya. 


Kepada yang bersangkutan,  Alfian mengingatkan agar jadikan kasus ini pengalaman berharga  dan  jangan sampai terulang lagi karena sesuai pepatah mulutmu harimaumu yang akan menerkam kepala mu sendiri. "Efek kecerobohan ini luas,  bahkan  jiwa bisa terancam," ingatnya.  


Sumber : -

Laporan : Juliardi

Editor : Red


loading...
Post
kampar
Post
kampar