Pak Bupati, Warga Miskin Kab. Rokan Hilir Tinggal di Gubuk
Warga Miskin di Kabupaten Rokan Hilir Tinggal di Gubuk
Kondisi di dalam rumah pun sangat memprihatinkan. Sempit, pengap, gelap bahkan tidak ada perkakas rumah tangga seperti hunian pada umumnya. Saat hujan deras turun, Siti Ati juga selalu was-was, karena dapat dipastikan atap rumahnya bocor.
"Mau bagaimana lagi kita tidak punya apa-apa. Bapak (suami) juga sudah sakit-sakitan, tidak ada yang membantu," tutur Siti Ati saat menceritakan nasib hidupnya. Ironisnya, Siti Ati selama ini tidak pernah mendapat bantuan rehabilitasi rumah dari pemerintah. Begitu juga dengan bantuan untuk warga miskin lainnya, seperti bantuan dana program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) yang merupakan bantuan kompensasi kenaikan harga BBM.
"Kalau ada (bagian rumah) yang rusak ya diperbaiki sendiri," ungkapnya. Meski hidup seperti ini, Siti enggan untuk menggantungkan hidup pada kebaikan dan pemberian orang.
Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, ia menanam sayur dan bertani cukup untuk makan saja, dan mendodos Sawit peninggalan ayahnya, Penghasilan yang didapatnya tidak tidak sepadan dengan kebutuhan sehari-hari, "Dapatnya Rp 50 ribu - Rp 100 ribu satu kali nodos, juga tidak setiap hari," tuturnya.
Semoga saja, pemerintah Rohil segera dapat membantu dan meringankan beban ibu Siti Ati, setidaknya dengan memberikan beliau rumah layak huni.
(nusapos.com/Andra/rls)
Read more info "Pak Bupati, Warga Miskin Kab. Rokan Hilir Tinggal di Gubuk" on the next page :
Editor :Tim NP