Surau TV

Banner

Ulama Di Tolak, Partai Islam Ditendang

Image
Monday, 26 February 2018 | 12:25:12 WIB


SUMUT-(NUSAPOS.COM) Ketika kasus penolakan ulama masih terngiang, tiba-tiba negeri ini dihebohkan lagi dengan tak lolosnya Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) untuk ikut dalam Pemilu 2019. Konisi Pemilihan Umum (KPU), 17 Februari 2018 mengumumkan kedua Partai ini tak memenuhi syarat untuk ikut Pemilu 2019.

Kepedihan dan kesedihan tentu dialami PBB. Partai berlandaskan Islam yang beridiri 27 Juli 1988 ini, jelas tak terima dengan putusan KPU itu. Masalahnya, sejak 1999, PBB rutin ikut sebagai peserta Pemilu di negara ini. Bahkan, setiap Pemilu Partai yang didirikan Prof. Yusril Ihza Mahendra ini, tetap menunjukkan grafik naik dalam perolehan suara. “ Kami tidak hanya menggugat secara perdata, tapi juga akan mempidanakan KPU, “ kata Yusril geram menanggapi tak lolosnya PBB itu.

Alasan KPU tak meloloskan PBB karena enam pengurus PBB Manokwari Selatan, Papua terlambat datang untuk verifikasi. Padahal, pada 11 Februari ,KPU Papua telah mengumumkan bahwa PBB lolos, tapi pada 14 Februari KPU Papua malah tak meloloskannya. “ Hanya gara-gara enam orang itu. Ini keterlaluan, “ tegas Yusril.

Ternyata, di mata Yusril, alasan tak meloloskan PBB tak sesederhana itu. “ Kami dikerjai,” kata Yusril. Menurut Yusril, PBB “dikerjai “ konspirasi kelompok sekuler dan sayap kiri anti Islam. Alasannya, PBB solid dan kritis, tak mau diombang ambingkan kekuasaan.

Wakil Ketua DPR RI, Fachri Hamzah juga ikut geram dengan keputusan KPU itu. Fachri heran mengapa KPU tak meloloskan PBB, sedangkan Partai yang Cuma ada pengurusnya di Jakarta, bisa lolos. “Bagaimana bisa PBB yang sudah ikut pemilu sejak 1999 (19 tahun) dan menjadi anggota DPRD di seluruh Indonesia dinyatakan enggak lolos, sementara partai yang pengurusnya hanya ada di Jakarta (dalam tv aja lagi) bisa lolos??? Ayo jelaskan @KPU_ID segera umumkan,” ujar Fahri melalui akun Twitter-nya, @Fahrihamzah, Minggu lalu.

Teori konspirasi yang disebutkan Yusril tadi, bisa jadi benar. Sebab, sudah menjadi rahasia umum kalau Yusril cukup akrab dengan petinggi-petinggi HTI. Konon, HTI akan mendukung dan mencoblos PBB dalam Pemilu mendatang. Bahkan mendukung Yusril sebagai calon Presiden. Mungkin, inilah yang membuat ada kelompok “galau” dengan Yusril dan PBB. Sehingga PBB harus “ditendang”, agar jangan jadi batu sandungan di Pemilu 2019 nanti.

Selain alasan itu, sepak terjang Yusril dalam dunia politik dan hukum memang tak diragukan lagi. Tengoklah, banyaknya kasus-kasus besar yang melawan pemerintah ia tangani. Bahkan, ia selalu menang di pengadilan. Mungkin, salah satunya, ini juga yang mengganjal langkah ahli hukum tata negara ini. Ya...akhirnya marilah kita simak apa kata Buya Hamka, “ Hidup ini bukanlah suatu jalan yang datar dan ditaburi bunga, melainkan adakalanya disirami air mata dan juga darah, “. Ya...begitulah. ***

Sumber : -Redaktur WI

Laporan : Kontributor Sumut

Editor : Red

loading...