Nama Tokoh Pendiri Kuansing Layak Diabadikan
Nama Tokoh Pendiri Kuansing Layak Diabadikan
Kuantan Singingi- Nama tokoh pendiri Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) yang sudah almarhum (meninggal dunia, red) layak diabadikan sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya ikut membidani pendirian Kabupaten Kuansing.
Nama pendiri Kabupaten Kuansing bisa diabadikan sebagai nama jalan, gedung, monumen, tugu, masjid, tempat pertemuan, lembaga pendidikan atau perguruan tinggi, gelanggang olahraga dan lainnya di Kabupaten Kuansing.
“Tidak salah kiranya jika Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi mengabadikan nama pendiri Kabupaten Kuantan Singingi seperti almarhum H Samad Thaha, H Abbas Jamil, H Akmal JS, H Rusdi S Abrus dan lainnya supaya tetap dikenang oleh generasi muda Kabupaten Kuantan Singingi,” ujar pengurus Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Provinsi Kepulauan Riau, Maswito, kepada wartawan via seluler, Selasa (23/11).
Menurut putra kelahiran Desa Muaro Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi, kontribusi mereka (tokoh-tokoh pendiri Kabupaten Kuansing yang sudah meninggal, red) terhadap pembangunan kampung halaman mereka tidak bisa dipandang sebelah mata.
Sebab, bagaimana pun, mereka ikut serta dalam meletakkan pondasi pembangunan Kabupaten Kuansing yang kini sudah berkembang pesat, di luar perkiraan banyak orang.
”Nama mereka pantas untuk diabadikan sebagaimana halnya nama tokoh terkenal di Riau seperti Suman HS (nama perpustakaan), Edi Ruslan Pe Amanrisa, Idrus Tintin, BM Syamsuddin dan lainnya.” harapnya.
Disebutkannya, di daerah lain di Indonesia seperti di Sulawesi, pendiri kabupaten/kota termasuk provinsi yang sudah meninggal dunia, nama mereka diabadikan entah itu sebagai nama jalan, sekolah, monumen, tugu, aula atau gedung pertemuan, dan lainnya.
“Mengapa hal ini tidak terjadi di Kabupaten Kuantan Singingi khususnya dan kabupaten dan kota lainnya di Riau?” ujarnya.
Nama almarhum Rusdji S Abrus (Bupati Kabupaten Kuansing pertama, red) bisa dijadikan sebagai nama gelanggang olahraga untuk mengingatkan almarhum meninggal dunia ketika bermain olahraga di Payakumbuh.
Nama almarhum Samad Thaha bisa dijadikan sebagai nama sekolah, lembaga pendidikan untuk mengingatkan bahwa almarhum Samad Thaha adalah tokoh pendidikan terkemuka di Riau. Sedangkan nama almarhum Akmal JS bisa dijadikan sebagai gedung pemuda, dan lainnya.
“Saya hanya menggugah agar generasi penerus di Kuantan Singingi jangan lupa dengan sejarah,” ujar Maswito, seraya mengatakan pemberian nama itu layak disandangkan kepada orang yang sudah meninggal dunia, bukan orang yang masih hidup. (piramidnews)
Editor :Tim NP