Surau TV

Banner

Advertorial DPRD Kabupaten Bengkalis

DPRD Bengkalis dan Pemkab Bengkalis lakukan Rakor Lintas Komisi Dalam Penanggulangan Covid-19

Image
Wednesday, 25 March 2020 | 08:55:25 WIB


BENGKALIS, NUSAPOS.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis menggelar rapat koordinasi (Rakor) gugus tugas percepatan penanggulangan penyebaran Covid-19, Selasa (24/3/2020).

Rakor tersebut berlangsung di ruang Rapat Paripurna DPRD Bengkalis Lantai II, berlangsung pada pukul 14.30 WIB. Rakor tersebut dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis H Khairul Umam Lc ME Sy dan seluruh anggota lintas komisi di DPRD Kabupaten Bengkalis.

Sedangkan dari eksekutif, turut dihadiri Plh Bupati Bengkalis H Bustami HY dan sejumlah undangan dari kepala Perangkat Daerah (PD) terkait, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bengkalis diantaranya Kapolres Bengkalis AKBP Sigit Adiwuryanto SIK MH, Kepala KPPBC Bengkalis Tipe Madya A Ony Ipmawan dan sejumlah stakeholder dari Dinas Kesehatan (Diskes) Bengkalis dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkalis.

Merebaknya  Wabah  Virus Carona (Covid -19) DPRD Kabupaten Bengkalis cepat sigap mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Komisi di DPRD Bengkalis dalam rangka berkoordinasi dengan gugus tugas percepatan penanggulangan penyebaran Covid-19 digedung DPRD Bengkalis. Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Komisi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Bengkalis H Khairul Umam Lc ME Sy.

Dalam rakor tersebut, Ketua DPRD Bengkalis Khairul Umam dan seluruh anggota DPRD Bengkalis mempertanyakan, sejauh mana kondisi terakhir penanganan Covid-19 melalui gugus tugas yang telah di SK kan tersebut.

Dan pada saat Rakor tersebut Plh Bupati Bengkalis H Bustami, HY di dalam rapat menjawab dan  menyampaikan telah dilakukan himbauan terhadap kewaspadaan Covid-19 kepada masyarakat melalui surat edaran Bupati Bengkalis, kemudian membuat baliho di tempat-tempat strategis yang semuanya merupakan himbauan kepada masyarakat untuk melakukan penanggulangan terutama melakukan pola hidup sehat, himbauan untuk tetap di rumah dan lainnya untuk memutus mata rantai virus ini. Penyuluhan dilakukan oleh tenaga kesehatan dan TNI Polri serta tokoh masyarakat juga berperan aktif dalam mensosialisasikan bahaya Covid-19.

Dalam penanggulangan ini telah dibuat rencana kerja. Jika seandainya virus berkembang di Kabupaten Bengkalis maka telah disediakan tempat isolasi (Balai Diklat yang sudah berfungsi sejak semalam sebagai tempat karantina, Wisma Atlit yang sedang dibersihkan, RSUD Bengkalis ada 5 tempat tidur dan RSUD Mandau ada 4 tempat tidur).

Jika memang dibutuhkan RSUD Mandau telah menyiapkan satu lantai (Lantai 4) untuk isolasi. Saat ini di Duri Kecamatan Mandau baik PDP maupun ODP berjumlah 0, tetapi harus dimaklumi bahwa Duri adalah jalan lintas yang bisa jadi menjadi tempat persinggahan orang-orang dari daerah lain.

Bustami juga mengucapkan apresiasi dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penanggulangan Covid-19 ini serta terus menghimbau kepada masyarakat untuk mematuhi himbauan dari Pemerintah. Semua upaya ini akan sangat tidak berarti jika tidak ada peran serta dari masyarakat. Himbauan untuk di rumah saja, hendaknya dipatuhi demi meminimalisir penyebaran covid19. Mari mulai mencegah penyebaran virus ini dari diri sendiri dan keluarga serta lingkungan kita. Batasi diri untuk berkumpul dan keluar rumah jika memang tidak ada keperluan yang mendesak. Biarlah anak - anak kita menangis karena dilarang keluar rumah, daripada kita yang menangis karena terpapar virus ini dan menjadi korban. Tak dapat dibayangkan jika bagian dari keluarga kita menjadi penambah statistik korban meninggal, dan kita tak mampu mengantarkan ke peristirahatan terakhir dengan selayaknya.

Terkait anggaran, saat ini DPRD Bengkalis melanjutkan rapat pimpinan membahas tindak lanjut dari rapat sebelumnya. Mengingat hal ini sudah mengkhawatirkan, dan juga sesuai dengan instruksi presiden No. 4 tahun 2020 dan turunannya Permendagri dan Permenkeu, maka perubahan anggaran akan dilakukan secepatnya.

