Surau TV

Banner

APBD Kuansing 2019 Akhirnya Ketuk Palu

Image
Sunday, 01 December 2019 | 10:10:11 WIB


TELUK KUANTAN - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau Tahun Anggaran 2019 akhirnya ketuk palu pada Jumat (30/11/2018) malam.

Meskipun proses pembahasan RAPBD 2019 sempat terlambat dari waktu yang ditentukan. Jika mengacu pada Permendagri nomor 38 tahun 2018, KUA-PPAS harus sudah masuk pada minggu kedua Juli 2018. Sedangkan APBD 2019 harus sudah sah paling lambat akhir November 2018.

Agar bisa disahkan tepat waktu, DPRD bersama TAPD Kuansing bekerja siang malam. Setelah melalui tahapan, akhirnya DPRD mengesahkan APBD 2019 senilai Rp1,27 triliun lebih.

Sidang paripurna dipimpin Ketua DPRD Kuansing Andi Putra, SH, MH selaku bersama Wakil Ketua I dan II, Sardiyono dan Alhamra, DPRD memberikan beberapa pandangan soal RAPBD 2019.

Melalui juru bicaranya Musliadi, DPRD meminta bupati untuk tegas kepada TAPD terkait penyusunan KUA-PPAS 2019. Tentunya, dengan mengacu pada Permendagri 38 tahun 2018.

"Seharusnya sudah masuk pada minggu kedua Juli. Tapi, yang terjadi pada pertengahan September. Akibatnya, pembahasan menjadi terburu-buru. Ke depan, hendaknya hal ini tidak terjadi lagi,"harap Musliadi menyampaikan pendapat akhir DPRD.

Disampaikan Musliadi, DPRD mengharapkan agar pemerintah mengoptimalkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yakni senilai Rp87 Miliar lebih.

"Jangan sampai, target yang ditetapkan tidak tercapai,"katanya.

Disampaikan Musliadi, seperti pada tahun 2018 ini, dimana realisasi PAD sangat jauh dari target.

"PAD sangat berpengaruh terhadap roda pembangunan di Kabupaten Kuansing," kata Musliadi.

Kemudian DPRD Kuansing juga menyoroti tentang prestasi pendidikan Kuansing yang paling rendah dua tahun terakhir. Dewan mengingatkan agar pendidikan menjadi perhatian bersama kedepannya.

"Sarana prasarana pendidikan dan kesejahteraan guru harus diperhatikan dan memberikan beasiswa kepada siswa yang berprestasi,"harap Musliadi.

Kemudian, DPRD juga menyarankan agar pemerintah segera memfungsikan bangunan tiga pilar. Terutama kampus Uniks dan pasar tradisional berbasis modern.

"Untuk bangunan pustaka, pemerintah pusat sudah menganggarkan Rp10 Miliar untuk daerah. Tapi, Kuansing tidak bisa merebut dana tersebut,"katanya lagi.

Pemerintah daerah juga diminta untuk memperhatikan sarana dan prasarana kesehatan, terutama Poskesdes dan Puskesmas rawat inap. Tak lupa juga, memperhatikan kesejahteraan tenaga kesehatan.

Kemudian terkait tenaga kontrak, akan dilakukan pengangkatan terhadap 500 orang tenaga kontrak. Rinciannya, 357 orang tenaga kontrak yang lama ditambah 143 orang yang baru.

"143 orang yang baru tersebut terdiri atas guru di Kecamatan Pucuk Rantau dan Pangkalan Indarung, tenaga kebersihan, penjaga objek wisata, Satpol PP, penjaga sport centre dan tenaga kependudukan,"ujarnya.


Bupati Mursini sampaikan pidato di hadapan Dewan

DPRD juga menyoroti rendahnya partisipasi TAPD dan OPD dalam pembahasan RAPBD 2019. Untuk itu, DPRD meminta bupati untuk mengevaluasi kinerja OPD yang ada di lingkungan Pemkab Kuansing.

"Namun, secara keseluruhan dari poin-poin di atas, DPRD berpendapat RAPBD 2019 ini sudah layak disahkan," ujar Musliadi.

Usai menyampaikan pendapat akhir, Ketua DPRD Andi Putra meminta persetujuan anggota DPRD untuk mengesahkan APBD 2019. Dan dijawab anggota Dewan terhormat setuju.

Bupati dalam sambutannya menyampaikan, rasa syukurdan terima kasih dengan telah disetujuinya APBD Kuansing 2019 tepat waktu.

"Ini tidak terlepas dari kerja keras dan kerjasama antara legislatif dan eksekutif,"ujar Bupati.

Disadari Bupati, apa yang kita lakukan saat ini bukanlah hal yang mudah. Mengingat waktu yang sangat singkat.

"Tapi, karena kita punya komitmen bersama-sama membangun daerah, sehingga tepat waktu," tambah Mursini.

Mursini berharap, kegiatan yang sudah diprogramkan pada APBD 2019 bisa meringankan beban masyarakat. Untuk beberapa aspirasi yang belum terakomodir, Mursini berjanji akan memprioritaskan pada tahun anggaran berikutnya. (Adv)

Sumber : halloriau.com

Laporan : -

Editor : Redaksi

loading...