Bapeda Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Teknis PBDT
BANGKINANG (nusapos.com)-Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kampar menggelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan sekaligus acara Sosialisasi dan Pelatihan Teknis Pemuktahiran Basis Data Terpadu (PBDT) Tahun 2015. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, 12-13 Desember 2017, bertempat di aula Bappeda Kabupaten Kampar.
Sosialisasi dan pelatihan teknis ini dibuka secara resmi oleh Bupati Kampar yang diwakili Sekretaris Bappeda Kabupaten Kampar Afrizal, S.Sos. Hadir pada kesempatan tersebut narasumber, Tracy Pasaribu dan Lucky Koryanto dari TNP2K Setwapres (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Sekretariat Wakil Presiden RI).
Dalam arahan tertulis Bupati Kampar yang disampaikan Sekretaris Bappeda Kabupaten Kampar Afrizal bahwa mengingat pentingnya masalah percepatan penanggulangan kemiskinan maka Bupati Kampar telah membentuk tim koordinasi penanggulangan kemiskinan Kabupaten Kampar yang diketuai oleh Wakil Bupati Kampar. “Ini sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2010 Tentang Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Provinsi dan Kabupaten/Kota,” ujarnya.
Disampaikan Bupati bahwa kondisi garis kemiskinan dan penduduk miskin di Kabupaten Kampar (sumber Buku Kabupaten Kampar dalam angka 2017-BPS Kampar), angka kemiskinan Kabupaten Kampar pada kisaran 8,38 % pada tahun 2016, sedangkan tahun 2015 angka kemiskinan berada pada angka 9,17 %. “Kita berharap dan berusaha agar angka kemiskinan Kabupaten Kampar terus diturunkan,” ujarnya.
Selanjutnya berdasar Basis Data Terpadu (BDT) Tahun 2015, rumah tangga miskin berjumlah 56.727 KK, sedangkan individu miskin berjumlah 229.725 jiwa. Adapun kelompok penerima manfaat dari berbagai program dan kegiatan yang diantaranya program keluarga harapan sebanyak 12.726 KK, sedangkan ranstra (raskin) sebanyak 35.668 KK.
Pendataan fakir miskin telah diatur dengan undang-undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang penanganan fakir miskin. Verifikasi dan validasi data yang dilakukan secara berkala sekurang-kurangnya 2 tahun sekali hendaknya dapat dilaksanakan sebaik mungkin. “Dengan demikian kita mempunyai data yang akurat sebagai dasar penetapan sasaran program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan,” ujarnya.
Beberapa program penanggulangan kemiskinan baik skala nasional maupun Kabupaten yang telah dilaksanakan antara lain, program Simpan Pinjam Keluarga Sejahtera (PSKS), Program Bantuan Siswa Miskin (BSM)/Program Indonesia Pintar (PIP), Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)/Program Indonesia Sehat (PIS), Program Subsidi untuk Masyarakat berpendapat rendah (Raskin)/Ranstra, dan Program Keluarga Harapan (PKH) serta beberapa program lainnya.
Sementara itu Kasubbid Sosial Budaya Bappeda Kabupaten Kampar Rusmadi, SE selaku PPTK kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan sekaligus acara Sosialisasi dan Pelatihan Teknis Pemuktahiran Basis Data Terpadu ini diikuti peserta dari 21 kecamatan.
Setiap kecamatan diikuti oleh dua orang peserta yang terdiri dari satu orang pejabat struktural dan satu orang operator. Kemudian peserta juga berasal dari 16 OPD terkait data kemiskinan diantaranya, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, BPBD, Capil, Perkebunan Peternakan dan Keswan, Pertanian, Perkim dan OPD lainnya.
Diantara pokok bahasan yang dibahas saat Sosialisasi dan Pelatihan Teknis PBDT ini yakni, Sosialisasi Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin (PPFM), Instalasi Aplikasi Analisis Data, Pelatihan Teknis Bedah Data BDT dan Analisa Data BDT.
Editor :Tim NP
Source : -