Selanjutnya, Khairul Umam menyampaikan, jika DPRD Kabupaten Bengkalis juga merasakan kondisi yang hari ini Indonesia umumnya dan Bengkalis pada khususnya turut menjadi daerah pandemi yang menjadi penyebaran virus Covid-19.

Sehingga dalam penganganan wabah Covid-19 ini, DPRD Bengkalis turut mengambil langkah sesuai dengan Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) serta Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) sebagai turunannya.

Khairul Umam dalam rakor tersebut turut menyampaikan sejumlah imbauan, yang nantinya disampaikan kepada masyarakat. Imbauan pertama yaitu, agar masyarakat tetap tenang jangan resah dan tidak menyebarkan berita-berita yang belum tentu kebenaranya.

Kemudian, imbauan kedua, sambungnya, masyarakat diimbau untuk tetap melakukan prilaku hidup bersih dan sehat yaitu dengan melakukan cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktifitas.

Selanjutnya, ketiga adalah terus menjaga kesehatan dengan perbanyak makan buah dan sayur. Keempat, jaga kesehatan yaitu rajin olahraga dan aktifitas fisik dan Kelima, kalau sakit segera periksa ke fasilitas kesehatan.

Dari apa yang di ungkap oleh Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Khairul Umam dan Plh Bupati Kabupaten Bengkalis H. Bustami HY tersebut, sedikit kita menjelaskan maksud dan tujuan dari penjelasanya disamakan dengan kata singkatan dari istilah ODP hingga WFH.

1. ODP (Orang Dalam Pemantauan)

Menurut Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan-salah satu RS rujukan kasus virus corona, Rita Rogayah, ODP adalah orang dalam pemantauan, biasanya memiliki gejala ringan seperti batuk, sakit tenggorokan, demam, tetapi tidak ada kontak erat dengan penderita positif. Orang dengan status ODP biasanya tidak perlu rawat inap di rumah sakit tetapi akan diminta untuk melakukan isolasi secara mandiri di rumah setidaknya selama 14 hari hingga kondisi membaik.

Namun jika selama melakukan karantina mandiri kondisi tak kunjung membaik dan justru memburuk maka sebaiknya segera menghubungi rumah sakit terdekat.

2. PDP (Pasien Dalam Pengawasan)

Rita Rogayah juga menjelaskan, berbeda dengan ODP, orang yang dinyatakan PDP akan menjalani proses observasi melalui proses cek laboratorium yang hasilnya akan dilaporkan kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes RI. PDP dikriteriakan sesuai gejalanya, seperti demam, batuk, sesak nafas, sakit tenggorokan. Atau dari hasil observasi ada saluran nafas bawah yang terganggu serta terjadi kontak erat dengan penderita positif atau dari daerah yang terjangkit.

3. Suspect

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menjelaskan "suspect" ialah orang atau pasien dengan pengawasan yang menunjukkan gelaja infeksi Corona, pernah melakukan perjalanan ke daerah yang menjadi lokasi pesebaran Corona, melakukan kontak atau bertemu dengan orang yang positif COVID-19. Secara singkat sebetulnya istilah suspect Corona ini sama pemahamannya dengan pasien dalam pengawasan atau PDP yang diharuskan untuk menjalasi isolasi di rumah sakit dan melakukan pemeriksaaan swab.

4. Positif

Pasien yang dinyatakan positif terinfeksi Corona virus harus menjalani perawatan di rumah sakit atau di lokasi yang ditentukan oleh pemerintah seperti Wisma Atlet hingga dinyatakan pulih dan bebas dari virus tersebut. Pasien akan dinyatakan positif COVID-19 setelah melakukan serangkaian pemeriksaan seperti cek darah, rontgen paru-paru hingga swab.

5. Lockdown

Istilah lockdown akhir-akhir ini ramai menjadi perbincangan setelah beberapa negara seperti Italia melakukan lockdown untuk menghindari semakin menyebarnya virus Corona. Lockdown artinya sebuah negara seperti Italia melakukan pengawasan ketat di semua wilayah negara, mengunci masuk atau keluar dari suatu wilayah/daerah/negara untuk mencegah penularan virus corona COVID-19. Pengawasan ketat ini dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu yang dilakukan Italia ini adalah menutup semua toko kecuali toko makanan dan apotek.

6. Social Distancing

Social distance atau social distancing adalah cara atau imbuan yang dilakukan kepada masyarakat untuk menjauhi segala bentuk perkumpulan, menjaga jarak antar manusia, menghindari berbagai pertemuan yang melibatkan banyak orang. Jika Anda harus berada di sekitar orang, jaga jarak dengan orang lain sekitar 6 kaki (2 meter). Konsep social distancing saat ini juga telah dilakukan di Bandara Ngurah Rai Bali dengan harapan dapat meminimalisir pesebaran virus Corona.

