Resiko Mundur atau  Tidaknya Anas Dari Pencalonan

Character Assassionation Lebih Bahaya Dari Politik Belah Bambu

Image
Friday, 05 January 2018 | 22:04:12 WIB


-Resiko Mundur atau  Tidaknya Anas Dari Pencalonan

SURABAYA (Nusapos.com) - Entah sebuah kesengajaan atau tidak, namun yang pasti isu politik kotor dan tak beretika  muncul di  Pilgub Jatim setelah upaya politik belah bambu dengan mencoba mengusung  Yenny Wahid gagal dilakukan karena puteri Gus Dur tersebut menolak secara halus pinangan dari partai-partai yang mencoba memunculkan poros baru di Pilgub Jatim.

Pengamat politik dari Unijoyo Madura Mochtar W Oetomo mengakui paska ribut di Pilkada DKI Jakarta karena isu agama, santer terdengar kabar bahwa Pilgub Jatim hendak diupayakan heboh karena Jatim temasuk barometer politik nasional khususnya jelang Pileg dan Pilpres 2019.

"Mungkin saja isu Charcter Assassionation sengaja dihembuskan pihak-pihak tertentu untuk membuat gaduh Pilgub Jatim. Sebab isu SARA dan politik belah bambu sesama kader NU nampaknya tak berimbas bahkan praktis gagal setelah Mbak Yenny menolak dicalonkan," ujar Mochtar W Oetomo saat dikonfirmasi Jumat (5/1) kemarin

Diakui Mochtar, black campaign untuk mendiskreditkan salah satu pasangan bakal calon yang akan maju di Pilgub Jatim dinilai cukup berhasil. Terbukti, konstelasi politik Jatim sempat memanas karena Abdullah Azwar Anas yang dijadikan korban dikabarkan hendak mengundurkan diri dari pencalonan jelang beberapa hari proses pendaftaran dibuka oleh KPU Jatim  

Ketidakpastian kabar Bacawagub Jatim Abdullah Azwar Anas mundur dari pencalonan di Pilgub Jatim paska diterpa isu tak sedap, nampaknya bisa merubah peta politik di Jatim. Terlebih upaya PDIP melalui Sekjen DPP PDIP Hasto Kristianto mempertahankan Anas sebagai pasangan Gus Ipul di Pilgub Jatim bisa menjadi blunder jika PKB ngotot minta Anas diganti.

"Memang kalau Anas tetap maju, akan beresiko besar bagi pasangan Gus Ipul-Anas karena suaranya akan tergerus hebat. Isu perempuan atau moral selalu menjadi isu sensitif bagi masyarakat Jatim yang mayoritas masih menganggap itu sebagai hal tabu," beber Mochtar

Apalagi masyarakat NU kultural, kata Mochtar tentu sulit menerima isu yang berkaiatan dengan moral seperti ini.  Ironisnya, foto-foto Anas bersama seorang perempuan  sudah beredar luas, ditambah dengan ketidaksenangan para kiai akan beresiko besar terhadap pasangan yang diusung koalisi PKB-PDIP ini.

Sebaliknya, jika Anas jadi mundur maka bisa saja terjadi perubahan peta politik yang radikal karena bisa saja mundurnya Anas akan menjadi alasan beberapa partai untuk meninjau ulang rekomnya. Kalau ini terjadi peta koalisi juga bisa berubah radikal dan paslon yang maju di Pilgub Jatim bisa saja berkembang menjadi 3 atau 4 paslon.

"Nama-nama bakal calon yang semula sudah tenggelam bisa muncul kembali seperti Ipong Mukhlisoni, Ridwan Hisjam bahkan Hasan Aminuddin, semua bergantung pada peta koalisi yang mungkin terjadi," kata pria berkacamata ini.

Namun kalau kemunduran Anas tidak berpengaruh terhadap peta koalisi PKB-PDIP, maka seperti kebanyakan hasil survei, nama Tri Rismaharini, Kusnadi dan Kanang yang paling potensial menggantikan posisi Anas sebagai pasangan Gus Ipul. "Tapi saya kira Risma tidak akan mau menjadi Bacawagub sehingga mengerucut ke Kanang dan Kusnadi," jelas Mochtar.

Sebaliknya, pengamat politik dari Unair Surabaya, Ailangga Pribadi menilai munculnya serangan dengan peluru "foto panas" untuk Bacawagub Jatim Abdullah Azwar Anas telah mencederai proses politik di Pilkada Jatim. "Ini bukti proses politik Pilkada Jatim telah dicederai dengan hadirnya isu-isu yang tak bermoral," terang Angga,

Kompetisi tidak sehat seperti itu justru tidak membantu upaya mewujudkan praktik berdemokrasi yang sehat di Jatim. "Masyarakat berharap prosesi Pilgub Jatim sebagai festival politik kerakyatan,  ajang pendidikan politik untuk memilih pemimpin dengan proggram-program yang mampu menjadi penyuara kehendak aspirasi masyarakat," ungkapnya

Senada ketua PWNU Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah menghimbau kepada seluruh tim dan pasangan calon yang akan maju di Pilgub Jatim supaya menjauhi cara-cara politik kotor. "Saya berharap politik di Jatim dilakukan dengan santun dan saling menghormati seperti kultur asli masyarakat Jatim,"  ujar pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong Probolinggo ini .

"Mari ciptakan Jatim yang kondusif. Hindari praktik kampanye hitam, menyebarkan fitnah, menghasut, maupun menjatuhkan nama baik dan harga diri kompetitornya," tambah Kiai Hasan Mutawakkil Alallah.

Sebagaimana diketahui bersama Abdullah Azwar Anas yang juga Bupati Banyuwangi itu diserang dengan isu kotor berupa beredarnya foto syur yang mirip dirinya dengan seorang perempuan. Atas peristiwa itu, Azwar Anas sempat berniat untuk mengundurkan diri dari pencalonan sebagai Bacawagub Jatim berpasangan dengan Bacagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Pilkada Jatim 2018. (tis)

Sumber : -

Laporan : Try

Editor : Try Wahyudi Ary Setyawan

loading...