Libatkan masyarakat dalam pengawasan lewat aplikasi Gowas 

Bawaslu Jatim Optimis Pengawasan Pilkada Serentak 2018 Minim Pelanggaran

Image
Monday, 18 December 2017 | 22:04:16 WIB


SURABAYA (Nusapos.com) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur terus berupaya penyelenggaraan Pilkada serentak di 18 kabupaten/kota dan Pilgub Jatim 2018 berlangsung lancar dan minim kecurangan. Bahkan salah satu lembaga penyelenggara Pemilu ini tengah mematangkan aplikasi Gowaslu (Pengawasan Berbasis IT) berbasis android sehingga bisa dijangkau masyarakat melalui handphone.  

"Aplikasi Gowaslu itu bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu. Harapannya, dengan semakin banyak masyarakat yang terlibat diharapkan pelanggaran pemilu bisa diminimalisir," ujar komisioner Bawaslu Jatim, Aang Khunaifi di Kantor Bawaslu Jatim, Senin (18/12) kemarin. 

Strategi partisipatif lainnya, lanjut Aang dengan melibatkan kelompok masyarakat (forum warga), Saka Adhyaksa Pemilu (Pramuka), relawan gerakan Pengawasan Partisipatif Pemilu hingga pengabdian masyarakat yang melibatkan mahasiswa saat melakukan. Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Diakui Aang, Bawaslu Jatim sebenarnya sudah memiliki rubrik Kembang Lawas yang ada di dalam website: www. Bawaslu_Jatimprov.go.id, namun program tersebut kurang familier di masyarakat. "Mudah-mudahan dengan Gowaslu ini nanti bisa lebih familier sehingga semakin banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam pengawas pemilu," ungkap pria asli Kenjeran Surabaya ini. 

Lebih jauh Aang menjelaskan, syarat laporan masyarakat bisa ditindaklanjuti adalah memiliki dua alat bukti. Misalnya, dokumen elektronik, saksi, saksi ahli, barang bukti, screenshoot percakapan dan masih banyak lagi. "Kalau laporan dari masyarakat baik secara langsung maupun melalui Gowaslu tidak mencukupi bukti, maka itu digolongkan hanya sebagai temuan," bebernya. 

Ia berharap slogan "Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan" bisa benar-benar terwujud dalam penyelenggaran Pilkada Serentak mendatang. Di sisi lain, Bawaslu juga akan terus berupaya meningkatkan kapasitas SDM pengawas mulai tingkat kabupaten/kota, kecamatan, hingga petugas pengawas lapangan (PPL) di tingkat desa atau kelurahan. 

"Sekarang ini dalam persiapan rekrutmen PPL, mudah-mudahan pertengahan Januari 2018 mereka sudah bisa dilantik sebelun penetapan paslon Pilkada serentak oleh KPU," pungkas Aang Khunaifi. (Tis) 
 

Sumber : -

Laporan : Try

Editor : Red

loading...