7. Isolasi

Bagi orang-orang yang dipastikan memiliki COVID-19, isolasi adalah langkah tepat. Isolasi adalah istilah perawatan kesehatan yang berarti menjauhkan orang-orang yang terinfeksi penyakit menular dari mereka yang tidak terinfeksi.

8. Karantina

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), karantina dapat direkomendasikan untuk individu yang diyakini telah terpapar penyakit menular seperti COVID-19, tetapi tidak bergejala. Selain memantau jika gejalanya berkembang, berada di karantina berarti seseorang yang mungkin terpapar tidak akan menularkan penyakit kepada orang lain, karena mereka tinggal di rumah.

9. Work From Home (WFH) Kebijakan work from home atau bekerja dari rumah dipilih oleh beberapa perusahaan hingga lembaga pemerintahan. Bekerja dari rumah dalam kondisi saat ini diyakini dapat meminimalisir penularan virus Corona.

10. Imported Case

Berdasarkan penjelasan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), imported case berarti kasus virus corona COVID-19 yang menimpa seseorang yang baru kembali dari luar negeri, tanpa terkait dengan kluster manapun.

11. Local Transmission

Local transmission adalah penularan Corona virus yang terjadi secara lokal atau di lokasi tempat pasein positif COVID-19 berada saat ini. Contohnya adalah seseorang yang terinfeksi atau tertular Corona virus saat ia berada di Indonesia, tetapi ia juga tidak pernah memiliki riwayat perjalanan keluar negeri.

12. Wabah

Wabah adalah peningkatan secara mendadak suatu penyakit di tempat tertentu.

13. Epidemi

Epidemi adalah suatu wabah besar atau peningkatan secara mendadak, cepat dan dalam jumlah yang banyak suatu penyakit tertentu di tempat atau wilayah tertentu.

14. Pandemi

Pandemi berarti epidemi atau penyebaran penyakit tertentu yang tejadi secara global dibanyak negara di dunia.

ABC News mewartakan, pandemi tidak ada kaitannya dengan seberapa serius penyakit, tetapi pandemi adalah label bagi penyakit yang telah menyebar luas ke seluruh dunia.

15. Rapid test

Para ilmuwan dari Departemen Ilmu Teknik Universitas Oxford dan Oxford Suzhou Centre for Advanced Research (OSCAR) telah mengembangkan teknologi pengujian cepat (rapid test) untuk virus corona baru SARS-CoV-2 (COVID-19). Tes baru ini jauh lebih cepat dan tidak memerlukan instrumen yang rumit. Tes viral load sebelumnya membutuhkan 1,5 hingga 2 jam untuk memberikan hasil. Tim peneliti telah mengembangkan tes baru, berdasarkan pada teknik yang mampu memberikan hasil hanya dalam setengah jam - tiga kali lebih cepat daripada metode saat ini. "Keindahan tes baru ini terletak pada desain deteksi virus yang secara khusus dapat mengenali fragmen RNA dan RNA SARS-CoV-2 (COVID-19). Tes ini memiliki pemeriksaan bawaan untuk mencegah positif atau negatif palsu dan hasilnya sangat akurat," ujar Prof Wei Huang, seperti dikutip situs web Oxford.

16. Antiseptik

Antiseptik, dilansir dari Healthline, merupakan zat yang dapat menghentikan atau memperlambat pertumbuhan mikroorganisme. Penggunaan antiseptik aman pada jaringan hidup seperti pada permukaan kulit atau membran mukosa. Tidak jarang, antiseptik juga digunakan untuk membunuh mikroorganisme di dalam tubuh.

17. Cairan disinfektan Dilansir dari Pharma Guideline, cairan disinfektan merupakan zat kimia yang digunakan untuk membersihkan dan membunuh kuman pada benda tak hidup. Pada umumnya, disinfektan digunakan untuk mensterilkan benda-benda dari pertumbuhan kuman dan bakteri.

Berikutnya Komisi IV DPRD Kabupaten Bengkalis Irmi Syakip Arsalan, menyikapi wabah Covid-19 ini, ia meminta dipertegas tentang keterlibatan atau arahan kerja yang melibatkan unsur penyelenggara pemerintah desa.

Selain itu, sambung Irmi Syakip, keterlibatan atau arahan ini juga perlu disampaikan kepada perangkat desa dari jenjang paling rendah, mulai dari RT, RW dan kepala dusun.

Kemudian lagi, perlunya dilakukan pengawasan di jalur lintas atau transportasi mulai dari pelabuhan Roro serta melakukan pemantauan agar Orang Dalam Pengawasan (ODP) benar-benar bisa dikenali.

''Diimbau juga agar seluruh kecamatan dan desa melaksanakan penyemprotan disinfektan secara merata dan tidak hanya secara simbolis, namun benar-benar serius dalam penanganan wabah Covid-19 ini,'' ujar Irmi Syakip Arsalan.(Jusriyal/advetorial)

Sumber : -

Laporan : Jusriyal/advetorial

Editor : Redaksi

loading...