Kampar Terima Rp. 1.82 Triliun DIPA APBN tahun 2018

Image
Monday, 18 December 2017 | 17:20:11 WIB


Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2018 dan Penyerahan Penghargaan atas laporan keuangan Pemerintah Daerah  Tahun 2016.

Pekanbaru (nusapos.com)-Sebagai rangkaian dari kegiatan penyerahan DIPA secara simbolis oleh Presiden RI kepada para Menteri/Pimpinan Lembaga yang telah dilaksanakan di lstana pada tanggal 6 Desember yang lalu, Gubernur Riau, Bapak Arsyadjuliandi Rachman, selaku wakil pemerintah pusat di daerah, pada hari Senin, 18 Desember 2017, bertempat di Balai Pauh Janggi Gedung Daerah Provinsi Riau, Pekanbaru, menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2018 kepada Kepala Satker lnstansi Vertikal dan Satker Organisasi Perangkat Daerah (OPD) selaku Kuasa Pengguna Anggaran, serta menyerahkan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2018 kepada seluruh Kepala Daerah di Provinsi Riau. Penyerahan DIPA Tahun 2018 dilakukan lebih awal agar pelaksanaan pembangunan dan pencairan anggaran di Daerah lebih cepat dan segera memberikan manfaat nyata kepada seluruh masyarakat. 

Bupati Kampar H Azis Zaenal SH MM yang diwakili oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah  Kabupaten Kampar Edward menerima DIPA yang diserahkan oleh Gubernur Riau.

Dikatakan Edward besaran yang diterima Kampar sebesar Rp. 1.829.00. 338, - dengan rincian penerimaan Dana Bagi Hasil Pajak Rp. 228.208.659,-, Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Rp. 308.76.91, -, Dana Alokasi Umum Rp. 774.370.036,-, Dana Alokasi Khusus Fisik Rp. 95.165.227,- Dana Alokasi Khusus non Fisik Rp. 237.601.935,- dan Dana Desa Rp. 184.890.565,-. 


Bersamaan dengan penyerahan DIPA Tahun 2018, Pemkab Kampar menerima  penghargaan dari Menteri Keuangan RI bersamaan dengan  Pemerintah Provinsi Riau dan 10 Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota atas keberhasilannya menyusun dan menyajikan Iaporan keuangan tahun 2016 dengan capaian standar tertinggi, yaitu: Provinsi Riau, Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Inhu, Inhil, Rohul dan Kuansing

Selain itu, penyerahan DIPA yang lebih cepat juga penting perannya untuk mendukung penetapan Perda APBD Tahun 2018 yang tepat waktu serta untuk mensinergikan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah sehingga mampu menarik investasi di daerah secara lebih optimal.


Gubernur Riau Dalam pidato menyampaikan bahwa Alokasi APBN untuk Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2018 yang sebesar Rp21,919 Triliun mengalami kenaikan sebesar 2,5°/o dibandingkan alokasi awal dana transfer Tahun 2017. Alokasi Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa berasal dari DIPA Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara dan disalurkan untuk daerah Provinsi/Kabupaten/Kota di Riau 

Besarnya anggaran Belanja Transfer ke Daerah dan Dana Desa tahun 2018 dibandingkan anggaran Belanja K/L menunjukkan komitmen terhadap pelaksanaan desentraiisasi dan keberpihakan pemerintah untuk membangun Indonesia dari pinggiran sesuai semangat Nawa Cita. Oleh sebab itu, Pemerintah Daerah harus 

menggunakan anggaran tersebut dengan patut dan tepat. 


Bapak Arsyadjuliandi Rachman menekankan untuk terus melakukan penyederhanaan dalam pelaksanaan APBN yang orientasinya adalah hasil bukan orientasi prosedur, termasuk penyederhanaan Surat Pertanggungjawaban (SPJ). Terhadap pelaksanaan APBN tahun 2018, secara khusus kepada para Bupati dan Walikota serta perangkat daerah Iainnya, Gubernur memberikan arahan agar: (1) segera lakukan koordinasi dan memanfaatkan DIPA untuk sinkronisasi APBN dan APBD; (2) meningkatkan kualitas pengelolaan APBD dengan menyusun dan melaksanakan APBD secara terukur dan berbasis output (3) mengesahkan APBD tepat waktu (4) meningkatkan kompetensi aparatur daerah; (5) menyediakan one stop service dalam peiaksanaan pelayanan publik; (6) melakukan pembinaan, pengawasan dan pendampingan secara terukur dan proporsiona| terhadap pengelolaan dana desa; (7) meningkatkan monitoring dan evaluasi pelaksanaan beianja pemerintah; (8) Pemberdayaan masyarakat dan pengusaha-pengusaha lokal


Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Riau, Bapak Tri Budhianto, dalam iaporan penyerahan DIPA 2018 menyampaikan beberapa poin penting yang periu diperhatikan oieh satuan kerja penerima DIPA. Pertama, perbaikan efektifitas beianja Negara agar betul-betul berbasis output dan 


memberikan manfaat yang optimal (value for money) pada pencapaian sasaran pembangunan; Kedua, Efisiensi belanja Operasional pemerintah, baik di pusat (Kementerian/Lembaga), maupun di daerah; ketiga, Perencanaan penganggaran yang lebih matang dan komprehensif oleh Kementerian/Iembaga dan pemerintah daerah, serta antar-pusat dan daerah, dan antar-kementerian/lembaga; keempat, peningkatan sistem monitoring dan evaluasi anggaran; kelima, perbaikan tata kelola 

Dengan diserahkannya DIPA Tahun 2018, diharapkan agar K/L dan pemda segera memulai Iangkah untuk melaksanakan program dan kegiatan sebagai bagian dari pelaksanaan tugas pemerintah dalam pelayanan publik dan pembangunan secara cepat, tepat, transparan dan akuntabel. 

Sumber : -

Laporan : Juliardi

Editor : Red

loading...
Post

Paniaram Kampar laris manis

9 bulan yang lalu