"Maawuo" Tradisi Leluhur Masyarakat Danau Memiliki Nilai Budaya yang Tinggi

Image
Tuesday, 26 December 2017 | 17:50:46 WIB

KAMPAR (nusapos.com)- “Maawuo” ikan di Danau Bokuok merupakan suatu tradisi yang sudah ada semenjak ratusan tahun yang lalu. Danau bokuok yang menjadi tempat atau lokasi maawuo merupakan warisan dari leluhur masyarakat Danau.

Maawuo Cerminan masyarakat Danau yang memiliki sifat gotong-royong yang tinggi.

Ketua Panitia Festival Maawuo Ikan di Danau Bokuok, Nazaruddin caniago kepada wartawan, (25/12) di sela kegiatan Festival Maawuo Danau Bokuk di Danau Kecamatan Tambang mengatakan, bahwa kegiatan maawuo ikan di Danau Bokuok merupakan tradisi tahunan masyarakat Danau. Kegiatan maawuo (mencari ikan) di danau bokuok sudah ada semenjak ratusan tahun yang lalu.

Lebih Lanjut Nazaruddin mengatakan, bahwa Danau Bokuok yang dijadikan tempat maawuo oleh masyarakat Danau merupakan warisan dari leluhur. Masyarakat Danau memiliki komitmen akan selalu menjaga dan melestarikan danau bokuok ini, ungkap Nazarudin.

Nazarudin juga menjelaskan, bahwa kegiatan maawuo pada masa dahulu dilaksanakan menjelang masuk bulan suci Ramadhan. Sehingga hasil maawuo  dijadikan oleh masyarakat sebagai persiapan menghadapi bulan Suci Ramadhan.

Selain untuk persiapan masyarakat menghadapi bulan suci Ramadhan, hasil maawuo juga dijadikan untuk membayar pajak pada zaman Belanda (Blastin), ungkap Nazarudin.

Tradisi Maawuo juga memiliki nilai budaya yang sangat tinggi. Terutama budaya gotong royong. Dimana sebelum kegiatan maawuo dilaksanakan, masyarakat akan bergotong royong untuk mendirikan pondok-pondok di sepanjang Danau Bokuok.

Masyarakat juga akan saling membantu untuk menarik perahu yang dijadikan sebagai alat transportasi menangkap ikan tersebut. Selama berada dipondokpun, masyarakat akan saling membantu dan memberi bantuan satu-sama lainnya, ungkap Nazarudin.

Tiga tahun terakhir ini, kegiatan maawuo sudah dijadikan sebagai festival tahunan masyarakat Danau dan masyarakat Kampar pada umumnya. Pada kegiatan maawuo terdapat tiga festival, diantaranya festival menangkap ikan, festival musik tradisional Calempong dan festival pacu sampan. Festival tahunan ini berlangsung selama seminggu, ungkap Nazarudin.

Menurut pantauaan wartawan, kegiatan maawuo diikuti oleh ribuan orang masyarakat. Berbagai alat digunakan sebagai alat tangkap ikan, baik jala, jaring, dan berbagaimacam alat tangkap ikan tradisional lainnya.

Ratusan perahu berlayar di tengah danau bersama para nelayan yang mencari ikan. Sementara di tepi danau, berdiri ratusan pondok-pondok kecil diisi oleh mayoritas kaum ibu dan anak-anak yang menunggu keluarganya yang sedang mencari ikan di danau.

Bahkan kaum ibu-ibu tersebut sudah memasakkan nasi dan menunggu hasil tangkapan untuk dijadikan sambal.

Sementara keseruan maawuo di danau bokuok disaksikan oleh ribuan masyarakat yang datang dari berbagaimacam daerah di luar dari masyarakat Danau.

Kegiatan maawuo menjadi tambah asyik untuk disaksikan karena diiringi dengan suara musik tradisional calempong yang dimainkan oleh musisi lokal yang profesional dan memiliki keahlian yang luar biasa.


Sumber : Mcr

Laporan : -

Editor : Red


loading...
Post
Adv Pemprov Riau
Post
kampar
Post
kampar

Paniaram Kampar laris manis

2 bulan yang lalu
Post
kampar