Fenomena Equinox dan Dampaknya Bagi Kesehatan Manusia
Fenomena Equinox
INDONESIA - Fenomena equinox yang melanda di wilayah Singapura, Malaysia dan Indonesia hari ini, di mana matahari tepat berada di atas garis katulistiwa, menyebabkan suhu udara meningkat memencapai 40 derajat celcius. Panasnya cuaca berdampak bagi kesehatan masayarakat dan menyebabkan dehidrasi.
Equinox merupakan pertanda peralihan musim, jadi sangat rentan terserang penyakit di masa transisi ini, terutama bagi anak – anak. Salah satu upaya pencegahannya, bisa dilakukan dengan meningkatkan daya tahan tubuh, serta menjaga kebersihan, mengkonsumsi makanan bergizi dan minum multivitamin.
Beberapa waktu lalu banyak beredar informasi tentang akan terjadinya fenomena equinox di beberapa wilayah di belahan dunia, termasuk juga di Indonesia.
- Suhu tubuh akan meningkat hingga 40° C atau bisa juga lebih.
- Penderita akan mengalami penurunan kesadaran dengan ciri-ciri lemas, bicara meracau, atau juga sering pingsan.
- Produksi keringat sangat sedikit, bahkan tidak memproduksi keringat sama sekali meskipun berada di bawah terik sinar matahari.
- Sebelum kesadaran menurun, biasanya penderita mengeluh pusing, sakit kepala dan seluruh tubuh terasa lemas.
- Pada beberapa kasus, gejala dapat disertai kejang, terutama jika menyerang anak-anak
Solusi untuk tetap menjaga kesehatan antara lain diuraikan sebagai berikut.
Diusahakan kalau tidak terlalu perlu, jangan sering- sering atau terlalu lama berada di bawah sinar matahari. Karena sinar ultra violet itu tidak baik juga untuk kesehatan manusia,
Banyak masyarakat yang tidak menyadari terjadinya peningkatan suhu udara akibat equinox, apalagi lantaran cuaca akhir – akhir ini sudah teramat panas. Dampaknya memang tidak terlalu parah, namun perlu diantisipasi, kalau memang perlu keluar rumah agar tidak terpapar langsung sinar matahari dengan menggunakan sunblock. Karena teriknya sinar matahari merupakan salah satu penyebab kanker kulit.
(nusapos.com/Andra/rls)
Editor :Tim NP