Amien Rais dan Zulkifli Hasan Beda Pendapat

PAN Masih Bimbang Berkoalisi Dengan Gerindra di Pilgub Jatim

Image
Wednesday, 13 December 2017 | 03:57:42 WIB

PAN Masih Bimbang Berkoalisi Dengan Gerindra di Pilgub Jatim

SURABAYA (Nusapos.com)  -DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa  Timur mengaku masih menunggu arahan dari Dewan Pengurus Pusat (DPP PAN) untuk menentukan arah dukungan pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018. "Kami di DPW nanti akan diberikan instruksi, jadi saat ini belum bisa memberikan penjelasan," kata bendahara DPW PAN Jatim Agus  Maimun Selasa (12/12) kemarin.

Lebih jauh ketua Fraksi PAN DPRD Jatim ini menjelaskan bahwa partainya hingga saat ini belum memutuskan untuk melanjutkan koalisi dengan Gerindra membentuk poros baru Jatim Emas. Sebab kebijakan politik baru itu diambil setelah ada keputusan resmi dari pengurus di DPP PAN. "Sampai sekarang kami belum ada komunikasi," dalih Agus Maimun.

Kendati demikian, lanjut politisi asal Tuban, koalisi dua partai poros tengah ini masih bisa mengusung pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur karena kursi yang dimiliki kedua partai ini yakni Gerindra (13 kursi) dan PAN (7 kursi) sudah mampu memenuhi persyaratan di  KPU Jatim. "Semua masih memungkinkan. Tapi saat ini memang belum bisa diputuskan," beber pria yang juga menjabat ketua Karang Taruna Jatim ini.

Sekadar diketahui, Partai Gerindra menugaskan La Nyalla Mattalitti untuk mencari partai koalisi dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018. Surat tugas dengan nomor 0036/B/DPP-Gerindra/2017 itu ditandatangani langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto pada tanggal 10 Desember 2017.

Dalam butir pertama surat tersebut, DPP menugaskan La Nyalla untuk membangun  koalisi dalam Pilgub Jawa Timur. Pasalnya, Gerindra hanya punya 13 kursi di DPRD Jawa Timur, sehingga dibutuhkan 7 kursi tambahan untuk bisa mendaftar di KPU Jatim. Selain menugaskan menggalang partai koalisi, dalam butir kedua, Prabowo juga meminta agar La Nyalla melengkapi struktur mesin pemenangan.

"Apabila sampai tanggal 20 Desember anda tidak mampu memenuhi persyaratan nomor 2 dan 3, maka surat tugas ini tidak akan berlaku," bunyi syarat ketiga. 

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam menilai peluang La Nyalla untuk merebut suara swing voters cukup besar. Pasalnya, banyak pemilih yang masih enggan menentukan dukungannya, dan menunggu kandidat alternatif di Pilgub Jatim.

"Kalau melihat peluang tentu semua masih terbuka dan bisa berjuang, apalagi jumlah swing voters dan undecided voters juga besar dalam pilkada jatim hampir 76%. Sementara ceruk pemilih yang tidak memilih Gus Ipul dan Khofifah juga lumayan. Ini bisa jadi modal bagi poros baru di Pilgub Jatim," jelas Surokim Abdussalam.

Ia menilai, La Nyalla juga bisa berpotensi merebut suara pemilih Prabowo yang cukup besar di Jawa Timur. Pasalnya, Gerindra punya kader militan yang loyal mengikuti instruksi Prabowo. "Pemilih Gerindra termasuk pemilih loyal apalagi ditunjang kader militan alumni hambalang yang selalu fanatis bisa menjadi modal. Jadi siapapun yg diusung Gerinda akan bisa dapat modal dari pendukung partai tidak akan jauh," tambahnya.

Kendati demikian, Surokim masih meragukan adanya poros ketiga bisa memunculkan kandidat di Pilgub Jatim.
"Namun, persoalannya apakah Gerinda (La Nyalla) bisa mendapat koalisi untuk menutup kekurangan jumlah persyaratan kursi parlemen. Itu yang juga krusial," tambahnya.

Terpisah, sumber internal di lingkungan DPD Partai Gerindra Jatim mengatakan bahwa di tubuh PAN masih ada pro kontra untuk berkoalisi dengan Partai Gerindra mengusung pasangan calon di Pilgub Jatim. "Ketum DPP PAN Zulkifli Hasan ingin bergabung ke salah satu antara Gus Ipul atau Khofifah. Sementara Amien Rais sepakat berkoalisi dengan Partai Gerindra mengusung La Nyalla," pungkas sumber yang enggan namanya di korankan. (tis) 

 


Sumber : -

Laporan : -

Editor : Try Wahyudi Ary Setyawan


loading...
Post
Pekanbaru
Post
Riau

2 Pelaku Curas Dibekuk Polisi

2 bulan yang lalu
Post
Inhil
Post
Jatim
Post
dumai