DPPKBP3A Bersama PPKS Kampar Gelar Kegiatan Pelatihan Tenaga Pendamping KBK

Image
Thursday, 21 December 2017 | 16:34:01 WIB


Kampar (nusapos.com)-Dinas  Pengendalian Penduduk,  Keluarga Berencana,  Pemberdayaan Perempuan  dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Kampar bersama Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) Kabupaten Kampar menggelar Pelatihan  Tenaga  Pendamping Kelompok Bina  Keluarga di 8 (delapan) Kecamatan se-Kabupaten Kampar.  Pelatihan digelar secara bergilir di delapan kecamatan  selama dua pekan dari 22 November s/d 5 Desember 2017.


Demikian disampaikan Ketua  PPKS Kabupaten Kampar Abdul Riva’i SAg didampingi Kasubbid  Ketahanan Keluarga DPPKBP3A Kabupaten Kampar Ns Erwina Rinding, ST. S.Kep, selaku PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan), b bersama staf kepada wartawan, Kamis (21/12). “Ada delapan kecamatan yang menjadi sasaran kegiatan Pelatihan Tenaga Pendamping Kelompok Bina Keluarga,” ujar Riva’i.


Delapan kecamatan tersebut yakni,  Kecamatan Bangkinang Kota,  Salo, Tapung, Kampar Kiri, Bangkinang, Siak Hulu, Tambang dan Gunung Sahilan. Tempat kegiatan adalah di Balai Penyuluhan KB DPPKBP3A Kabupaten Kampar yang ada di kecamatan. 


Penyuluh atau narasumber  terdiri dari pengurus PPKS Kabuaten Kampar yakni, Abd Riva’i SAg, Iskandar, SP, Tanzili Ali, S.Sos, Dwi Astuti, SE dan Ns Erwina Rinding. ST. S.Kep. Sedangkan peserta  sebanyak  30 orang setiap kecamatan atau 240 orang dari delapan kecamatan tersebut,  yang terdiri dari  kader poktan (kelompok kegiatan), pengurus PPKS Kecamatan, aparat desa koordinator  KB Kecamatan,  petugas penyuluh keluarga berencana. Kader Poktan ini berasal dari  anggota bina keluarga balita (BKB), Bina  Keluarga Lansia (BKL), Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS).


Materi pelatihan/penyuluhan untuk keluarga balita dan anak mencakup  penyiapan  kualitas  anak sebagai sumber daya manusia dimulai sejak dini bahkan sejak dari terjadinya janin dalam kandungan sampai anak masuk sekolah  yang sangat  memerlukan proses melalui pengasuhan yang benar. Layanan konseling yang diberikan kepada keluarga bertujuan membantu keluarga dalam mengatasi permasalahan yang muncul dalam mengasuh  dan membina tumbuh kembang anak. Sasaran konseling adalah keluarga yang mempunyai anak mulai lahir sampai usia 10 tahun yang mempunyai permasalahan dalam pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak.


Sedangkan  materi penyuluhan  keluarga lansia (BKL) adalah  bahwa  lanjut usia adalah proses alami yang disertai adanya penurunan fisik, psikologis maupun sosial yang saling berinteraksi satu sama lain. Keadaan  ini cenderung berpotensi menimbulokan masalah  kesehatan secara umum maupun kesehatan jiwa secara khusus pada lansia.  Keluarga memiliki  lansia sangat penting dalam menjaga kesehatan jiwa lansia termasuk kesehatan fisik yang menyangkut aspek promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif serta  psikososial yang menyertai kehidupan lansia. “Diharapkan para lansia dapat menikmati hari tua atau jaminan hari tua dan menjadi lansia tangguh,” ujar Rivai.


Kemudian Penyuluhan Upaya Peningkatan Kesejahteraan Keluarga Sejahtera (UPPKS) yakni, UPPKS merupakan kegiatan usaha ekonomi produktif keluarga, terutama Pasangan Usia Subur (PUS), Keluarga Pra Sejahtera (KPS) dan Keluarga Sejahtera I (KS I) baik peserta KB maupun bukan peserta  KB. Sedangkan KS II keatas diharapkan dapat menjadi motivator dalam pengelolaan kelompok UPPKS. “UPPKS  diharapkan menjadi kegiatan yang inovatif, kreatif sehingga  dapat berkembang dan berjalan secara berkesinambungan serta memperoleh  hasil sesuai  dengan tujuan yang diharapkan,” ujar Rivai.

Sumber : -

Laporan : Juliardi

Editor : Red

loading...
Post

Paniaram Kampar laris manis

5 bulan yang lalu