Menag: Nilai Agama Harus Tetap Menjadi Acuan dalam Berpolitik

Image
Thursday, 01 March 2018 | 14:40:59 WIB


Takengon (nusapos.com)- Sejumlah daerah di Indonesia pada tahun 2018 akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin mengingatkan semua pihak dapat menghindari diri dari upaya mempolitisasi agama dalam aktifitas politik.

Politisasi agama dimaksud yakni memperalat, menggunakan atau bahkan memanipulasi dan ekploitasi agama hanya untuk kepentingan politik pragmatis semata. Hal demikian tidak dibenarkan, sehingga semua pihak harus menghindarinya.

“Bukan berarti politisasi agama itu adalah memisahkan agama dari aktifitas politik, bukan itu maknanya, karena kalau agama dipisahkan dari aktifitas politik nilai-nilai agama tidak dijadikan dasar, acuan bahkan orientasi dari aktifitas politik justru itu berbahaya, kita bukan bangsa sekuler, kita bangsa agamis, karenanya nilai agama harus tetap menjadi acuan kita dalam berpolitik,” tutur Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin menjawab RRI, saat kunjungan kerja ke Takengon, Rabu (28/2/2018).

Menteri Agama yang berkunjung ke Takengon dalam rangka peresmian Gedung kuliah kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Gajah Putih Takengon itu kembali mengingatkan semua pihak agar menghindari politisasi seperti memanipulasi dan mengeksploitasi nilai-nilai agama hanya untuk kepentingan politik pragmatis.

“Misalnya dirumah ibadah mengklaim bahwa rumah ibadah ini hanya boleh digunakan oleh jemaat yang satu partai dengan saya, atau yang mendukung pasangan A atau pasangan B saja, itu yang dimaksud dengan manipulasi,” demikian Lukman Hakim Saifuddin.

Sumber : Rri.co.id

Laporan : -

Editor : Red

loading...

Whoops, looks like something went wrong.