KPU Jatim Tawarkan Dana Kampanye Maksimal 416 Miliar

Image
Thursday, 08 February 2018 | 21:24:21 WIB


SURABAYA  - Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) mengundang tim sukses dua Pasangan Calon (Paslon) Pilgub Jatim 2018, yaitu Khofifah - Emil, dan Saifullah Yusuf - Puti Guntur Soekarno untuk melakukan sosialisasai dana kampanye Pilgub Jatim 2018 di Kantor KPU Jatim jalan raya Kendangsari Surabaya Kamis (8/2) kemarin. 

Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito ditemui usai pembukaan sosialisasi dan koordinasi dana kampanye, mengatakan sesuai Paturan KPU nomer 5 tentang Dana Kampanye, sumbangan yang diberikan tidak boleh lebih dari Rp. 750 juta bagi parpol maupun badan hukum.  Dan sebesar Rp. 74 juta untuk perseorangan.

Mantan Ketua KPU Kota Surabaya ini menegaskan bahwa Paslon yang maju di Pilgub Jatim  2018 dilarang menerima sumbangan dari pihak asing, dari APBN, maupun APBD, serta dari BUMN dan BUMD. 

"Kalau sampai Paslon nanti ditemukan adanya sumbangan dari pihak asing, APBN, APBD, BUMN, dan BUMD untuk dilaporkan (dikembalikan) ke negara. Dan apabila tidak melaporkan dana kampanye ke KPU, maka pencalonannya sebagai menjadi Cagub dan Cawagub Jatim bisa digagalkan," ujar Eko Sasmito. 

Sementara untuk batasan dana kampanye, pihaknya sudah menawarkan kepada masing-masing tim sukses paslon pilgub Jatim 2018 sebesar Rp 416 miliar.  "Dana batasan kampanye Rp. 416 miliar itu belum jadi patokan. Karena masih akan diskusikan pada rapat koordinasi yang kedua. Apabila paslon Pilgub 2018 menilai terlalu tinggi, ya  kami turunkan, begitu juga kalau dana 416 M itu masih rendah akan kami naikan," dalih Eko. 

Ia menambahkan, KPU Jatim juga melakukan kerjasama dengan pihak akuntan untuk meneliti dan memeriksa laporan dana kampannye paslon Pilgub 2018. "Pelibatan akuntan ini penting demi menjaga transparansi dan menghindari hal-hal yang tak diingkan bersama, " pungkas pria bertubuh subur ini. (tis) 
 

Sumber : -

Laporan : Try Wahyudi Ary Setyawan

Editor : Red

loading...