Rekontruksi Pembunuhan Perempuan di Rohul, Dimulai Merayu Hingga Membuang Jasad Korban Ke Sumur

Image
Wednesday, 05 September 2018 | 12:46:13 WIB


ROKAN HULU-Satuan Reserse Kriminal Polres Rokan Hulu (Rohul) gelar reka ulang atau rekontruksi perkara Pembunuhan perempuan dilakukan oleh pria berinisial RS (23) warga Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir.

Korban diketahui bernama Anawati (34) warga RT19/RW.02 Dusun Sungai Lahun, DK 1 D Desa Sialang Rindang, Kecamatan Tambusai, Rohul. Korban ditemukan tewas mengapung di sumur milik warga.

Dalam rekontruksi dilaksanakan pada Selasa (4/9) sekitar pukul 13.30 WIB siang di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yakni di Dusun III Desa Talikumain, Kecamatan Tambusai, sedikitnya ada 28 adegan yang diperagakan oleh pelaku RS.

Dimulai dari pelaku RS dan rekannya merencanakan aksi pembunuhan, kemudian merayu korban Anawati untuk melakukan hubungan badan, memaksa, menganiaya hingga tewas dan diakhiri dengan membuang jasad korban ke dalam sumur milik warga di Desa Talikumain, Kecamatan Tambusai, Sabtu (14/7) sekitar pukul 18.00 WIB lalu.

Pelaksanaan rekontruksi yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Rohul AKP Harry Avianto, SIK, disaksikan Kasi Pidum Kejari Rohul Sri Mulyani Anom, SH, Kapolsek Tambusai AKP Yulihasman, S. Sos dan Penasehat hukum tersangka yakni Mustiwal, SH.

Dalam rekontruksi pembunuhan ini mendapatkan pengamanan yang super ekstra dari puluhan personil Polres Rohul. Hal ini dilakukan karena rekontruksi dilakukan di TKP yang sesungguhnya.

Kapolres Rohul AKBP M. Hasyim Risahondua, SIK, M. Si melalui Kasat Reskrim AKP Harry Avianto, SIK mengatakan, rekontruksi ini merupakan salah cara penyidik mengetahui secara pasti peristiwa pembunuhan dilakukan oleh tersangka RS.

Kemudian juga untuk mendalami keterangan-keterangan tersangka dalam melakukan aksinya serta menentukan pasal yang disangkakan di berkas perkara.

"Dalam perkara ini tersangka kita jerat dengan pasal 340 junto pasal 338 junto pasal 339 KUHP dengan ancama hukuman mati atau seumur hidup," tutup AKP Harry menerangkan untuk pelimpahan tahap 2 menunggu berkas perkara lengkap atau P21 dari Penuntut Umum.

Sementara, Kasi Pidum Kejari Rohul Sri Mulyani Anom, SH mengatakan, rekontruksi ini salah diperlukan oleh Penuntut Umum agar mengetahui secara pasti peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka.

"Dalam artian terang atau secara jelas nya tindak pidana yang dilakukan tersangka dalam angkaian kejadian itu,"tutupnya.

Sumber : -

Laporan : amn

Editor : Red

loading...